Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Pemilihan Obat Antiinflamasi Sebagai Upaya Pengobatan Sendiri di Kelurahan Kampung Satu Tarakan Tengah

Nur Ani (1), Lutfiana Kusumawati (2)
(1) Akademi Farmasi Tadulako Farma Palu
(2) Akademi Farmasi Tadulako Farma Palu
Fulltext View | Download
How to cite :
Ani, N., & Kusumawati, L. (2018). Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Pemilihan Obat Antiinflamasi Sebagai Upaya Pengobatan Sendiri di Kelurahan Kampung Satu Tarakan Tengah. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 1(3), 125–129. https://doi.org/10.56338/mppki.v1i3.316
Swamedikasi adalah salah satu upaya yang sering dilakukan oleh seseorang dalam mengobati gejala penyakit yang dideritanya tanpa terlebih dahulu melakuan konsultasi ke dokter. Salah satu penyakit yang sering diobati secara swamedikasi adalah inflames (peradangan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pemilihan obat antiinflamasi sebagai upaya pengobatan sendiri di Kelurahan Kampung Satu Tarakan, Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang ditujukan pada 100 responden yang dipilih berdasarkan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Kelurahan Kampung Satu Kecamatan Tarakan Tengah tentang pemilihan obat antiinflamasi termasuk dalam kategori sangat rendah yaitu ≤50%, namum pengetahuan mereka terhadap swamedikasi dikatakan baik karena ≥50%.
  1. Alfa,I. Persepsi Pasien Terhadap Pelayanan Swamedikasi oleh Apoteker di beberapa Apoteker Wilayah Surabaya Selatan. 2015;4(2):2
  2. Harahap NA, Khaerunnisa, Tanuwijaya J. Tingkat Pengetahuan Pasien dan Rasionalitas Swamedikasi di Tiga Apotek Kota Penyabungan. Jurnal Sains Farmasi dan Klinis. 2017;3(2):186-192
  3. Galato D, Galafassi LM, Alano GM, Trauthman SC. Responsible Self- Medication: Review Of The Process Of Pharmaceutical Attendance. Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciencesvol. 2009;45(4):626-632
  4. Tjay dan Rahardja. Obat-obat penting khasiat pengunaan dan efek sampingnya. Jakarta: Elex Medika komputindo; 2007
  5. Suharsaputra U. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan tindakan. Bandung:Refika Aditama; 2014
  6. Riyanto dan Budiman. Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan danSikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika; 2017
  7. Rikomah SE. Farmasi Klinik. Edisi 1. Yogyakarta: Deepublish; 2016
  8. Luvkovic et al. Self Medication practices and Risk factor for self medication among medical studens in Belgrad, Serbia. Journal PLoSONE. 2014;(12)
  9. Utaminigrum, W. Lestari J.e dan Kusuma, A.m. 2015. Pengaruh Faktor-Faktor Sosiodemografi terhadap Rasionalitas Penggunaan Obat dalam Pengobatan Sendiri Pada Pasien Program Pengolahan Penyakit Kronis (Prolantis). Jurnal Farma Sains. 2015;2(6):285-288
This article is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). This license supports open dissemination, sharing, adaptation, and responsible reuse while preserving author ownership and requiring appropriate attribution.

Downloads

Download data is not yet available.