Deteksi Dini Status Gizi Anak Umur 0-60 Bulan di Posyandu Ferbena Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Wolio
Early Detection of Nutritional Status of Children Aged 0-60 Months At Posyandu Ferbena Work Area UPTD Puskesmas Wolio
Abstract
Latar belakang: Status gizi adalah kondisi antara asupan gizi yang diterima dengan kebutuhan gizi yang digunakan untuk mempertahankan cadangan zat gizi dan mengganti zat gizi yang hilang
Tujuan: untuk mendetaksi secara dini status gizi anak umur 0-60 bulan di Posyandu Ferbena wilayah kerja Puskesmas Wolio
Metode: Menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei. Penentuan status gizi menggunakan indikator pertumbuhan berdasarkan standar WHO 2006
Hasil : Berdasarkan indikator BB/U, mayoritas peserta memiliki berat badan normal sebesar 75% dan paling sedikit mengalami berat badan sangat kurang (severely underweight) sebesar 5%. Hasil indikator PB-TB/U menunjukkan mayoritas peserta memiliki panjang badan/tinggi badan yang normal sebesar 65% dan paling sedikit mengalami stunted (pendek) sebesar 5%. Indikator BB/PB-TB menunjukkan mayoritas peserta memiliki gizi baik sebesar 75% dan paling sedikit mengalami gizi buruk (severely wasted) dan gizi lebih (overweight) masing-masing sebesar 5%. Indikator IMT/U menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengalami gizi baik sebesar 70,5% dan paling sedikit mengalami gizi kurang (wasted) sebesar 5,9%.
Kesimpulan: sebagian besar anak memiliki status gizi yang baik namun masih ditemukannya anak dengan status gizi yang perlu ditangani lebih lanjut.
References
- Ali, P. B. (2021). Tantangan Pangan dan Gizi dalam Menerapkan Kebijakan Penurunan Stunting di Masa Pandemi COVID 19. In M. A. Wirakartakusuma, Hardinsyah, W. P. Rahayu, S. Rahardjo, & Ardiansyah (Eds.), Tantangan Pangan dan Gizi dalam Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan dan Kebijakan Penurunan Stunting di Masa Pandemi COVID 19 (pp. 9–19). PT Penerbit IPB Press.
- Hendraswari, C. A., Purnamaningrum, Y. E., Maryani, T., Widyastuti, Y., & Harith, S. (2021). The determinants of stunting for children aged 24-59 months in Kulon Progo District 2019. Kesmas, 16(2), 71–77. https://doi.org/10.21109/KESMAS.V16I2.3305
- Irawan, I. R., Sudikno, S., Julianti, E. D., Nurhidayati, N., Rachmawati, R., Sari, Y. D., & Herianti, H. (2022). Faktor Risiko Underweight Pada Balita Di Perkotaan Dan Perdesaan Indonesia [Analisis Data Studi Status Gizi Balita Indonesia 2019]. Penelitian Gizi Dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 45(1), 47–58. https://doi.org/10.22435/pgm.v45i1.6041
- Kemenkes RI. (2021). Petunjuk Teknis Penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) Balita. In Direktorat Gizi Masyarakat (p. 38 hal).
- Kemenkes RI. (2022). Modul Pelatihan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Pelatihan Tumbuh Kembang (SDIDTK) dan Pemberian Makan pada Balita dan Anak Prasekolah. Kementerian Kesehatan RI.
- Kemenkes RI. (2023). BUKU SAKU Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 (Documentat). Badan Kebijakan dan Pembangunan Kesehatan.
- Permenkes No. 2 Tahun 2020, Pub. L. No. Permenkes No. 2 Tahun 2020 (2020).
- Soliman, A., De Sanctis, V., Alaaraj, N., Ahmed, S., Alyafei, F., Hamed, N., & Soliman, N. (2021). Early and long-term consequences of nutritional stunting: From childhood to adulthood. Acta Biomedica, 92(1), 1–12. https://doi.org/10.23750/abm.v92i1.11346
- UNICEF, WHO, & The World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF / WHO / World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates: Key findings of the 2023 edition. UNICEF and WHO.
- Utami, N. P., Isni, K., & Rohmadheny, P. S. (2021). Buku Saku Pemantauan Pertumbuhan pada Balita. CV. Mine.
- World Health Organization. (2024). Child Growth Standards. World Health Organization. https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards
