Jurnal Kolaboratif Sains
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS
Universitas Muhammadiyah Paluen-USJurnal Kolaboratif Sains2623-2022Analisis Elemen – Elemen Pembentuk Citra Kota di Kawasan Perdagangan Pasar Bambaru Kota Palu
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10412
<p>alam konteks perkotaan, citra kota menjadi representasi visual dan spasial yang mencerminkan identitas suatu kota. Citra ini terbentuk melalui interaksi antara elemen fisik kota, pola aktifitas, dan pengalaman pengguna ruang, sehingga menentukan bagaimana suatu kawasan dikenali, diingat dan dimaknai oleh masyarakat. Citra kota berperan penting dalam membangun identitas, meningkatkan daya tarik, serta memperkuat orientasi dan kenyamanan ruang perkotaan. Kota Palu memiliki Kawasan pusat perdagangan pasar Bambaru yang berada pada kecamatan Palu Barat. Kawasan Perdagangan Pasar Bambaru merupakan salah satu area bersejarah dan pusat aktivitas ekonomi di Kota Palu yang memiliki karakter visual khas sebagai identitas kawasan. Namun, perkembangan kota yang pesat dan perubahan fungsi ruang menyebabkan elemen – elemen pembentuk citra kawasan mengalami degradasi, sehingga persepsi pengunjung dan masyarakat terhadap identitas kawasan menjadi kurang kuat. Citra kota menjadi sesuatu yang penting untuk memperkuat identitas dan wajah kota sehingga membuat kota tersebut menarik dan memiliki daya tarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen - elemen pembentuk citra kota di Pasar Bambaru Kota Palu berdasarkan teori Kevin Lynch, meliputi path, edge, district, node, dan landmark. Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode Deskriptif Kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan studi literatur berupa sumber-sumber tertulis seperti buku, jurnal, peta, lalu metode pengumpulan data dokumentasi, dan metode pengumpulan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pedestrian dan koridor perdagangan berfungsi sebagai path utama yang mengarahkan pergerakan pengunjung, sedangkan tepi kawasan seperti batas permukiman menjadi edge yang membingkai ruang aktivitas. Area perdagangan inti membentuk district dengan karakter yang kuat, sementara titik konsentrasi aktivitas seperti pintu masuk pasar dan area kuliner menjadi node yang dominan. Landmark kawasan berupa simbol rumah adat souraja pada fasad bangunan pasar Bambaru serta taman dengan hiasan sculpture pada ujung jalan teuku umar memiliki potensi besar sebagai penguat identitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan elemen – elemen citra kota di Pasar Bambaru perlu dilakukan melalui penataan visual, perbaikan fasilitas, dan pelestarian bangunan bersejarah agar karakter kawasan tetap terjaga dan mampu mendukung vitalitas ekonomi serta identitas Kota Palu.</p>Nurul MuthiahMimin TrianusImam Prasetyo
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-132026-04-13942951296510.56338/jks.v9i4.10412Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan Formal di Sulawesi Tengah
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9865
<p>Artikel ini membahas peran pendidikan formal dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) di Sulawesi Tengah. Pendidikan formal dipandang sebagai modal utama bagi pengembangan potensi individu dan peningkatan daya saing daerah. Melalui pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, artikel ini memaparkan latar belakang, metode, pembahasan, serta kesimpulan terkait upaya dan tantangan dalam proses peningkatan SDM melalui jalur pendidikan formal yang ada di Sulawesi Tengah.</p>Jisman
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-132026-04-13942966296910.56338/jks.v8i11.9865Analisis Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) Menggunakan Metode Software Development Life Cycle (SDLC) di Dinas Kesehatan Kota Makassar
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10495
<p>Ketersediaan data kesehatan yang akurat dan terintegrasi merupakan aspek penting dalam perencanaan serta pengambilan keputusan pelayanan kesehatan. Namun, implementasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) di Dinas Kesehatan Kota Makassar masih menghadapi tantangan, sehingga diperlukan analisis pengembangan menggunakan metode <em>Software Development Life Cycle</em> (SDLC) untuk menilai efektivitas dan keberlanjutannya. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pengembangan SIMKES berdasarkan kesesuaian tahapan SDLC serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasi. <strong>Metode</strong>: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen dengan tiga informan kunci yang dipilih secara <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SIMKES di Dinas Kesehatan Kota Makassar berkontribusi positif terhadap pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data kesehatan, meskipun tahapan SDLC seperti analisis kebutuhan, perancangan, pengujian, dan pemeliharaan belum berjalan optimal. Keterbatasan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan ketergantungan pada vendor eksternal menjadi kendala utama. <strong>Kesimpulan</strong>: Diperlukan strategi peningkatan kapasitas SDM, pembentukan tim IT internal, serta perencanaan pengembangan yang lebih terstruktur untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan SIMKES di Dinas Kesehatan Kota Makassar.</p>Irwandi RachmanSamsianaMujtahidah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-132026-04-13942970298110.56338/jks.v9i4.10495Pergeseran Kuasa Adat atas Tanah Ulayat (Studi Kasus: dalam Komunitas Adat di Gendang Curu, Kabupaten Manggarai)
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10699
<p>Penelitian ini mengkaji pergeseran kuasa adat dalam perubahan status tanah ulayat pada komunitas adat di Gendang Curu, Kabupaten Manggarai. Permasalahan utama terletak pada transformasi legitimasi penguasaan tanah yang semula berbasis komunal dan dilekatkan pada struktur adat, menjadi kepemilikan individual yang memperoleh legitimasi melalui hukum negara. Fokus analisis diarahkan pada bagaimana wacana kepastian hukum, keamanan, dan nilai ekonomi tanah diproduksi serta diinternalisasi melalui program sertifikasi dan mekanisme administrasi pertanahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat, dan aparat pemerintah, serta telaah dokumen pertanahan. Analisis dilakukan secara interpretatif dengan memanfaatkan konsep kuasa wacana pengetahuan dari Michel Foucault untuk memahami bagaimana produksi pengetahuan hukum negara membentuk cara pandang dan praktik sosial masyarakat terhadap tanah. Penelitian menunjukkan bahwa penguasaan tanah di Gendang Curu pada awalnya dilegitimasi melalui sistem adat, narasi genealogis, dan pembagian Lingko yang menegaskan prinsip komunal. Tanah dimaknai sebagai warisan kolektif yang melekat pada identitas sosial masyarakat. Namun, melalui program sertifikasi tanah, muncul pemahaman baru bahwa sertifikat memberikan kepastian hukum dan jaminan ekonomi. Proses ini secara bertahap menggeser legitimasi dari otoritas adat menuju legalitas administratif negara, sehingga kewenangan substantif lembaga adat dalam pengelolaan tanah mengalami penyempitan.</p>Kristina Anjelina SuryaniFrans W. MuskananAnanias R. P Jacob
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-132026-04-13942982299110.56338/jks.v9i4.10699Pengaruh Kualitas Pelayanan Tour Leader dan Harga Paket Wisata terhadap Kepuasan Pelanggan pada PT Marogan Tour and Travel
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10707
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan tour leader dan harga paket wisata terhadap kepuasan pelanggan pada PT Marogan Tour and Travel Palembang. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya jumlah pelanggan biro perjalanan tersebut selama tiga tahun terakhir, yang menunjukkan potensi pengaruh dari aspek pelayanan dan harga terhadap tingkat kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 99 responden yang merupakan pelanggan PT Marogan Tour and Travel. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, serta uji t dan uji F untuk menguji hipotesis secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas pelayanan tour leader dan harga paket wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan oleh tour leader dan strategi penetapan harga yang sesuai dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan menyusun strategi harga yang lebih kompetitif demi mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.</p>Muhammad Yoga RivaldoHeni YuvitaRini
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-132026-04-13942992300310.56338/jks.v9i4.10707Penggunaan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pai Kelas VI Di SDN Rojoniten
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10791
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting media pembelajaran <em>powerpoint</em> untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar dalam proses pembelajaran. Media merupakan alat bantu untuk dapat mempermudah pendidik dalam menyampaikan sesuatu pesan sehingga dengan alat bantu anak mudah memahaminya. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Rojoniten pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, dokumentasi dan tes. Teknik pengumpulan data melalui deskripsi kualitatif dengan mengumpulkan data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan sebuah peningkatan minat belajar dan hasil belajar siswa. Dapat dilihat dari peningkatan minat belajar siswa ditunjukkan pada kenaikan persentase pada siklus I sebanyak 11 siswa yaitu 44 %, dan pada siklus II sebanyak 22 siswa yaitu 88 %. Kemudian untuk peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan kenaikan persentase siswa yang mencapai KKM ( >70) sebelum tindakan sebanyak 6 siswa atau 24 % meningkat pada siklus I sebanyak 11 siswa yaitu 44 %, dan pada siklus II meningkat menjadi 22 siswa yaitu 88 % mencapai ketuntasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media <em>powerpoint </em>dapat meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa di SDN Rojoniten Sanden semester I tahun pelajaran 2023/2024.</p>Salma Atik Gousiatal MajidahMohamad Joko Susilo
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-172026-04-17943004301110.56338/jks.v9i4.10791Hubungan Pola Pemberian Makan dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi pada Balita Gizi Kurang dan Gizi Baik di Wilayah Kerja Puskesmas Sidotopo Wetan Kecamatan Kenjeran, Surabaya
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10706
<p>Prevalensi gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo Wetan pada Desember 2024 mencapai 10,6%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kota Surabaya. Gizi kurang dapat menimbulkan dampak jangka pendek berupa gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak, serta dampak jangka panjang seperti penurunan kemampuan kognitif, melemahnya daya tahan tubuh, dan meningkatnya risiko malnutrisi. Pola pemberian makan dan penyakit infeksi diduga berperan penting terhadap status gizi balita. Penelitian ini menggunakan desain case control yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Jumlah sampel sebanyak 76 balita, terdiri dari 38 balita gizi kurang sebagai kelompok kasus dan 38 balita gizi baik sebagai kelompok kontrol. Variabel independen meliputi pola pemberian makan dan riwayat penyakit infeksi, sedangkan variabel dependen adalah status gizi berdasarkan indikator BB/TB. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Mayoritas balita gizi kurang memiliki pola pemberian makan yang tidak tepat (63,2%), lebih tinggi dibandingkan balita gizi baik (21,1%). Penyakit infeksi yang paling banyak dialami balita gizi kurang adalah ISPA, diare, dan cacingan. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan status gizi balita (p = 0,001; OR = 0,156) serta antara riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita (p = 0,001; OR = 9,205). Pola pemberian makan dan penyakit infeksi berhubungan signifikan dengan status gizi balita. Upaya peningkatan edukasi gizi dan pencegahan penyakit infeksi perlu diperkuat untuk menurunkan prevalensi gizi kurang.</p>Maulida ChasanahRatna Candra Dewi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943012302010.56338/jks.v9i4.10706Analisis Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Usaha Martabak Manis Aish 21
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10716
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen persediaan bahan baku pada usaha Martabak Manis Aish 21 yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Manajemen persediaan merupakan aspek penting dalam usaha kuliner karena berperan dalam menjaga kelancaran proses produksi serta kemampuan usaha dalam memenuhi permintaan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha Martabak Manis Aish 21 masih menggunakan sistem pengelolaan persediaan yang sederhana berdasarkan perkiraan penjualan harian. Rata-rata penggunaan tepung terigu mencapai 6–7 kilogram per hari dengan tambahan stok cadangan sebanyak 3 kilogram. Namun, dalam praktiknya masih terdapat beberapa kendala seperti kelalaian dalam proses produksi, kualitas bahan baku yang tidak selalu baik, kekurangan stok saat permintaan meningkat, keterbatasan sistem penyimpanan, serta ketergantungan pada satu pemasok. Permasalahan tersebut dapat mempengaruhi efisiensi operasional dan kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam perencanaan persediaan, pengendalian kualitas bahan baku, sistem penyimpanan, serta pengelolaan pemasok agar kegiatan produksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.<br><br></p>Dian Putri Islami Br SebayangJhonatan Fidei LafauNabila Al Zahra GintingTesya Lola OtoviaMarito Ritonga
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943021302810.56338/jks.v9i4.10716Penerapan Nilai Kepasundanan dalam Pengelolaan Keuangan Organisasi Budaya (Studi Kasus Saung Angklung Udjo)
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10719
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai solidaritas dalam sistem pengelolaan keuangan di Saung Angklung Udjo guna mencapai akuntabilitas organisasi budaya. Sebagai entitas bisnis yang bergerak di sektor pariwisata dan pelestarian budaya, Saung Angklung Udjo menghadapi tantangan unik dalam menyeimbangkan profitabilitas bisnis dengan misi budayanya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan guna memahami fenomena secara komprehensif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan melalui sistem autopilot yang disesuaikan serta penggunaan teknologi Point of Sales (POS) yang selaras dengan standar PSAK. Transparansi dan akuntabilitas dicapai melalui mekanisme laporan harian, pemeriksaan ganda (double checking), serta pelaporan yang dilakukan secara rutin dan berkala. Lebih lanjut, praktik akuntansi budaya di Saung Angklung Udjo tercermin dalam internalisasi filosofi silih asih, silih asah, dan silih asuh pada setiap kebijakan organisasi. Nilai-nilai tersebut memengaruhi pengambilan keputusan keuangan dengan menekankan aspek konsultasi dan keharmonisan antar divisi di atas efisiensi keuangan semata. Keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian budaya diwujudkan melalui program pelatihan seni di bawah sponsor yayasan serta inisiatif CSR budaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan kearifan lokal dengan manajemen modern melalui pendekatan kualitatif ini terbukti efektif dalam menjaga keberlanjutan dan akuntabilitas organisasi budaya tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.</p>Putri Nabila Aliya RohadiSalasa PutraAnitaRyma MelaniMuhamad Darazat NugrahaJingga Artaritra Aurelia Putri
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943029303310.56338/jks.v9i4.10719Hubungan antara Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dan Sedentary Activity dengan Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10744
<p><em>Premenstrual Syndrome</em> (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang terjadi dalam siklus menstruasi karena ketidakseimbangan hormon dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Asupan gizi dan aktivitas fisik dapat mempengaruhi ketidakseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan zat gizi makro dan <em>sedentary activity</em> dengan kejadian PMS pada mahasiswi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan sampel 270 mahasiswi yang dipilih menggunakan metode <em>proportionate stratified random sampling. </em>Data asupan zat gizi makro diperoleh dari <em>Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire</em>, aktivitas sedentari diukur menggunakan <em>Sedentary Behavior Questionnaire</em>, kejadian PMS menggunakan kuesioner <em>Short Premenstrual Assesment Form</em>. Data dianalisis menggunakan uji statistik <em>Spearman’s Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan karbohidrat (<em>p-value</em>=0,000), protein (<em>p-value</em>=0,008), dan lemak (<em>p-value</em>=0,000), serta<em> sedentary activity</em> (<em>p-value</em>=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian PMS. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat kecukupan zat gizi makro dan <em>sedentary activity</em> berhubungan dalam kejadian PMS, sehingga mahasiswi dianjurkan untuk mengonsumsi zat gizi makro sesuai kecukupan dan rutin melakukan aktivitas fisik untuk mencegah PMS.</p>Farah NabilahChoirul Anna Nur Afifah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943034305110.56338/jks.v9i4.10744Literature Review: Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10758
<p>Kekurangan energi kronis atau selanjutnya disebut KEK adalah kondisi di mana status gizi seseorang buruk karena kurangnya konsumsi makanan sumber energi yang mengandung makronutrien. Ibu hamil yang berisiko mengalami KEK dapat dilihat dari pengukuran lingkar lengan atas (MUAC) dengan nilai kurang dari 23,5 cm. Dampak status gizi ibu yang kurang dari normal dapat meningkatkan risiko anemia, pendarahan, dan penyakit infeksi. Selain itu, juga berdampak pada proses persalinan, termasuk risiko persalinan yang lama, persalinan prematur, dan persalinan sesar cenderung meningkat. Dengan masih tingginya angka kekurangan energi kronis (KEK) di Indonesia dan global, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Bentuk penelitian ini adalah Tinjauan Pustaka menggunakan penelusuran jurnal di Google Scholar dan Pubmad. Kata kunci yang digunakan adalah KEK, Kehamilan. Setelah diseleksi, sepuluh jurnal diperoleh untuk ditinjau, kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan defisiensi energi kronis pada ibu hamil meliputi paritas, asupan nutrisi, ekonomi, pengetahuan, konsumsi makanan tambahan, dan usia.</p>Siti SunarniIs Susiloningtyas
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943052306010.56338/jks.v9i4.10758Penguatan Etika Bisnis Dalam Praktek Bisnis Digital Pada Siswa Jurusan Bisnis Digital Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pontianak
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10764
<p>Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi dengan masih sering ditemukannya tindakan curang (penipuan) dalam penyelenggaraan bisnis. Sehubungan dengan hal tersebut, adanya pergeseran pelaksanaan binis secara digital tentunya harus disertai dengan penyediaan kualitas tenaga kerja di bidang bisnis digital tersebut. Penyiapan tenaga kerja tersebut, tidak hanya pada tataran pada kompetensi berupa pengetahuan dan kemahiran dalam praktek bisnis digital. Namun penting pula adanya kesadaran hukum yang dimiliki, sehingga akan selalu mengedepankan penerapan etika dalam praktek bisnis digital. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini berupa penyuluhan hukum melalui pemaparan materi serta diskusi terkait kerangka hukum terkait penyelenggaraan kegiatan bisnis secara digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa secara umum para siswa telah memiliki pemahaman terkait pelaksanaan kegiatan bisnis secara digital. Selain itu, pada dasarnya para siswa telah mengetahui pula mengenai adanya penipuan yang terjadi dalam praktek bisnis digital. Namun, khusus mengenai konstruksi pengaturan hukum terkait penyelenggaraan bisnis secara digital menjadi informasi yang relatif baru dan sangat relevan dalam menambah pengetahuan praktek bisnis digital dalam perspektif hukum bagi para siswa. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini dapat menjadi salah satu media guna menumbuhkembangkan pemahaman terkait kerangka pengaturan hukum dalam bisnis digital guna membangun kesadaran mengenai penerapan etika dalam praktek bisnis digital.</p>AnnurdiAnita YuliastiniResmaya Agnesia Mutiara SiraitThadeus Yus
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943061307110.56338/jks.v9i4.10764Efektivitas Komunikasi Pariwisata dalam Meningkatkan Wisata Budaya dan Sejarah Melalui Aktivitas Walking Tour oleh PLGGoodGuide
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10774
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap sejarah lokal Kota Palembang serta citra kota yang lebih dikenal sebagai destinasi wisata kuliner dibandingkan wisata budaya dan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi pariwisata dalam meningkatkan minat wisata budaya dan sejarah melalui aktivitas <em>walking tour</em> yang diselenggarakan oleh Palembang <em>Good Guide</em>. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari founder, <em>tour guide</em>, dan wisatawan yang mengikuti kegiatan <em>walking tour</em>. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori AIDDA (<em>Attention, Interest, Desire, Decision, Action</em>) untuk menganalisis efektivitas komunikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pariwisata yang dilakukan oleh Palembang <em>Good Guide</em> melalui aktivitas <em>walking tour</em> berjalan efektif dalam menarik perhatian, menumbuhkan minat, membangun keinginan, hingga mendorong tindakan wisatawan untuk mengikuti kegiatan wisata budaya dan sejarah. Hal ini didukung oleh penggunaan <em>storytelling</em> yang menarik, interaksi langsung, serta penyampaian informasi yang komunikatif dan edukatif. Dengan demikian, aktivitas <em>walking tour</em> tidak hanya sebagai kegiatan wisata, tetapi juga sebagai media komunikasi pariwisata yang mampu meningkatkan pemahaman dan ketertarikan wisatawan terhadap sejarah dan budaya Kota Palembang.</p>Aliza Apri LianiFera IndasariM. Mifta Farid
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943072307810.56338/jks.v9i4.10774Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Edukasi Literasi Digital untuk Meningkatkan Partisipasi Ekonomi di Era Teknologi di Kota Makassar
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10783
<p>Transformasi digital memberikan peluang baru dalam peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk bagi ibu rumah tangga. Namun, keterbatasan literasi digital masih menjadi kendala utama bagi sebagian ibu rumah tangga dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi literasi digital terhadap peningkatan partisipasi ekonomi ibu rumah tangga di Kota Makassar.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan <strong>mixed methods</strong> dengan mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Responden penelitian adalah ibu rumah tangga yang mengikuti program edukasi literasi digital. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat literasi digital dan partisipasi ekonomi, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD).</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti edukasi literasi digital, pemahaman ibu rumah tangga terhadap teknologi digital masih terbatas pada penggunaan untuk komunikasi dan hiburan. Setelah mengikuti program edukasi, terjadi peningkatan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana kegiatan ekonomi seperti pemasaran online dan pengembangan usaha rumahan. Selain itu, literasi digital juga meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi ibu rumah tangga dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif.</p> <p>Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi literasi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi ekonomi ibu rumah tangga. Oleh karena itu, program literasi digital berbasis komunitas perlu terus dikembangkan sebagai strategi pemberdayaan ekonomi perempuan di era digital.</p>Wenni WahyuniFitriaFirda Wulansari
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943079308210.56338/jks.v9i4.10783Dampak Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Akses Dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10784
<p>Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak kebijakan JKN terhadap akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo.</p> <p>Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan kunci kepala puskesmas dan operator JKN, Informan biasa 3 orang yaitu kepala tata usaha, perawat dan petugas P-Care, dan informan penunjang 2 orang yaitu pasien JKN PBI dan Non-PBI.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan dampak kebijakan JKN terhadap akses pelayanan kesehatan berdampak positif ditinjau dari aspek keterjangkauan finansial, ketersediaan layanan, aksesibilitas fisik, kemudahan administrasi dan kesesuaian layanan dan dampak kebijakan JKN terhadap kualitas pelayanan kesehatan berdampak positif ditinjau dari aspek struktur, proses, dan outcome.</p> <p>Kebijakan JKN meningkatkan akses pelayanan kesehatan, namun peningkatan kualitas pelayanan belum optimal. Diperlukan penguatan sumber daya dan sistem pelayanan untuk meningkatkan mutu layanan.</p>Siti Fatmawati R. PatamaniIrwanAndi MursyidahSuardiUlfa Aulia
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943083309410.56338/jks.v9i4.10784Pengaruh Graphic Health Warning Terhadap Niat Berhenti Merokok Remaja dan Nilainya Sebagai ‘Sipakainge’ Pada Suku Makassar - Bugis
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10450
<p>Semua produk-produk rokok diharuskan untuk menampilkan peringatan bahaya merokok bagi kesehatan berupa gambar bungkus rokok yang bertujuan memberikan masyarakat informasi yang jelas dan benar tentang dampak merokok. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengurangi kebiasaan merokok adalah dengan menyertakan peringatan gambar kesehatan pada kemasan rokok sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2017. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh <em>Graphic Health Warning</em> (GHW) terhadap niat berhenti merokok remaja dan melihat nilainya dari sudut pandang <em>Sipakainge’</em> suku Makassar-Bugis. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Kebaharuan dari penelitian ini adalah melakukan pengkajian GHW terhadap sudut pandang nilai <em>Sipakainge’</em>suku Makassar – Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh GHW terhadap niat berhenti merokok pada remaja dan GHW menjadi peringatan visual pada suku Makassar – Bugis. Disarankan untuk pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan budaya dalam membuat intervensi Upaya Berhenti Merokok di Indonesia</p>Alfonsius TandiassangNur Inayah IsmaniarYulita Sirinti PongtambingMutjahidah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943095310510.56338/jks.v9i4.10450Dampak Waduk Terhadap Pertanian dan Kesejahteraan Petani Desa Cengkir
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9472
<p>Waduk adalah salah satu hasil karya manusia yang memiliki peranan krusial dalam kehidupan komunitas, terutama dalam sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak adanya waduk terhadap aktivitas pertanian masyarakat di sekitarnya. Dari hasil penelitian, terungkap bahwa waduk berperan memberikan ketersediaan air yang konsisten sepanjang tahun, sehingga memungkinkan para petani untuk melakukan penanaman padi serta berbagai tanaman lainnya dengan cara berkelanjutan, bahkan saat musim kering. Selain itu, waduk juga memiliki dampak pada aspek sosial ekonomi komunitas, seperti peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.</p>Cindy Novita SariUlfi Aminatuz Zahro
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-202026-04-20943106311010.56338/jks.v9i4.9472Penyalahgunaan Hak (Abuse Of Rights) Sebagai Bentuk Perbuatan Melawan Hukum Dalam Praktik Peradilan Indonesia
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10408
<p>Penyalahgunaan hak (<em>abuse of rights</em>) merupakan konsep yang berkembang dalam doktrin hukum perdata modern, yang menegaskan bahwa setiap hak tidak dapat digunakan secara absolut tanpa mempertimbangkan batasan kepatutan, itikad baik, serta fungsi sosialnya. Dalam praktik peradilan di Indonesia, konsep ini kerap dihubungkan dengan perbuatan melawan hukum (PMH), khususnya ketika penggunaan hak secara formal sah justru menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi yuridis penyalahgunaan hak sebagai bagian dari PMH serta menganalisis penerapannya dalam praktik peradilan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, yang didukung oleh analisis terhadap putusan pengadilan sebagai bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun konsep penyalahgunaan hak belum diatur secara eksplisit dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), eksistensinya telah diakui melalui perkembangan yurisprudensi dan doktrin hukum. Hakim dalam berbagai putusan cenderung menggunakan pendekatan substantif dengan mempertimbangkan unsur itikad baik, kepatutan, dan tujuan penggunaan hak dalam menilai ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum. Dengan demikian, penggunaan hak yang melampaui batas kewajaran atau dilakukan dengan maksud merugikan pihak lain dapat dikualifikasikan sebagai PMH. Implikasi dari pengakuan ini adalah terbukanya ruang perlindungan hukum yang lebih luas bagi pihak yang dirugikan, serta adanya pergeseran paradigma dari kepastian hukum formal menuju keadilan substantif. Oleh karena itu, penyalahgunaan hak memiliki relevansi penting dalam memperkuat perlindungan terhadap hak subjektif dalam sistem hukum perdata Indonesia.</p>Agnes Maria Janni WidyawatiHeri PurnomoMig Irianto Legowo
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-192026-04-19943111311910.56338/jks.v9i4.10408Analisis Teknik dan Kesalahan Penerjemahan pada Hasil Terjemahan Mahasiswa
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10957
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik penerjemahan dan jenis kesalahan yang terdapat dalam teks terjemahan mahasiswa semester empat. Data penelitian berupa hasil terjemahan teks bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia yang dilakukan oleh lima mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis teknik penerjemahan mengacu pada teori Molina dan Albir (2002), sedangkan analisis kesalahan mengacu pada klasifikasi kesalahan dari Dulay, Burt, dan Krashen (1982) serta ditinjau dari aspek linguistik dan kaidah bahasa Indonesia (PUEBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik yang paling dominan digunakan adalah terjemahan harfiah, diikuti oleh transposisi, modulasi, dan peminjaman. Sementara itu, kesalahan yang paling sering ditemukan meliputi kesalahan leksikal, gramatikal, semantik, serta kesalahan ejaan dan tanda baca. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih cenderung menerjemahkan secara kata demi kata dan belum sepenuhnya mempertimbangkan kealamian bahasa sasaran. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran penerjemahan yang lebih menekankan pada pemahaman konteks dan penggunaan teknik yang tepat.</p>Laila Kurniawaty
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-292026-04-29943120312810.56338/jks.v9i4.10957Rancangan Campuran Lapis Pondasi Bawah Perkerasan Jalan Menggunakan Material Sungai Sombe Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10958
<p><em>Sungai Sombe adalah salah satu sungai yang ada di Desa Porame Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki sumber material yang cukup potensial sebagai bahan material campuran lapis pondasi Bawah dengan lebar sungai 100 meter, panjang 10 kilometer dan kedalaman 2 meter, kandungan material di Sungai Sombe ialah 2,000,000 m<sup>3</sup>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan sifat mekanik material Sungai Sombe sebagai bahan campuran lapis pondasi bawah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental yaitu dengan pengujian laboratorium berupa pengujian keausan agregat, butiran pecah, indeks plastisitas, gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat, CBR laboratorium, perbandingan persen lolos ayakan No. 200 dan No. 40.</em></p> <p><em>Berdasarkan hasil pengujian sifat fisik dan mekanik menunjukkan bahan material Sungai Sombe memenuhi Spesifikasi Umum Direktur Jendral Bina Marga 2018 Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan Divisi 5 Tentang Lapis Pondasi Agregat kelas B. Dengan nilai keausan agregat sebesar 18,60 %, butiran pecah tertahan No. 4 sebesar 98/97, indeks plastisitas menunjukkan non plastis, gumpalan lempung dan butiran mudah pecah sebesar 0,716 %, CBR rendaman sebesar 68,00</em></p> <p><em>%, perbandingan persen lolos ayakan No. 200 dan No. 40 sebesar 0,276, rancangan proporsi campuran agregat sebesar 20,00 % untuk batu pecah 2’’ (2-5 cm), 25,00 % untuk batu pecah 3/4’’ (1-2 cm), 25,00 % untuk sirtu lolos saringan No. 4, dan 30,00 % untuk abu batu.</em></p>Ahmad RiefandiHasanuddinSukiman Nurdin
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-04-292026-04-29943129314410.56338/jks.v9i4.10958Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Mahasiswa di Asrama VII Tondano
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10785
<p>Asrama mahasiswa merupakan lingkungan sosial yang berpotensi membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS merupakan upaya preventif yang penting dalam meningkatkan derajat kesehatan individu dan lingkungan, namun penerapannya di asrama masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas, pengawasan, dan kesadaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku hidup bersih dan sehat mahasiswa yang tinggal di asrama Universitas Negeri Manado berdasarkan karakteristik responden dan indikator PHBS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mencakup empat indikator utama, yaitu kebersihan diri, kebersihan lingkungan, pola makan dan aktivitas fisik, serta pencegahan penyakit. Jumlah responden sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih dengan teknik total sampling, dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 21–25 tahun (60%), berjenis kelamin perempuan (51,2%), dan telah tinggal di asrama lebih dari tiga tahun (53,8%). Tingkat PHBS mahasiswa berada pada kategori baik (50%), cukup (47,5%), dan kurang (2,5%). Indikator dengan skor tertinggi adalah kebersihan diri, sedangkan terendah adalah kebersihan lingkungan dan pola makan sehat. Secara keseluruhan, perilaku hidup bersih dan sehat mahasiswa asrama tergolong cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan edukasi, kesadaran, dan fasilitas pendukung untuk memperkuat penerapan PHBS secara konsisten.</p>Selpina TobaiRichard A. PalilinganVera D. Tombokan
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10785Pengaruh Keterlibatan Keluarga Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Cv. Nazaret Group Tolai Kabupaten Parimo
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10786
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlibatan keluarga dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada CV. Nazaret Group Tolai Kabupaten Parimo, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor alat berat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian berjumlah 69 karyawan CV. Nazaret Group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara uji simultan keterlibatan keluarga dan kompensasi berpengaruh singnifikan terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan uji parsial, keterlibatan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Kondisi ini mencerminkan karakteristik pekerjaan kontraktor alat berat, di mana kepuasan kerja lebih banyak ditentukan oleh faktor internal perusahaan dibanding dukungan lingkungan eksternal. Sebaliknya, kompensasi terbukti memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja. Secara umum, penelitian ini memberikan gambaran bahwa dalam konteks pekerjaan dengan risiko tinggi seperti kontraktor alat berat, kepuasan kerja karyawan sangat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan ekonomi, rasa aman, dan penghargaan atas beban kerja, sementara peran dukungan keluarga bersifat melengkapi namun tidak menentukan.</p>Theodorus FijayDwi WahyonoTuru Salandra
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10786KAJIAN LITERATUR KARAKTERISTIK GEJALA DAN INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT BERCAK DAUN PADA BIBIT PRE-NURSERY HINGGA TBM TANAMAN KELAPA SAWIT
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10795
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Kelapa sawit <em>(Elaeis guineensis Jacq.)</em> merupakan salah satu komoditas perkebunan utama yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun dalam proses budidayanya, tanaman kelapa sawit sering mengalami gangguan organisme pengganggu tanaman, salah satunya adalah penyakit bercak daun. Penyakit ini umumnya menyerang tanaman pada fase pembibitan hingga tanaman belum menghasilkan (TBM) dan dapat menurunkan kualitas serta pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik gejala serta intensitas serangan penyakit bercak daun pada bibit kelapa sawit berdasarkan berbagai sumber literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel ilmiah, jurnal penelitian, serta buku yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyakit bercak daun pada kelapa sawit umumnya disebabkan oleh beberapa jenis jamur patogen seperti <em>Curvularia sp.</em>, <em>Pestalotiopsis sp.</em>, <em>Drechslera sp.</em>, dan <em>Phyllosticta sp.</em> Gejala penyakit ditandai dengan munculnya bercak kecil berwarna kuning yang kemudian berkembang menjadi bercak coklat hingga menyebabkan nekrosis pada daun. Intensitas serangan penyakit bervariasi tergantung kondisi lingkungan, varietas tanaman, serta pengelolaan pembibitan, dengan tingkat serangan yang dapat mencapai lebih dari 30% pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, pengamatan dini serta pengelolaan pembibitan yang baik sangat diperlukan untuk menekan perkembangan penyakit bercak daun pada tanaman kelapa sawit.</p> </td> </tr> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) is one of the main plantation commodities that plays an important role in the Indonesian economy. However, during the cultivation process, oil palm plants often experience disturbances from plant pests, one of which is leaf spot disease. This disease generally attacks plants from the nursery phase to the immature plant (TBM) and can reduce plant quality and growth. This study aims to examine the characteristics of symptoms and the intensity of leaf spot disease attacks on oil palm seedlings based on various literature sources. The research method used is a literature review by collecting and analyzing various scientific articles, research journals, and books relevant to the research topic. The results of the study indicate that leaf spot disease in oil palm is generally caused by several types of pathogenic fungi such as Curvularia sp., Pestalotiopsis sp., Drechslera sp., and Phyllosticta sp. Symptoms of the disease are characterized by the appearance of small yellow spots that then develop into brown spots and cause necrosis on the leaves. The intensity of disease attacks varies depending on environmental conditions, plant varieties, and nursery management, with attack rates that can reach more than 30% under certain conditions. Therefore, early observation and good nursery management are very necessary to suppress the development of leaf spot disease in oil palm plants.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Boy Sahat Parulian SamosirNovita HerawatiKhoiril HusniMuhammad Shaleh SitompulGuntoro
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10795Analisis Persepsi Pengunjung terhadap Kualitas Ruang Taman Nasional Hasanuddin Menggunakan Metode Semantic Differential
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10790
<p>Ruang terbuka publik berupa taman kota memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan serta mendukung aktivitas sosial dan rekreasi masyarakat. Penilaian kualitas taman tidak hanya ditentukan oleh aspek fisik, tetapi juga oleh persepsi pengunjung terhadap pengalaman ruang yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kualitas Taman Hasanuddin di Kota Palu menggunakan metode semantic differential. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang terdiri atas sepuluh pasangan kata bipolar, yaitu buruk–indah, sempit–lapang, kotor–bersih, berantakan–rapi, tidak aman–aman, monoton–unik, membosankan–menyenangkan, buatan–alami, panas–teduh, dan tidak menarik–menarik. Data diperoleh dari 30 responden yang merupakan pengunjung taman dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator memperoleh nilai rata-rata di atas 4,50 yang menunjukkan persepsi masyarakat berada pada kategori sangat positif terhadap kualitas taman. Indikator tidak menarik–menarik memperoleh nilai tertinggi (4,93), diikuti indikator berantakan–rapi (4,90), serta sempit–lapang dan panas–teduh (4,86). Sementara itu, indikator tidak aman–aman, membosankan–menyenangkan, dan buatan–alami memperoleh nilai relatif lebih rendah meskipun tetap berada pada kategori positif. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas visual, keteraturan ruang, dan kelapangan taman menjadi faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengunjung. Penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi taman kota perlu mempertimbangkan persepsi pengguna sebagai dasar dalam peningkatan kualitas ruang terbuka publik.</p>Nadhil TamimiNike Dyah PermataMunarsi MunandarDui Buana MustakimaIsti NugrohoNurul Hikmah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10790Pengaruh Persepsi Harga Dan Promosi Digital Terhadap Keputusan Pengunjung Menginap Di Hotel Jazz Di Kota Palu
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10797
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi harga dan promosi digital terhadap keputusan pengunjung menginap pada Hotel Jazz di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung yang menginap di Hotel Jazz Palu, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga dan promosi digital secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pengunjung menginap pada Hotel Jazz Palu. Secara parsial, persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pengunjung menginap, demikian pula promosi digital yang juga menunjukkan pengaruh signifikan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,376 menunjukkan bahwa persepsi harga dan promosi digital mampu menjelaskan keputusan pengunjung menginap sebesar 37,6%, sedangkan sisanya sebesar 62,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian, seperti kualitas pelayanan, fasilitas hotel, lokasi hotel, dan citra merek hotel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persepsi harga dan promosi digital memiliki peranan penting dalam mempengaruhi keputusan pengunjung untuk menginap di Hotel Jazz Palu.</p>Ni Made SriyantiHariyanto R. DjatolaNurhadi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10797Penerapan Akuntansi Lingkungan Pada Rumah Sakit Umum Anutapura Kota Palu
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10799
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Akuntansi Lingungan berdasarkan SAP No. 71 Tahun 2010 di Rumah Sakit Umum Anutapura Kota Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSU Anutapura telah melakukan pengelolaan limbah medis dengan baik sesuai prosedur sebagai upaya pencegahan pencemaran lingkungan. Pada tahap identifikasi, pengakuan, pengukuran, dan penyajian biaya lingkungan, RSU Anutapura sudah mengikuti ketentuan SAP No. 71 Tahun 2010, namun biaya lingkungan belum dipisahkan secara khusus dalam laporan keuangan dan masih digabung dengan biaya operasional lainnya. Selain itu, RSU Anutapura belum menyajikan pengungkapan khusus mengenai biaya lingkungan dalam catatan atas laporan keuangan, meskipun terdapat pengungkapan secara deskriptif dalam laporan lain.</p>Iin Angraini Ke’etiDini RosyadaDini RosyadaIrma
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10799Pengaruh Citra Destinasi Dan E-Wom Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Pantai Kura-Kura Baneoge Beach Club Di Kabupaten Donggala
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10800
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra destinasi dan E-WOM terhadap minat berkunjung wisatawan baik secara simultan maupun parsial. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 96 pengunjung Pantai Kura-Kura Baneoge Beach Club yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra destinasi dan E-WOM secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji F yang menunjukkan nilai Fhitung sebesar 7,337 lebih besar dari Ftabel sebesar 3,09 dengan tingkat signifikansi 0,001 < (0,05). Nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,471 menunjukkan adanya hubungan positif dengan tingkat keeratan sedang antara citra destinasi dan E-WOM terhadap minat berkunjung. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,205 menunjukkan bahwa citra destinasi dan E-WOM mampu menjelaskan variasi minat berkunjung sebesar 20,5%, sedangkan 79,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan dengan nilai t-hitung sebesar 3,720 > t-tabel 1,985 dan nilai signifikansi 0,000 < (0,05). Sementara itu, E-WOM berpengaruh positif tidak signifikan terhadap minat berkunjung dengan nilai t-hitung sebesar 0,169 < t-tabel 1,985 dan nilai signifikansi 0,866 > (0,05).</p>Nur IndahHariyanto R. DjatolaDwi Wahyono
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10800PROSES PENGAJUAN SANTUNAN JASA RAHARJA OLEH MASYARAKAT PADA KECELAKAAN LALU LINTAS DI POLSEK KETAHUN
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10812
<p><em>Traffic accidents frequently occur and cause both material and immaterial losses to victims. The government, through Jasa Raharja, provides compensation as a form of social protection; however, many people still lack understanding of the claim procedures, leading to various obstacles. This study aims to determine the process of claiming Jasa Raharja compensation within the jurisdiction of the Ketahun Police Sector and to identify the obstacles encountered. The method used is empirical legal research with a socio-legal approach, utilizing primary data from interviews and secondary data from literature studies. Data analysis is conducted using a descriptive qualitative method. The results show that the claim process begins with reporting the accident, followed by the collection of administrative requirements, and verification before compensation is granted. The obstacles include lack of public understanding, incomplete documents, delays in reporting, and insufficient coordination with the police. In conclusion, the process has been carried out according to procedures; however, improved public outreach and coordination are needed to enhance effectiveness.</em></p>CARLOS CHAISAR HERIYAN CARLOS
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10812PENGARUH CONTENT MARKETING, PRODUCT DIVERSITY, DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI MINAT BELI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SOCIAL COMMERCE TIKTOK SHOP (Studi Pada Masyarakat Kota Dumai)
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10829
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Perkembangan <em>social commerce</em>, khususnya TikTok Shop telah mengubah perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>Content Marketing</em>, <em>Product Diversity</em>, dan <em>Electronic Word of Mouth</em> (e-WOM) terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat Beli sebagai variabel intervening pada <em>Social Commerce</em> TikTok Shop (studi pada masyarakat Kota Dumai). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat Kota Dumai yang pernah melakukan pembelian di TikTok Shop pada periode 2024-2025. Teknik analisis data menggunakan <em>Structural Equation Model–Partial Least Square</em> (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Content Marketing</em> dan <em>Product Diversity</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli dan Keputusan Pembelian, sedangkan <em>Electronic Word of Mouth</em> (e-WOM) tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli maupun Keputusan Pembelian. Selain itu, Minat Beli tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian dan tidak mampu memediasi pengaruh <em>Content Marketing</em>, <em>Product Diversity</em>, dan e-WOM terhadap Keputusan Pembelian. Nilai <em>R-square</em> menunjukkan bahwa variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh variabel <em>Content Marketing</em>, <em>Product Diversity</em>, dan <em>Electronic Word of Mouth</em> melalui Minat Beli sebesar 0.709 (70,9%), sedangkan sisanya 29,1% dijelasakan oleh variabel lain diluar model penelitian. Sementara itu, variabel Minat Beli dapat dijelaskan oleh variabel <em>Content Marketing</em>, <em>Product Diversity</em>, dan <em>Electronic Word of Mouth</em> sebesar 0.675 (67,5%), sedangkan sisanya 32,5% dijelasakan oleh variabel lain diluar model penelitian.</p> <p><strong> </strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p><em>The development of social commerce, particularly TikTok Shop, has transformed consumer behavior in making purchase decisions. This study aims to analyze the influence of Content Marketing, Product Diversity, and Electronic Word of Mouth (e-WOM) on Purchase Decisions through Purchase Intention as an intervening variable in TikTok Shop social commerce (a study of the people of Dumai City). This research adopts a quantitative approach using a survey method. Data were collected through the distribution of questionnaires to residents of Dumai City who had made purchases on TikTok Shop during the 2024–2025 period. Data analysis was conducted using the Structural Equation Model–Partial Least Square (SEM-PLS) technique. The results indicate that Content Marketing and Product Diversity have a positive and significant effect on Purchase Intention and Purchase Decisions, while Electronic Word of Mouth (e-WOM) has no significant effect on either Purchase Intention or Purchase Decisions. Furthermore, Purchase Intention does not have a significant effect on Purchase Decisions and does not mediate the relationship between Content Marketing, Product Diversity, and e-WOM on Purchase Decisions. The R-square values show that Purchase Decisions can be explained by Content Marketing, Product Diversity, and Electronic Word of Mouth through Purchase Intention by 0.709 (70.9%), while the remaining 29.1% is explained by other variables outside the research model. Meanwhile, Purchase Intention can be explained by Content Marketing, Product Diversity, and Electronic Word of Mouth by 0.675 (67.5%), with the remaining 32.5% explained by other variables outside the research model.</em></p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>Ahsan ZaimNurrahmi Hayani
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10829DINAMIKA VARIABILITAS IKLIM DAN STRATEGI MITIGASI PENYAKIT GUGUR DAUN Pestalotiopsis Sp. PADA TANAMAN KARET (Hevea Brasiliensis)
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10849
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penyakit Gugur Daun (PGD) yang disebabkan oleh jamur Pestalotiopsis sp. telah menjadi ancaman baru yang serius bagi industri perkebunan karet di Indonesia, dengan potensi penurunan produksi lateks hingga 80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh faktor abiotik dan perubahan iklim terhadap perkembangan penyakit tersebut, serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literature review) dengan menyimpulkan data dari sumber ilmiah terpercaya, termasuk jurnal nasional, dan laporan riset yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel iklim seperti suhu udara (23°C–28°C), kelembapan tinggi (&gt;85%), dan intensitas hujan yang ekstrem merupakan pemicu utama percepatan siklus infeksi dan penyebaran konidia patogen. Selain faktor lingkungan, ketahanan fisiologis tanaman yang didukung oleh pemupukan tambahan (N, P, K) dan penggunaan klon yang tahan (seperti RRIC 100 dan IRR 39) terbukti mampu mengurangi tingkat keparahan penyakit. Strategi pengendalian masa depan harus menggabungkan sistem peramalan epidemi yang berbasis data cuaca dengan penggunaan agens hayati untuk menciptakan pengelolaan perkebunan yang lebih preventif dan berkelanjutan.</p> </td> </tr> <tr> <td width="394"> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p>Rubber Leaf Fall Disease (LFD) caused by the fungus <em>Pestalotiopsis</em> sp. has emerged as a serious new threat to the Indonesian rubber industry, with the potential to reduce latex production by up to 80%. This study aims to assess the influence of abiotic factors and climate change on the progression of the disease, as well as to formulate effective mitigation strategies. The research method employed is a systematic literature review, synthesizing data from credible scientific sources, including national journals and relevant research reports. The results indicate that climatic variables such as air temperature (23°C–28°C), high humidity (>85%), and extreme rainfall intensity are the primary triggers for the accelerated infection cycle and the dispersal of pathogen conidia. Beyond environmental factors, the physiological resistance of plants supported by supplemental fertilization (N, P, K) and the use of resistant clones (such as RRIC 100 and IRR 39) is proven to reduce disease severity. Future control strategies must integrate weather-based epidemic forecasting systems with the use of biological agents to establish more preventive and sustainable plantation management.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Naina Putri RahmadaniRafi AlkhoiriAles SandroAzwi Reza Fahlevi PanjaitanGuntoro
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10849Hubungan Gaya Hidup terhadap Risiko Kejadian Presbikusis pada Pasien Diabetes dan Hipertensi di Puskesmas Kedungmundu
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10851
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Presbikusis atau <em>age-related hearing loss</em> merupakan gangguan pendengaran progresif akibat proses penuaan yang berdampak pada kualitas hidup lansia. Selain faktor usia, gaya hidup seperti aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan pola makan diduga berperan dalam meningkatkan risiko presbikusis, terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian presbikusis pada pasien lansia dengan diabetes melitus dan hipertensi di Puskesmas Kedungmundu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan audiometri untuk menilai presbikusis serta kuesioner gaya hidup yang meliputi aktivitas fisik (IPAQ-SF), kebiasaan merokok, dan pola makan (FFQ). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square.Dari 51 responden, sebagian besar memiliki gaya hidup tidak sehat (68,6%). Proporsi presbikusis lebih tinggi pada kelompok dengan gaya hidup tidak sehat (80,0%) dibandingkan kelompok dengan gaya hidup sehat (43,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,010 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dan kejadian presbikusis. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian presbikusis pada pasien diabetes melitus dan hipertensi. Gaya hidup tidak sehat meningkatkan proporsi kejadian presbikusis.</p> </td> </tr> <tr> <td width="394"> <p><strong> </strong></p> <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p><em>Presbycusis, or age-related hearing loss, is a progressive hearing impairment caused by aging that impacts the quality of life of the elderly. In addition to age, lifestyle factors such as physical activity, smoking, and diet are thought to increase the risk of presbycusis, especially in patients with chronic diseases such as diabetes mellitus and hypertension. This study aimed to determine the relationship between lifestyle and the incidence of presbycusis in elderly patients with diabetes mellitus and hypertension at the Kedungmundu Community Health Center. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 51 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. Data were collected through audiometric examinations to assess presbycusis and a lifestyle questionnaire covering physical activity (IPAQ-SF), smoking habits, and diet (FFQ). Analysis was performed using the Chi-square test. </em>Of the 51 respondents, the majority (68.6%) had an unhealthy lifestyle. The proportion of presbycusis was higher in the unhealthy lifestyle group (80.0%) than in the healthy lifestyle group (43.8%). The chi-square test results showed a p-value of 0.010, indicating a significant relationship between lifestyle and the incidence of presbycusis. There was a significant relationship between lifestyle and the incidence of presbycusis in patients with diabetes mellitus and hypertension. An unhealthy lifestyle increased the incidence of presbycusis.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Rano AditomoFeni ArraiyanfiAndriana Tjitria Widi Wardani SardjanaReza Adityas Trisnadi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10851Analisis Kompensasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening di PT. Cahaya Sukses Pratama Gunung Putri Bogor
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10861
<p><strong>ABSTRAK</strong> <br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT Cahaya Sukses Pratama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi berjumlah 245 karyawan dengan sampel 80 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier ganda dengan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, motivasi kerja terbukti mampu memediasi pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan berdasarkan uji Sobel, sementara lingkungan kerja tidak mampu memediasi pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja karyawan lebih dipengaruhi oleh faktor kompensasi dan motivasi dibandingkan lingkungan kerja.<br><strong>ABSTRACT</strong> <br>This study aims to analyze the effect of compensation, work environment, and work motivation on employee performance at PT Cahaya Sukses Pratama. The research applies a quantitative approach with a causal design. The population consists of 245 employees, with 80 respondents selected using the Slovin formula with a 10% margin of error. Data were collected through a closed-ended questionnaire using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression with t-test and F-test. The results indicate that compensation and work motivation have a positive and significant effect on employee performance, while the work environment does not show a significant effect. Furthermore, work motivation is proven to mediate the effect of compensation on performance based on the Sobel test, whereas the work environment does not mediate the effect of motivation on performance. These findings highlight that employee performance is more influenced by compensation and motivation than by the work environment.</p> <p> </p>Cici Maria SitompulSusanti Widhiastuti
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10861Peran Dinas Perhubungan Dalam Penataan Trayek Angkutan Umum Di Kabupaten Manggarai (Studi Kasus Di Kecamatan Langke Rembong)
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10883
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai dalam penataan trayek angkutan umum di Kecamatan Langke Rembong, yang merupakan pusat administrasi dan ekonomi kabupaten. Menggunakan teori peran organisasi yang dikemukakan oleh Siagian (2003), penelitian ini mengevaluasi tiga dimensi utama: peran interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 17 informan, termasuk pejabat dinas, operator angkutan, dan penumpang, serta observasi lapangan dan analisis dokumentasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) periode 2021-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Perhubungan belum berjalan optimal. Pada dimensi interpersonal, komunikasi persuasif yang dilakukan belum mampu mendorong kepatuhan sopir secara berkelanjutan. Secara informasional, ketergantungan pada pengelolaan data manual dan sosialisasi yang tidak konsisten menyebabkan kesenjangan informasi yang signifikan. Pada dimensi pengambilan keputusan, ketiadaan terminal pusat serta stagnasi pengujian kelaikan kendaraan (KIR). Studi ini merekomendasikan implementasi sistem informasi digital, prioritas akreditasi KIR, dan pembangunan infrastruktur terpusat untuk menciptakan ekosistem transportasi yang lebih tertib dan aman di Manggarai.</p> </td> </tr> <tr> <td width="394"> <p><strong>A</strong><strong>BSTRACT </strong></p> <p><em>This study aims to analyze the role of the Transportation Department of Manggarai Regency in the management of public transport routes in Langke Rembong District, which serves as the administrative and economic hub of the regency. Utilizing the organizational role theory proposed by Siagian (2003), the research evaluates three key dimensions: interpersonal, informational, and decision-making roles. The research employs a qualitative descriptive approach with a case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews with 17 informants, including department officials, transport operators, and passengers, supplemented by field observations and documentation analysis of the Government Institution Performance Accountability Reports (LKIP) from 2021 to 2023. The findings reveal that the role of the Transportation Department has not been optimal. In the interpersonal dimension, while persuasive communication exists, it has failed to foster sustainable compliance among drivers. Informationally, the reliance on manual data management and inconsistent socialization has created significant information gaps. In the decision-making dimension, the absence of a central terminal and the stagnation of vehicle roadworthiness testing (KIR</em><em>)</em><em>. The study recommends the implementation of digital information systems, the prioritization of KIR accreditation, and the development of centralized infrastructure to create a more orderly and safe transportation ecosystem in Manggarai.</em></p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>Lucianus Grachiano RogeMarthina Raga LayJim Briand KoliananAdriana Rodina Fallo
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10883Analisis Peran Tour Leader Dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah Jamaah Umrah Di PT Sukses Internasional Tour Dan Travel Regional Bukittinggi
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10882
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah, khususnya peran tour leader sebagai pendamping utama jamaah selama perjalanan. Tour leader memiliki tanggung jawab dalam mengatur perjalanan, memberikan arahan ibadah, serta memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tour leader dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah umrah serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaannya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tour leader serta beberapa jamaah umrah di PT Sukses Internasional Tour & Travel Regional Bukittinggi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai peran tour leader dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah umrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tour leader memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah umrah melalui tiga peran utama, yaitu sebagai organizer, communicator, dan mover group. Sebagai organizer, tour leader bertanggung jawab dalam mengatur dan mengoordinasikan seluruh rangkaian perjalanan jamaah. Sebagai communicator, tour leader berperan dalam menyampaikan informasi secara jelas serta menjalin komunikasi yang efektif dengan jamaah dan pihak terkait. Sedangkan sebagai mover group, tour leader mampu menciptakan kebersamaan, menjaga kekompakan jamaah, serta memberikan motivasi spiritual selama pelaksanaan ibadah. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat faktor pendukung seperti kompetensi tour leader, komunikasi yang baik, serta fasilitas yang memadai. Sementara itu, faktor penghambat meliputi perbedaan karakter jamaah, kondisi cuaca ekstrem, kepadatan jamaah di Tanah Suci, serta kendala teknis perjalanan. Secara keseluruhan, peran tour leader memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan membantu jamaah melaksanakan ibadah umrah dengan lebih tertib, nyaman, dan khusyuk.</p> <p> </p> </td> </tr> <tr> <td width="394"> <p><strong>A</strong><strong>BSTRACT</strong></p> <p><em>This research is motivated by the importance of service quality in organizing the Umrah pilgrimage, especially the role of the tour leader as the main companion of the congregation during the trip. Tour leaders have the responsibility to organize trips, provide directions for worship, and ensure the comfort and safety of the congregation from departure to return to their homeland. Therefore, this research aims to determine the role of tour leaders in improving the quality of Umrah pilgrims' worship as well as the supporting and inhibiting factors that hinder its implementation.</em> <em>This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observation and documentation of tour leaders and several Umrah pilgrims at PT Sukses Internasional Tour & Travel Regional Bukittinggi. Data analysis was carried out through a process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions to obtain a clear picture of the role of tour leaders in improving the quality of Umrah pilgrims' worship.</em> <em>The research results show that tour leaders have a very important role in improving the quality of Umrah pilgrims' worship through three main roles, namely as organizer, communicator and group mover. As an organizer, the tour leader is responsible for organizing and coordinating the entire pilgrimage trip. As a communicator, the tour leader plays a role in conveying information clearly and creating effective communication with the congregation and related parties. Meanwhile, as a group motivator, the tour leader is able to create togetherness, maintain the unity of the congregation, and provide spiritual motivation during worship. This research also found that there are supporting factors such as tour leader competence, good communication, and adequate facilities. Meanwhile, inhibiting factors include differences in the character of the congregation, extreme weather conditions, density of congregations in the Holy Land, as well as technical obstacles to travel. Overall, the role of the tour leader makes a significant contribution in improving the quality of service and helping pilgrims carry out the Umrah pilgrimage in a more orderly, comfortable and solemn manner.</em></p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>Muhammad ReskiEra Sonita
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10882Kebijakan Pendidikan Gratis Nasional: Dampak terhadap Akses, Kualitas, dan Pemerataan Pendidikan Dasar
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10881
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Kebijakan pendidikan gratis melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan strategi krusial pemerintah Indonesia untuk menjalankan amanat konstitusi dalam mencerdaskan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi kebijakan tersebut terhadap tiga dimensi utama: aksesibilitas, kualitas pembelajaran, dan pemerataan layanan pendidikan dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menganalisis 20 referensi kunci yang terdiri dari jurnal ilmiah dan buku teks terbitan 2017-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini secara signifikan meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan menurunkan angka putus sekolah akibat kendala ekonomi. Namun, aspek kualitas pendidikan masih sangat bergantung pada manajemen sekolah dan kemampuan awal siswa, di mana intervensi finansial tidak selalu berbanding lurus dengan prestasi akademik. Selain itu, disparitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) tetap menjadi hambatan utama dalam mencapai pemerataan yang substansial. Kesimpulannya, meskipun akses telah terbuka lebar, pemerintah perlu mereformasi mekanisme penyaluran dana dan meningkatkan standar sarana-prasarana digital guna menjamin mutu pendidikan yang inklusif di seluruh wilayah Indonesia.</p> </td> </tr> <tr> <td width="394"> <p><strong>A</strong><strong>BSTRACT </strong></p> <p>The national free education policy, implemented through School Operational Assistance (BOS) and the Indonesia Smart Program (PIP), serves as a crucial government strategy to fulfill the constitutional mandate of educating the nation. This study aims to analyze the impact of these policies on three primary dimensions: accessibility, quality of learning, and equity in basic education services. The research method employed is a literature review (library research) using a qualitative descriptive approach, analyzing 20 key references including scientific journals and textbooks published between 2017 and 2025. The results indicate that the policy has significantly increased School Enrollment Rates (APS) and reduced dropout rates caused by economic constraints. However, the quality of education remains highly dependent on school management and students' prior abilities, where financial intervention does not always correlate directly with academic achievement. Furthermore, educational disparities between urban areas and Frontier, Outermost, and Terrestrial (3T) regions remain a major obstacle to achieving substantial equity. In conclusion, while access has broadened, the government needs to reform fund distribution mechanisms and improve digital infrastructure standards to ensure inclusive educational quality across all regions of Indonesia.</p> </td> </tr> </tbody> </table>AidilSeptiyan SariMelita TantularMadiAni ZulaikhahEri DiantiDarwin EfendiAkbar Riansyah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10881Perbandingan Efektivitas Metode Biologi Molekuler Real-Time PCR dan Loop-Mediated Isothermal Amplification (LAMP) dalam Mendeteksi Infeksi Plasmodium spp. pada Penyakit Malaria
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10877
<p>ABSTRAK <br>Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, terutama di wilayah tropis dan subtropis, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk memastikan terapi yang tepat serta mendukung upaya pengendalian malaria secara efektif. Metode diagnosis konvensional seperti mikroskopi dan rapid diagnostic test (RDT) memiliki beberapa keterbatasan, terutama dalam mendeteksi infeksi dengan tingkat parasitemia rendah dan infeksi campuran. Oleh karena itu, metode diagnostik molekuler seperti Real-Time Polymerase Chain Reaction (Real-Time PCR) dan Loop-Mediated Isothermal Amplification (LAMP) semakin banyak dikembangkan untuk meningkatkan sensitivitas deteksi malaria. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode Real-Time PCR dan LAMP dalam mendeteksi infeksi Plasmodium spp. berdasarkan hasil penelitian ilmiah terbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis beberapa jurnal internasional yang dipublikasikan pada tahun 2021–2024 yang mengevaluasi kinerja metode diagnostik molekuler untuk diagnosis malaria. Hasil kajian menunjukkan bahwa Real-Time PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang sangat tinggi dalam mendeteksi serta mengidentifikasi spesies Plasmodium, sehingga sangat andal sebagai metode konfirmasi diagnosis. Sementara itu, metode LAMP memiliki beberapa keunggulan seperti waktu amplifikasi yang lebih cepat, prosedur yang lebih sederhana, serta kebutuhan peralatan yang lebih minimal sehingga lebih sesuai digunakan di lapangan maupun di daerah dengan fasilitas terbatas. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa LAMP memiliki sensitivitas yang tinggi dan mampu mendeteksi infeksi malaria dengan tingkat parasitemia rendah. Dengan demikian, kedua metode ini merupakan alat diagnostik molekuler yang efektif dalam deteksi malaria, di mana Real-Time PCR unggul dalam akurasi identifikasi spesies, sedangkan LAMP menjadi alternatif yang lebih cepat dan praktis untuk diagnosis malaria di daerah dengan keterbatasan fasilitas laboratorium.</p> <p>ABSTRACT</p> <p>Malaria remains a major global health problem, particularly in tropical and subtropical regions, causing significant morbidity and mortality. Accurate and early diagnosis is essential to ensure appropriate treatment and to support effective malaria control programs. Conventional diagnostic methods such as microscopy and rapid diagnostic tests (RDTs) have several limitations, particularly in detecting low-density parasitemia and mixed infections. Therefore, molecular diagnostic techniques, including Real-Time Polymerase Chain Reaction (Real-Time PCR) and Loop-Mediated Isothermal Amplification (LAMP), have been increasingly developed to improve malaria detection. This study aims to compare the effectiveness of Real-Time PCR and LAMP methods in detecting Plasmodium spp. infections based on findings from recent scientific studies. The study employed a literature review approach by analyzing several international journals published between 2021 and 2024 that evaluated the diagnostic performance of molecular methods for malaria detection. The findings indicate that Real-Time PCR demonstrates very high sensitivity and specificity in detecting and identifying Plasmodium species, making it a reliable reference method for confirmatory diagnosis. Meanwhile, LAMP offers several advantages, including rapid amplification, simpler procedures, and minimal equipment requirements, making it more suitable for use in field settings and resource-limited areas. Several studies also reported that LAMP shows high diagnostic sensitivity comparable to PCR in detecting malaria infections, including cases with low parasite density. In conclusion, both Real-Time PCR and LAMP are effective molecular diagnostic tools for malaria detection. Real-Time PCR provides highlyaccurate species identification, whereas LAMP offers a rapid and practical alternative for malaria diagnosis, particularly in areas with limited laboratory infrastructure.</p> <p> </p>Christian Dame AdityaElisabeth MarthauliMargareth TumanseryStella Migia Putri
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10877PENGARUH MEDIA BUKU CERITA DAN VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG JAJANAN SEHAT PADA SISWA SMP NEGERI 31 MEDAN
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10710
<p>Jajanan sehat adalah makanan yang bergizi, aman dikonsumsi, tidak mengandung bahan berbahaya (pewarna tekstil, boraks, formalin), serta memenuhi standar kebersihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media buku cerita bergambar dan video animasi terhadap pengetahuan dan sikap siswa mengenai jajanan sehat di UPT SMP Negeri 31 Medan. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest two group design. Sampel dalam penelitian adalah 60 siswa kelas VIII, dengan sampel yang dipilih secara purposive. Intervensi berupa promosi kesehatan menggunakan media buku cerita dan video animasi. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah perlakuan, dianalisis menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,05) pada kedua media, dengan media video animasi lebih efektif meningkatkan pemahaman dan sikap positif siswa terhadap pemilihan jajanan sehat dibanding buku cerita. Kesimpulan, media berbasis audio-visual menjadi pilihan terbaik untuk edukasi jajanan sehat di sekolah.</p>Alya Az Zahra
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10710HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN KEMATIAN BAYI DI KOTA MEDAN
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10736
<p>Latar belakang: Berat Badan Lahir Rendazh (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko kematian bayi. Kematian bayi menjadi indikator penting kesehatan masyarakat karena mencerminkan tingkat kesejahteraan dan pelayanan kesehatan suatu wilayah. Angka Kematian Bayi dan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah merupakan indikator penting yang membantu menggambarkan derajat dari kesehatan masyarakat, khususnya pada kesehatan ibu dan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kejadian BBLR dan kematian bayi serta menganalisis hubungan di antara keduanya di wilayah Kota Medan. Metode: penelitian observasional analitik dengan pendekatan desain kohort retrospektif. Data sekunder diperoleh dari laporan rutin Dinas Kesehatan Kota Medan tahun 2023 yang tersedia. Variabel yang diteliti meliputi jumlah kejadian BBLR, kejadian kematian bayi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan distribusi kasus dan analisis kohort retrospektif untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan kematian bayi di Kota Medan. Berdasarkan analisis Chi-Square yang dilakukan menunjukkan hasil p-value dibawah 0.00 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya asosiasi statistik yang kuat antara kedua variabel. Temuan ini mengonfirmasi bahwa bayi berat lahir rendah (BBLR) berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan risiko kematian bayi dalam konteks epidemiologi lokal.</p>Alya Az Zahra
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-05-042026-05-049410.56338/jks.v9i4.10736