Jurnal Kolaboratif Sains
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS
Universitas Muhammadiyah Paluen-USJurnal Kolaboratif Sains2623-2022Pengaruh Dana Alokasi Umum Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Belanja Modal Dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Sebagai Variabel Moderasi
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9546
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Modal dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran sebagai variabel moderasi di 13 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis jalur melalui <em>Structural Equation Modeling–Partial Least Square</em> (SEM–PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana alokasi umum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Belanja Modal, menunjukkan bahwa peningkatan Dana Alokasi Umum cenderung digunakan untuk belanja rutin daripada investasi pada aset daerah. Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Belanja Modal, menunjukkan bahwa alokasi Dana Alokasi Khusus belum sepenuhnya terealisasi sebagai belanja modal karena keterlambatan penyerapan dan earmarking khusus. Surplus Pembiayaan Anggaran memoderasi secara negatif hubungan antara Dana Alokasi Umum dan Belanja Modal, yang berarti bahwa Surplus Pembiayaan Anggaran yang lebih tinggi melemahkan pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal. Sebaliknya, Surplus Pembiayaan Anggaran tidak memoderasi hubungan antara Dana Alokasi Khusus dan Belanja Modal secara signifikan. Temuan ini menyoroti bahwa efektivitas transfer pemerintah pusat sangat bergantung pada kapasitas pemerintah daerah dalam menyerap dan mengelola keuangannya. Pemerintah daerah disarankan untuk memperkuat tata kelola fiskal, mempercepat penyerapan anggaran, dan mengoptimalkan penggunaan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus untuk investasi modal yang produktif.</p>Mutiara M. DiapatiDiarespati FitrianaAndi Mattulada
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-03-052026-03-059310.56338/jks.v9i3.9546Penguatan Keterampilan Menulis melalui Integrasi Budaya Sasak dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10201
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris serta minimnya pemanfaatan budaya lokal Sasak sebagai sumber belajar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat, motivasi, dan keterampilan menulis mahasiswa melalui integrasi konten budaya lokal dalam pembelajaran. Metode yang digunakan berupa pendekatan pemecahan masalah dengan desain blended learning yang memadukan pembelajaran daring dan luring. Strategi pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, kerja kelompok kolaboratif, serta penilaian antarteman (peer assessment). Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test berbasis skala Likert untuk mengukur persepsi dan sikap mahasiswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata total dari (5,6) pada pre-test menjadi (7,0) pada post-test. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, terutama minat menulis, kepercayaan diri, dan motivasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis berbasis budaya Sasak efektif dalam meningkatkan sikap positif dan kualitas pembelajaran mahasiswa.</p>Dedi Aprianto Aprianto
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-03-052026-03-059310.56338/jks.v9i3.10201The Influence of Community-Based Total Sanitation Counseling on Community Knowledge, Attitudes and Actions in Sarude Village, Sarjo District, Pasangkayu Regency
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9656
<p>Community-Based Total Sanitation, or STBM, is an approach to changing hygiene and sanitation behavior through community empowerment and a triggering method. STBM consists of five pillars: the first is Stop Open Defecation, the second is Handwashing with Soap, the third is Household Drinking Water/Food Management, the fourth is Household Waste Management, and the fifth is Household Liquid Waste Management. This research method is quantitative, the research design used is a pre-experimental design with a one-group pretest- posttest design approach. The sample in this study amounted to 35 residents of Sarude Village, Sarjo District, Pasangkayu Regency, Central Sulawesi Province. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. The analysis used in this study is univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon test (paired t-test). The results of the study showed that pre- and post-test knowledge, P value 1 > 0.05. The results of pre- and post-test attitudes, P value 0.068 > 0.05. The results of pre- and post-test actions, P value 0.013 < 0.05. The conclusion is that there is an influence of counseling on community actions before and after being given counseling, but there is no significant influence on community knowledge and attitudes before and after being given counseling in Sarude Village, Sarjo District, Pasangkayu Regency, Central Sulawesi Province. As a suggestion, it is hoped that the Village and the local Health Center can always socialize the STBM program to cadres and the community so that the community gets information about the importance and benefits of implementing STBM, especially to achieve 100% ODF (Open Defecation Free) Village.</p>Fariz MaulanaMarinaMohammad FadliNikita AprilianingsihSiti HartinaSuhermantoSuhestianigrasSusi Nurhayati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-03-052026-03-059310.56338/jks.v9i3.9656Pengaruh Edukasi Penyakit Diabetes Melitus dengan Media Audio Visual terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja di SMK Muhammadiyah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10598
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="394"> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok usia remaja. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta pencegahan DM menyebabkan remaja berisiko mengalami gangguan kesehatan di masa mendatang. Edukasi kesehatan melalui media audio visual dinilai mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami sehingga berpotensi meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap positif remaja terhadap pencegahan DM. Mengetahui pengaruh edukasi penyakit DM dengan media audio visual terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja di SMK Muhammadiyah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 40 responden kelompok intervensi dan 40 responden kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan edukasi menggunakan media audio visual, sedangkan kelompok kontrol diberikan edukasi dengan metode diskusi. Pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired T Test. Rerata skor pengetahuan pada kelompok intervensi meningkat dari 12,38 ± 1,970 menjadi 19,58 ± 2,062 dengan selisih 7,200 (p value = 0,000). Rerata skor sikap meningkat dari 23,88 ± 1,381 menjadi 35,95 ± 1,679 dengan selisih 12,075 (p value = 0,000). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan edukasi penyakit DM dengan media audio visual terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap remaja (p < 0,05). Edukasi penyakit Diabetes Melitus dengan media audio visual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja di SMK Muhammadiyah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.</p> </td> </tr> <tr> <td width="394"> <p><strong>A</strong><strong>BSTRACT </strong></p> <p><em>Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with an increasing prevalence, including among adolescents. Lack of knowledge and inappropriate attitudes regarding risk factors, signs and symptoms, and prevention of DM place adolescents at risk of developing health problems in the future. Health education using audio-visual media is considered effective in delivering information in an engaging and easily understandable manner, thereby potentially improving adolescents’ knowledge and shaping positive attitudes toward DM prevention. To determine the effect of Diabetes Mellitus education using audio-visual media on the level of knowledge and attitudes of adolescents at SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Pekalongan Regency.This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 80 respondents divided into two groups: 40 respondents in the intervention group and 40 respondents in the control group, selected using purposive sampling technique. The intervention group received DM education through audio-visual media, while the control group received education through discussion method. Knowledge and attitude levels were measured before (pretest) and after (posttest) the intervention. Data were analyzed using the Paired T-Test. The mean knowledge score in the intervention group increased from 12.38 ± 1.970 to 19.58 ± 2.062 with a mean difference of 7.200 (p value = 0.000). The mean attitude score increased from 23.88 ± 1.381 to 35.95 ± 1.679 with a mean difference of 12.075 (p value = 0.000). Statistical analysis showed a significant effect of Diabetes Mellitus education using audio-visual media on improving adolescents’ knowledge and attitudes (p < 0.05). Diabetes Mellitus education using audio-visual media has a significant effect on improving the knowledge and attitudes of adolescents at SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Pekalongan Regency.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Putri SalsabilaIsrofahDani Prastiwi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-03-052026-03-059310.56338/jks.v9i3.10598Hubungan Sikap Masyarakat dengan Perilaku Diskriminasi Sosial pada Penderita Kusta di RSBLK Singgahan Tuban
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/10589
<p>ABSTRAK <br>Penyakit kusta masih menimbulkan stigma dan perlakuan diskriminatif di masyarakat akibat kurangnya pengetahuan dan persepsi negatif yang berkembang. Sikap masyarakat berperan penting dalam membentuk perilaku sosial terhadap penderita kusta, terutama di lingkungan yang hidup berdampingan secara langsung dengan penyandang kusta seperti di RSBLK Singgahan Tuban. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar RSBLK Singgahan Tuban sebanyak 244 orang, dengan jumlah sampel 152 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sikap masyarakat dan perilaku diskriminasi sosial. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sikap sangat positif terhadap penderita kusta dan perilaku diskriminasi sosial berada pada kategori rendah. Uji statistik Spearman rho menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,512, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi sedang dan arah negatif antara sikap masyarakat dan perilaku diskriminasi sosial. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap masyarakat dengan perilaku diskriminasi sosial pada penderita kusta di RSBLK Singgahan Tuban..<br>ABSTRACT <br>Leprosy continues to cause stigma and discriminatory treatment in society due to a lack of knowledge and persistent negative perceptions. Public attitudes play a crucial role in shaping social behavior toward people with leprosy, particularly in environments where people live directly alongside them, such as at the Singgahan Tuban Community Health Center (RSBLK Singgahan Tuban). This study employed a quantitative correlational design with a cross- sectional approach. The study population comprised 244 people living around the Singgahan Tuban Community Health Center (RSBLK Singgahan Tuban), with a sample size of 152 respondents selected using purposive sampling. Data collection was conducted using a questionnaire on community attitudes and social discrimination behavior. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses using the Spearman rho test at a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents had very positive attitudes toward people with leprosy, and social discrimination behavior was low. The Spearman's rho statistical test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of r = -0.512, indicating a significant, moderately strong, negative correlation between community attitudes and discriminatory behavior. There was a significant relationship between community attitudes and discriminatory behavior toward leprosy patients at the Singgahan Tuban Regional General Hospital (RSBLK).</p> <p> </p>Dyna Nurlyta Kustyati Husnahtul ZanahAhmad Zainal AbidinAdhe Anniza Pramesti
Copyright (c) 2026 Jurnal Kolaboratif Sains
2026-03-052026-03-059310.56338/jks.v9i3.10589