https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/issue/feedJurnal Kolaboratif Sains2025-12-06T12:57:27+07:00Dr. Guasminjksunismuhpalu@gmail.comOpen Journal Systemshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9144Analisis Kandungan Logam Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Lipstik Berwarna Merah menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS)2025-12-06T12:57:26+07:00Putri Deti Ratihputrideti58@gmail.comIkrima Khaerun Nisaikeikrima@gmail.comNur Rahmah Hidayatinur.rahmah.hidayati@gmail.com<p>Kosmetik merupakan sediaan yang digunakan untuk memperindah, melindungi, dan merawat tubuh. Salah satu kosmetik yang luas digunakan adalah lipstik yang berfungsi melindungi bibir dan memperindah bentuk bibir. Namun, beberapa produk lipstik mengandung logam berat seperti Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) yang berbahaya bagi tubuh jika terakumulasi dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada produk kosmetik berupa lipstik berwarna merah yang beredar di Kota Tegal. Analisis dilakukan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dengan tahapan destruksi basah sebagai proses preparasi sampel. Penelitian ini menggunakan tiga sampel lipstik yang dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan kadar logam berat yang terkandung di dalamnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar logam Timbal (Pb) rata-rata -0,0156 ppm berada di bawah batas deteksi alat, sedangkan kadar Kadmium (Cd) rata-rata 0,1235 ppm yang terdeteksi masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh BPOM RI Nomor 17 Tahun 2014, yaitu 20 mg/kg untuk Pb dan 5 mg/kg untuk Cd. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lipstik yang dianalisis aman untuk digunakan, karena kandungan logam beratnya masih dalam batas wajar.</p>2025-11-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9139Peran Locus Of Control Dalam Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Mahasiswa2025-12-06T12:57:26+07:00Mohamad Wahyu Ramadhanwahyuramadhan1@gmail.comMardi Lestarimardilestari@gmail.comNurwahyuni Nurwahyuninurwahyuni@gmail.comDhevy Puswiartikadhevypuswiartikaa@gmail.com<p>Maraknya kebiasaan menunda penyelesaian tugas dari mahasiswa menjadi permasalahan utama pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tentang peran dari locus of control dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan motivasi berprestasi mahasiswa, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan dan konseling dengan sampel berjumlah 8 orang. Instrumen pengumpulan data yaitu angket motivasi berprestasi. Data yang telah diperoleh diolah lalu dianalisis menggunakan metode deskriptif dan inferensial menggunakan uji dependent sample T-test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok terdapat 8 mahasiswa memiliki tingkat motivasi berprestasi yang rendah. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok terdapat 7 mahasiswa yang berada pada klasifikasi tinggi dan 1 mahasiwa berada pada klasifikasi sangat tinggi,ini menunjukkan jika 8 mahasiswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini mengalami peningkatan setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok. Hasil analisis inferensial menunjukkan nilai signifikansi 0,00 dan nilai tersebut < 0,05 artinya terdapat pengaruh dari peran Locus Of Control untuk meningkatkan motivasi berprestasi mahasiswa melalui bimbingan kelompok.</p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9176Penerapan Prinsip Good Governance Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik2025-12-06T12:57:26+07:00Ramadanramadanstiap64@gmail.com<p>Peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan salah satu tantangan utama dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Sejak era reformasi, tuntutan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik semakin menguat sebagai bagian dari upaya mewujudkan good governance. Meskipun telah terdapat berbagai regulasi dan inovasi, implementasi prinsip good governance dalam pelayanan publik di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan mendasar, seperti korupsi, maladministrasi, keterbatasan transparansi, kurangnya akuntabilitas, rendahnya partisipasi masyarakat, disparitas digital, hingga lemahnya kapasitas aparatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan prinsip-prinsip good governance dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi dokumen kebijakan, laporan lembaga negara, hasil survei, dan analisis konten berita elektronik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, penegakan hukum, responsivitas, efektivitas, efisiensi, dan profesionalisme merupakan faktor utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Studi kasus di beberapa daerah seperti Banyuwangi dan Surabaya membuktikan pentingnya inovasi layanan, optimalisasi teknologi digital, dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menghasilkan pelayanan prima. Namun, tantangan budaya birokrasi, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan masih menjadi kendala yang membutuhkan solusi sistemik dan komitmen berkelanjutan. Artikel ini merekomendasikan penguatan tata kelola, pengembangan SDM, pemanfaatan teknologi informasi secara inklusif, serta pengawasan masyarakat guna mewujudkan pelayanan publik yang adil, transparan, dan responsif</p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9187Pengaruh Suplementasi Nano Zinc dalam Pakan terhadap Komponen Non Karkas Ayam KUB 2025-12-06T12:57:26+07:00Nova Hidayati Diyah Larasatinova_hidayati_dl@polije.ac.idMerry Muspita Dyah UtamiMerryMuspita@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi nano zinc terhadap komponen non karkas pada ayam KUB. Penelitian ini melibatkan observasi eksperimen dengan rancangan acak lengkap untuk mengamati hasilnya. Dua ratus ekor Ayam KUB Umur Sehari dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan empat kali ulangan, dengan 10 ekor DOC pada setiap ulangan. Perlakuan percobaan tersebut adalah Zn0 (kontrol), Zn1 (pakan basal + 15mg/kg Nano Zinc), Zn2 (pakan basal + 30mg/kg Nano Zinc), Zn3 (pakan basal + 45mg/kg Nano Zinc), dan Zn4 (pakan basal + 60mg/kg Nano Zinc). Perlakuan pemberian pakan dilakukan secara <em>ad libitum</em> mulai umur satu hari sampai panen. Parameter yang diamati adalah bobot badan akhir, berat bulu, persentase bulu, berat darah, dan persentase darah. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi nano zinc memberikan efek yang signifikan (P<0,05) terhadap berat badan akhir, tetapi tidak berpengaruh terhadap berat bulu dan berat darah. Penambahan nano zinc pada dosis 60 mg/kg memberikan pertambahan berat badan akhir tertinggi, tetapi tidak berpengaruh terhadap berat bulu dan berat darah.</p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9387Menelusuri Pola Konsumsi Digital: Studi Kasus Penggunaan E-Money dan Minat Menabung pada Mahasiswa Akademi Komunitas Dharma Bhakti Bangka2025-12-06T12:57:26+07:00Burhanuddin Baniudinb15@gmail.com<p>Perkembangan teknologi finansial digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai generasi digital native. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri pola konsumsi digital melalui penggunaan e-money serta mengkaji minat menabung mahasiswa Akademi Komunitas Dharma Bhakti Bangka berjumlah 10 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan e-money secara intensif untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, transportasi, dan belanja online. Kemudahan transaksi digital mendorong perilaku konsumtif, sehingga menurunkan minat menabung. Namun, sebagian mahasiswa tetap berusaha menabung dengan strategi tertentu, seperti menyisihkan saldo ke rekening bank atau menggunakan aplikasi keuangan dengan fitur tabungan. Temuan ini menegaskan adanya paradoks: e-money memudahkan transaksi sekaligus berpotensi melemahkan kebiasaan menabung. Literasi finansial digital terbukti menjadi faktor penting dalam menyeimbangkan konsumsi digital dengan perilaku menabung. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada kajian literasi keuangan dan perilaku konsumsi digital, serta manfaat praktis bagi institusi pendidikan dalam merancang program pembinaan keuangan mahasiswa. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya finansial yang sehat di kalangan mahasiswa, seimbang antara pemanfaatan teknologi dan kesadaran menabung.</p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9346Analisis Value Added Activities dan Non Value Added Activities Pada Layanan Penjualan Mobil di Kota Palu2025-12-06T12:57:26+07:00Siska Nabilanabilasiska521@gmail.comErwinsyahErwinsyah@gmail.comRahayu IndriasariRahayuIndriasari@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan memetakan rangkaian aktivitas dalam proses pelayanan penjualan kendaraan dengan pendekatan Activity-Based Management (ABM) serta mengklasifikasikannya ke dalam aktivitas bernilai tambah (<em>Value Added</em>) dan tidak bernilai tambah (<em>Non-Value Added</em>) berdasarkan waktu dan biaya. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan memahami secara mendalam aktivitas pelayanan penjualan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta penyebaran kuesioner verifikasi kepada informan yang terlibat langsung dalam proses penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua belas aktivitas yang dianalisis, sebelas tergolong VA karena memberikan kontribusi langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pelanggan, sedangkan satu aktivitas, yaitu distribusi unit, merupakan NVA akibat tidak tersedianya stok kendaraan saat transaksi berlangsung. Aktivitas NVA ini memakan waktu 5.760 menit atau 73,62% dari total waktu proses. Setelah dilakukan perbaikan melalui pengendalian persediaan berbasis permintaan aktual, penerapan safety stock, integrasi penjadwalan pengiriman, dan evaluasi pemasok, total durasi proses menurun menjadi 2.061 menit. Perbaikan ini meningkatkan efisiensi waktu sebesar 73,62% dan membuat proses layanan lebih responsif. Penelitian menegaskan bahwa penguatan sistem persediaan merupakan faktor kunci dalam mengurangi pemborosan waktu dan meningkatkan kinerja pelayanan penjualan kendaraan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9440Analisis Strategi Pemasaran Pada UMKM Batik Sogan2025-12-06T12:57:26+07:00Ulya Sofa Dania Ahmadulyasofadaniaa823@gmail.comHiveva Intan Ramadhanihiveva@gmail.comDian Fajarwati Susilaningrumdianfajarwatisusilaningrum@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan pada UMKM Batik Sogan dalam meningkatkan daya saing dan memanfaatkan peluang bisnis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, serta analisis data menggunakan SAP (Strategic Advantage Profile) dan ETOP (Environmental Threat and Opportunity Profile). Hasil analisis SAP menunjukkan bahwa Batik Sogan memiliki skor tertimbang sebesar 3,55 yang menempatkannya dalam posisi persaingan Favorable. Hal ini mengindikasikan bahwa,, UMKM ini memiliki kekuatan internal yang cukup untuk bersaing, terutama dalam aspek kualitas produk dan promosi. Sementara itu, hasil analisis ETOP menghasilkan skor sebesar 3,31 yang mencerminkan adanya peluang eksternal yang besar, seperti meningkatnya permintaan terhadap batik dan berkembangnya model pemasaran digital. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang tepat dan terarah dapat mendorong Batik Sogan untuk memperkuat posisinya dalam industri batik yang kompetitif</p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9412Optimalisasi Eco-Enzyme sebagai Agen Biodegradasi Limbah Organik di TPA Kawatuna, Kota Palu2025-12-06T12:57:26+07:00Ardini Wulandariardiniwulandari@untad.ac.idAndi Iin Nindy Karlindain.nindy@untad.ac.idAwwalini Maghfirah Salimawwalinimaghfirah@untad.ac.idDarasita Zahra Dayanundarasitazahra@untad.ac.idMarjan Marhummarjan@untad.ac.idSiti Fajrina J. Patunrangisitinurfajrina96@gmail.com<p>TPA Kawatuna sebagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Palu setiap harinya menerima timbulan sampah mencapai ±250 ton, dengan sekitar 65% di antaranya merupakan sampah organik. Penumpukan limbah organik tanpa pengelolaan yang baik menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti bau menyengat, pencemaran air lindi, dan peningkatan gas metana. Salah satu alternatif solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan <em>eco-enzyme</em> sebagai agen biodegradasi alami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis tenaga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, khususnya petugas TPA Kawatuna, dalam proses pembuatan dan pemanfaatan <em>eco-enzyme</em>. Metode kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep <em>eco-enzyme</em>, manfaatnya dalam pengelolaan sampah organik, dan penerapannya sebagai agen biodegradasi. Selain itu, peserta diharapkan mampu memproduksi <em>eco-enzyme</em> secara mandiri dengan memanfaatkan sampah organik yang tersedia di TPA, mulai dari pemilihan bahan, perbandingan komposisi, hingga proses fermentasi. Produk <em>eco-enzyme</em> diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi volume limbah organik sekaligus mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di TPA Kawatuna dan lingkungan sekitarnya.</p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9411Perbandingan Efektivitas Marchantia polymorpha dan Sphagnum spp. sebagai Bioindikator Timbal di Kawasan Lalu Lintas Padat Kota Palu2025-12-06T12:57:27+07:00Ardini Wulandariardiniwulandari@untad.ac.idAlrichaalrichanasir@untad.ac.idFatimah Maulidafatimahmaulida@untad.ac.idDarasita Zahra Dayanundarasitazahra@untad.ac.idSiti Rahmatia Pratiwidarasitazahra@untad.ac.idMoh. Baitullah Amaludinbaitullah@untad.ac.idAwwalini Maghfirah Salimawwalinimaghfirah@untad.ac.id<p>enelitian biomonitoring kualitas udara dengan bioindikator lumut semakin berkembang sebagai alternatif metode pemantauan konvensional yang umumnya membutuhkan biaya tinggi, peralatan canggih, dan tenaga ahli. Studi ini bertujuan membandingkan efektivitas dua jenis lumut, yaitu lumut hati <em>Marchantia polymorpha</em> dan lumut gambut <em>Sphagnum</em> spp., dalam menyerap logam berat timbal (Pb) pada lingkungan dengan tingkat pencemaran lalu lintas berbeda di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penggunaan lumut dipilih karena kemampuannya menyerap polutan langsung dari atmosfer melalui permukaan tubuh tanpa adanya sistem pembuluh atau kutikula pelindung. Penelitian dilakukan dengan dua pendekatan lokasi. <em>Marchantia polymorpha</em> digunakan pada kawasan SPBU Pertamina Martadinata yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi. Sementara itu, <em>Sphagnum spp</em>. ditempatkan pada kawasan lampu merah Jalan Suprapto, Besusu Tengah, yang merupakan titik akumulasi emisi kendaraan bermotor. Selain mengukur akumulasi timbal, penelitian ini juga menganalisis faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, curah hujan, dan arah angin untuk melihat pengaruh kondisi mikroklimat terhadap penyerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>M. polymorpha</em>, dengan permukaan talus yang lebar, mampu mengakumulasi timbal secara efektif di lingkungan urban tropis yang terpapar polutan kendaraan. Di sisi lain, <em>Sphagnum</em> spp. memiliki sel hialin yang mampu menyerap air dan logam berat dengan lebih tinggi, sehingga responsif terhadap perubahan kelembaban dan kondisi mikroklimat. Temuan ini menegaskan bahwa kedua jenis lumut merupakan bioindikator efektif dengan keunggulan masing-masing, dan berpotensi digunakan sebagai metode biomonitoring yang murah, praktis, serta mendukung pengendalian pencemaran udara di kawasan perkotaan.</p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9410 Sosialisasi Pemanfaatan Cacing Tanah dalam Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Vermikompos2025-12-06T12:57:27+07:00Ardini Wulandariardiniwulandari@untad.ac.idRizaldi Maadjirizaldimaadji@untad.ac.idSiti Rahmatia Pratiwisitirahmatia.tl@untad.ac.idFatimah Maulidafatimahmaulida@untad.ac.idMoh. Baitullah Amaludinbaitullah@untad.ac.id<p>Sosialisasi pemanfaatan cacing tanah sebagai agen utama dalam pengelolaan sampah organik menjadi vermikompos menjadi strategi ramah lingkungan yang efektif. Vermikompos merupakan produk dekomposisi biologis yang dihasilkan oleh interaksi antara cacing tanah dan mikroorganisme yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Vermikompos terbukti lebih unggul dibandingkan kompos tradisional karena memiliki porositas tinggi, kemampuan menahan air, dan peningkatan kandungan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Program sosialisasi ini bertujuan untuk membekali petugas TPS3R dan masyarakat sekitar TPS3R Huntap Duyu dengan pengetahuan serta keterampilan praktis mengenai metode sederhana pembuatan vermikompos dari sampah organik domestik. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, tahap sosialisasi dan praktik langsung disertai dengan pemilihan media yang sesuai, pengendalian kelembapan, serta penentuan waktu pengomposan yang optimal. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep vermikompos dalam pengelolaan sampah organik serta proses produksi vermikompos dengan berlangsung efektif selama ±30 hari dengan kelembapan terjaga pada kisaran 70–80%. Selain itu, peserta diharapkan mampu memproduksi vermikompos secara mandiri dengan memanfaatkan sampah organik yang tersedia di TPS3R maupun dirumah masyarakat, mulai dari tahap pemilahan sampah, penyiapan media (wadah dan tanah), menyiapkan cacing tanah, proses pemeliharaan, hingga memanen hasil vermikompos. Produk vermikompos diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di TPS3R dan lingkungan sekitarnya.</p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9397Inovasi Eco Brick dalam upaya Pengelolaan Sampah Plastik sebagai Produk Furniture2025-12-06T12:57:27+07:00Alrichaalrichanasir@untad.ac.idAwwalini Maghfirah Salimawwalinimaghfirah@untad.ac.idAnita Pratiwianitapratiwi@untad.ac.idDarasita Zahra Dayanundarasitazahra@untad.ac.idSiti Rahmatia Pratiwisitirahmatia.tl@untad.ac.idM Marjanmarjan@untad.ac.id<div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Permasalahan sampah plastik menjadi isu global yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Plastik yang sulit terurai menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama di kawasan perkotaan. Salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah plastik adalah melalui pemanfaatan Eco Brick, yaitu botol plastik yang diisi dengan sampah anorganik untuk dijadikan bahan atau material sebagai bahan baku produk furniture ramah lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi atau sosialisi kepada masyarakat terkait pengolahan limbah anorganik menjadi Eco Brick sebagai bahan dasar pembuatan furniture yang kuat, estetis, dan fungsional, serta memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan di BTN Bumi Roviga RT 03 RW 11, Kelurahan Tondo, Kota Palu. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat Bumi Roviga memperoleh pengetahuan baru terkait cara mengolah dan memanfaatkan sampah anorganik seperti plastik dan botol mineral sebagai bahan untuk membuat produk furniture yang bernilai tambah dan tentunya berkontribusi dalam penurunan sampah di wilayah sekitar.</p> </div> </div> </div>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/7614Analisis Ketentuan Nusyuz Menurut Perspektif Kompilasi Hukum Islam Dan Putusan Pengadilan Agama Surabaya No. 623/Pdt.G/2024/PA.Sby2025-12-06T12:57:27+07:00Ayu Wulandariayuwulandari4455@gmail.comAris Nurullah ArisNurullah@gmail.comMasfufahMasfufah@gmail.com<p>Nusyuz merupakan tindakan durhaka seorang istri terhadap suaminya. Kata ini mencerminkan sikap atau tindakan yang tidak sesuai dengan kewajiban seorang istri dalam ikatan pernikahan. Dalam hal ini, nusyuz menggambarkan kondisi di mana seorang istri menolak untuk memenuhi tanggung jawabnya terhadap suami, baik dalam bentuk tindakan nyata maupun sikap emosional. Kasus nomor 632/Pdt.G/2024/PA.Sby menunjukkan situasi yang tidak biasa di mana istri yang seharusnya menjadi pelaku nusyuz, yakni tindakan durhaka terhadap suami, justru menjadi penggugat dalam proses perceraian. Dalam kasus ini, meskipun istri adalah pelaku nusyuz, dia yang mengajukan gugatan cerai terhadap suami. Hal ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara praktik hukum yang diharapkan dengan situasi konkret yang dihadapi dalam lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim terhadap ketentuan nusyuz pada putusan perkara nomor 632/Pdt.G/2024/PA.Sby dan untuk mengetahui tinjauan kompilasi hukum islam terhadap perkara nomor 632/Pdt.G/2024/PA.Sby. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada analisis terhadap putusan pengadilan dan studi literatur hukum Islam yang relevan, teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim memutuskan untuk mengabulkan perceraian dengan pertimbangan bahwa perilaku nusyuz yang dilakukan oleh istri, termasuk keterlibatan dalam hubungan terlarang, melanggar nilai-nilai perkawinan dalam hukum Islam seperti kesetiaan dan kewajiban berbakti kepada suami islam. Kompilasi Hukum Islam menegaskan bahwa nusyuz, termasuk ketidakpatuhan istri terhadap kewajiban berbakti kepada suami, dapat mempengaruhi hak-hak suami seperti penghentian sementara nafkah dan perlindungan. </p>2025-12-06T12:04:08+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/7934Akibat Hukum Pada Investor Atas Praktik Window Dressing Dalam Pasar Modal2025-12-06T12:57:27+07:00Ayu Citra Santyaningtyassantyanintyas@unej.ac.idKukuh Budi MulyaKukuhbudimulya@gmail.com<p>Pasar modal merupakan sarana pembangunan perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial. Pasar modal memiliki dua fungsi, yaitu sebagai fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Di dalam fungsi ekonomi, pasar modal menyediakan fasilitas yang dapat mempertemukan dua pihak yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang memerlukan dana. Sedangkan dalam fungsi keuangan, pasar modal dapat memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh pengembalian dana bagi pemilik dana sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Berinvestasi pada saham tentunya memiliki potensi untuk memberikan keuntungan bagi para investor dan emiten. Banyaknya keuntungan yang akan didapatkan oleh emiten menyebabkan emiten rawan melakukan perbuatan melawan hukum untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Salah satu bentuk perbuatan melawan hukum dalam pasar modal adalah window Dressing. Dengan terjadinya window dressing maka perusahaan juga telah melanggar prinsip keterbukaan, sedangkan keterbukaan merupakan hal yang penting bagi entitas perusahaan. Permasalahan yang diangkat Adalah apa akibat hukum dari terjadinya window dressing. </p>2025-12-06T12:20:57+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9363Transformasi Antagonisme dalam Konflik Agraria Uraso melalui Aktivisme dan Reforma Agraria2025-12-06T12:57:27+07:00Tri Wahyuningsihtriwn.wahyuni@gmail.comRasdianaRasdianah@gmail.comAzizah Putri Abdiazizahputriabdi@untad.ac.id<p>enelitian ini berfokus pada konflik agraria antara masyarakat Desa Uraso dan PTPN XIV dengan tiga aspek utama: 1) terbentuknya antagonisme dalam konflik penguasaan lahan, 2) bentuk dan peran aktivisme politik serta lingkungan oleh masyarakat Uraso, dan 3) Reforma Agraria sebagai kerangka kebijakan yang melegitimasi aktivisme sekaligus mengelola antagonisme dalam pengelolaan sumber daya lahan. Studi ini menggunakan metode survei lapangan, wawancara dengan masyarakat Uraso, dan studi dokumen pendukung seperti Laporan Penyelenggaraan Reforma Agraria Kabupaten Luwu Utara Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa lahan yang berlangsung lama menciptakan ketegangan sosial yang terus-menerus, yang diatasi masyarakat Uraso melalui aktivisme kolektif, seperti pendudukan lahan/reklaming, mobilisasi komunitas, pemetaan partisipatif, dan advokasi, berperan penting dalam memperkuat klaim masyarakat dan memengaruhi tata kelola sumber daya agraria. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi kerangka antagonisme dan konsep agonisme Mouffe dalam analisis konflik agraria, menekankan bagaimana konflik dapat ditransformasikan menjadi lebih konstruktif melalui mekanisme informal, seperti pemetaan partisipatif, maupun mekanisme formal, yaitu Reforma Agraria. Studi ini memperlihatkan bahwa reforma agraria tidak hanya sebagai kebijakan redistribusi lahan yang lebih adil dan menekankan akses sumber daya yang merata, tetapi juga sebagai instrumen politik yang memperkuat legitimasi aktivisme masyarakat dalam konteks penyelesaian konflik agraria.</p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sainshttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9091Peran Pembiayaan Mikro Syariah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa: Study Kasus Usaha Gula Aren Di Desa Tanjung Lay2025-12-06T12:57:27+07:00Bandi Widyanatabandiwnata@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiayaan mikro syariah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Tanjung Lay melalui pengembangan usaha gula aren berbasis prinsip ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Melalui penerapan akad musyarakah dan mudharabah, 27 pelaku usaha memperoleh akses modal tanpa riba yang digunakan untuk membeli alat produksi seperti oven pengering dan mesin cetak. Hal ini meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pemasaran. Pendapatan petani naik rata-rata 25–30% per tahun, dan tingkat rumah tangga berpenghasilan di bawah Rp2 juta menurun dari 65% menjadi 40%. Selain itu, terjadi peningkatan literasi ekonomi dan partisipasi sosial masyarakat dalam zakat, infak, dan gotong royong ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiayaan mikro syariah menjadi instrumen moneter mikro yang efektif dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkan likuiditas lokal berbasis nilai maq??id al-syar?ah.</p> <p> </p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Kolaboratif Sains