Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Gavida I Tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Di Puskesmas Sa’dan Kab. Toraja Utara Tahun 2018

Sumarce Bongga(1*)


(1) Akademi Kebidanan Sinar Kasih Toraja
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/mppki.v2i2.563

Abstract


Inisiasi menyusu dini adalah segera meletakan bayi di dada ibu (ada kontak kulit ibu dan kulit bayinya sekurang-kurangnya 1 jam untuk memberikan kesempatan kepada bayi menyusu segera mungkin). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempegaruhi pengetahuan ibu gravida 1 tentang Inisiasi menyusui dini di Puskesmas Sa’dan Kab. Toraja utara  tahun 2018. Jenis penelitian  ini adalah yang bersifat deskriptif, jumlah Sampel 25 0rang. Hasil penelitian menunjukan ibu pengetahuan baik tidak sekolah 1 (4%), pendidikan dasar 8 (32%), pendidikan menengah 9 (36%), dan perguruan tinggi 2 (8%). pengetahuan cukup tidak sekolah 1 (4%), pendidikan dasar 1 (4%), pendidikan menengah 2 (8%). Sedangkan pengetahuan kurang tidak sekolah 1 (4). Ibu dengan pengetahuan baik mendapat informasi melalui media cetak 4 (16%), media elektronik 6 (24%), penyuluhan 5 (20%) pengetahuan cukup mendapat informasi melalui media cetak 4 (16%), media elektronik 1 (4%), dan yang dari penyuluhan 4 (16%), sedangkan pengetahuan kurang mendapat informasi melalui penyuluhan 1 (4%). Ibu dengan pengetahuan baik bekerja 2 (8%), dan tidak bekerja 14 (56%) ibu pengetahuan cukup tidak bekerja 8 (32%), sedangkan ibu pengetahuan kurang tidak bekerja 1 (4%). Serta Ibu dengan pengetahuan baik umur < 20 tahun 3  (12%), dan umur 20-35 tahun 13 (52%), sedangkan pengetahuan cukup umur  < 20 tahun 4  (16%), dan umur 20-35 tahun 5 (20%), sedangkan pengetahuan kurang umur < 20 tahun 1 (4%). Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu gavida I tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah pendidikan dengan besar responden berada pada tingkat pengetahuan menegah (52%), sumber  informasi tentang IMD paling banyak dari media elektronik (40%), Pekerjaan responden tidak bekerja (IRT) sebanyak (92%), dan umur dengar rata-rata umur 20-30 tahun paling banyak adalah 18 orang (72%). Pada petugas kesehatan lebih aktif dengan kegiatan sosialisai dan edukasi IMD kepada masyarakat perluh lebih ditingkatkan lagi dengan melibatkan peran serta tenaga kesehatan.

 


Full Text:

PDF

References


Y. Aprillia, “Analisis Sosialisasi Program Inisiasi Menyusu Dini Dan Asi Eksklusif Kepada Bidan Di Kabupaten Klaten.” Universitas Diponegoro, 2010.

R. Juliastuti, “Hubungan Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan Ibu, dan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dengan Pemberian ASI Eksklusif.” Universitas Sebelas Maret, 2011.

K. Kesehatan and K. K. RI, “Riset kesehatan dasar,” Jakarta Badan Penelit. dan Pengemb. Kesehat. Dep. Kesehat. Republik Indones., 2013.

D. K. P. Sul-Sel, “Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2012,” Profil Kesehat. Provinsi Sulawesi Selatan, 2012.

I. A. C. Manuaba, “Memahami Kesehatan reproduksi wanita ed 2,” 2009.

S. Notoatmodjo, Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Yogyakarta: Andi of Set, 2003.

“PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL,” pp. 1–19.


Article Statistic

Abstract view : 2 times
PDF views : 3 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia): The Indonesian Journal of Health Promotion

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published By: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu

Editorial Address : Jalan Bukit Jabal Nur No. 3 Palu, Sulawesi Tengah 94118

e-mail : jurnal.mppki@gmail.com

Phone/SMS: +6281245936241

ISSN 2597-6052


Flag Counter