Analisis Implementasi Kebijakan Case Mix INA-CBG’S (Indonesian Case Base Groups) Berdasarkan Permenkes NO. 59 Tahun 2014 Di Rumah Sakit Pabatu Kabupaten Serdang Bedagi

Muhammad Hafiz(1*), Thomson P. Nadapdap(2), Iman Muhammad(3)


(1) Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan
(2) Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan
(3) Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/mppki.v3i2.1080

Abstract


Kebijakan pemerintah menetapkan standar tarif layanan kesehatan dalam pelaksanaan program asuransi kesehatan melalui Permenkes No. 59 tahun 2014 dianggap merugikan rumah sakit, karena perhitungan biaya didasarkan pada tingkat Case Mix INA-CBG. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan Case Mix INA-CBG berdasarkan Permenkes No. 59 tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dil-akukan di Rumah Sakit Pabatu. Informan penelitian sebanyak 9 orang yang terdiri dari. Analisis data kualitatif dengan tahapan reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kesehatan BPJS secara keseluruhan baik dalam pandangan sistem reguler, lebih menguntungkan masyarakat (pasien) karena layanan murah (gratis). Penerapan kebijakan tarif campuran kasus INA-CBGs berdasarkan Permenkes No. 59 tahun 2014 menyebabkan Rumah Sakit Pabatu menderita kerugian. Penentuan tarif untuk dokter / dokter spesialis di Rumah Sakit Pabatu berdasarkan persetujuan direktur dengan dokter spesialis. Pendanaan operasional Rumah Sakit Pabatu melalui Top Up didasarkan pada perbedaan antara tarif Rumah Sakit Pabatu dan Case Mix INA-CBGs. Rumah Sakit Pabatu mengklaim pembayaran melalui verifikasi BPJS Kesehatan. Saat ini ada tunggakan pembayaran selama 2 bulan oleh BPJS Kesehatan. Layanan untuk pasien BPJS Kesehatan adalah sama antara pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan, perbedaannya hanya pada fasilitas yang digunakan. Keuntungan dari Rumah Sakit Pabatu bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat mendukung program pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kendala / hambatan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan adalah laba dari rumah sakit menjadi kerugian yang kadang kala berkurang, keterlambatan pembayaran klaim, SDM rumah sakit kurang mengikuti perubahan peraturan BPJS. Direkomendasikan bahwa Rumah Sakit Pabatu menemukan sumber pendapatan lain, termasuk pelatihan untuk sumber daya manusia, meningkatkan kesejahteraan dokter.


Keywords


Implementasi Kebijakan; Case Mix INA-CBGs.

Full Text:

PDF

References


RS Pabatu. Laporan BPJS dan Indikator Rumah Sa-kit Pabatu. Pabatu; 2019.

RS Pabatu. Top Up Layanan Rawat Inap dan Layanan Rawat Jalan di RS Pabatu Januari 2019 - Juni 2019. Pabatu: Rumah Sakit Pabatu Kabupaten Serdang Bedagai; 2019.

Jamkesnews. Pemkab Serdang Bedagai Integrasikan 40.125 Warganya. 2018.

Dumaris H. Analisis Perbedaan Tarif Rumah Sakit dan Tarif INA-CBG ’ s Pelayanan Rawat Jalan di RSUD Budhi Asih Jakarta Tahun 2015. ARSI. 2016;3(1):20–8.

Meutuah LD, Ishak S. Analisis Kepuasan Dokter Spesialis Terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Tahun 2014. J Kedokt Syiah Kuala. 2015;15(1):7–19.

Widada T, Pramusinto A, Lazuardi L. Peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Masyarakat (Studi Di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabu-paten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu). J Ketahanan Nas. 2017;23(2):199–216.

Pertiwi M, Nurcahyanto H. Efektivitas Program Bpjs Kesehatan Di Kota Semarang (Studi Kasus pada Pasien Pengguna Jasa BPJS Kesehatan di Puskesmas Srondol). J Public Policy Manag Rev [Internet]. 2017;6(2):416–30. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jppmr/article/view/16050

BPJS Kesehatan. Perubahan Tarif INA-Cbgs Mem-buat Biaya Kesehatan Lebih Efektif. Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Pusat; 2014.

Aulia D, Ayu SF, Nasution NH. Analisis Upaya Ru-mah Sakit dalam Menutupi Kekurangan Biaya Klaim Indonesia Case Base Group (INA-CBGs) Yang Dihitung dengan Metode Activities Base Costing pada Rumah Sakit Swasta Kelas C di Kota Medan Tahun 2017. J Ekon Kesehat Indones. 2017;1(4):159–66.

Mahayanti DGN. Gambaran Penerapan Sistem In-

Published By: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

MPPKI (Januari, 2020) Vol. 3. No. 1

Copyright © 2018 MPPKI. All rights reserved

donesian Case Based Groups Pada Rumah Sakit Provider Bpjs Kesehatan Di Kabupaten Badung Ta-hun 2015. Universitas Udayana; 2015.

Wa Ode DW, Karimuna SR, Munandar S. Studi Penerapan Sistem Pembayaran Layanan Kesehatan dengan Sistem Diagnosis Penyakit (Indonesia Case Based Groups / Ina-cbgs) di Ruang Rawat Inap Ru-mah Sakit Umum Bahteramas Kota Kendari Tahun 2015. J Ilm Mhs Kesehat Masy Unsyiah. 2016;1(3):1–12.

Rahayuningrum IO, Tamtomo DG, Suryono A. An-alisis Tarif Rumah Sakit Dibandingkan Dengan Ta-rif Indonesian Case Based Groups Pada Pasien Rawat Inap Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Di Rumah Sakit. Pros Semin Nas Int. 2017;1(1):214–23.

Safriantini D, Hendrartini J, Shidieq FHA. Berdasar-kan Biaya Klaim Dan Utilisasi JPK PT Jamsostek DIY. J Manaj Pelayanan Kesehat. 2014;17(01):14–21.

Djatiwibowo K, Januari P, Ep AA. Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode Januari-Maret 2016. J ARSI. 2016;4(2):122–34.

Suhartoyo. Klaim Rumah Sakit Kepada BPJS Kesehatan Berkaitan Dengan Rawat Inap Dengan Sistem INA– CBGs. Adminitrative Law Gov Jour-nal1. 2018;1(1):79–92.

Siswati S. Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien BPJS Di Unit Rawat Inap RSUD Kota Makassar. Media Kesehat Masy Indones [Internet]. 2016;11(3):174–83. Available from: http://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/531

Pertiwi AAN. Analisis Perbedaan Kualitas Pela-yanan Pada Pasien BPJS Dan Pasien Umum Ter-hadap Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan RSUD Kota Surakarta. J Manaj Dayasaing. 2017;18(2):113–21.

Satrianegara MF. Organisasi dan Manajemen Pela-yanan KesehatanTeori dan Aplikasi dalam Pela-yanan Puskesmas dan Rumah Sakit. Cetakan 1. Ja-karta: Salemba Medika; 2014.

Yuniarti S. Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Rumah Sakit dan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS di Ruang Perawatan RSUD Sultan Syarif Alkadrie Ko-ta Pontianak. Universitas Tanjungura, Pontianak,; 2015.

Novrialdi J. Pelayanan Kesehatan Bagi Pasien Bpjs (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Siak Tahun 2016. Jom Fisip [Internet]. 2016;4(2):1–15.

Hasanah NA. Pelaksanaan Hubungan Kerja Antara Rumah Sakit Dengan BPJS Kesehatan Dalam Pro-gram Jaminan Kesehatan Nasional [Internet]. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sura-karta; 2017. Available from: http://www.albayan.ae

Waldy GN. Implementasi Hubungan Kerja Atnara Rumah Sakit Dengan BPJS Kesehatan Dalam Pro-gram Jaminan. Fakultas Hukum Universitas Mu-hammadiyah Surakarta; 2019.


Article Statistic

Abstract view : 4 times
PDF views : 7 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Muhammad Hafiz, Thomson P. Nadapdap, Iman Muhammad


Lisensi Creative Commons

is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published By: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu

Editorial Address : Jalan Bukit Jabal Nur No. 3 Palu, Sulawesi Tengah 94118

ISSN (Online) 2597-6052


Flag Counter