Gambaran Status Kesehatan Dan Status Gizi Anak Di Posyandu Huntap 1 Kota Palu
Overview of Health and Nutritional Status of Children at the Huntap 1 Posyandu in Palu City
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i10.12360Keywords:
Status Kesehatan, Status Gizi, Antropometri, Anak, PosyanduAbstract
Status kesehatan dan status gizi anak merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemantauan kesehatan dan status gizi secara berkala melalui Posyandu diperlukan untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan dan gizi yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status kesehatan dan status gizi anak di Posyandu Huntap 1 Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 20 anak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran antropometri, dan pencatatan data kesehatan anak, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (70,0%) dan berada pada kelompok umur 0–11 bulan (60,0%). Status kesehatan anak sebagian besar berada pada kategori baik (75,0%), sedangkan status gizi dan pola makan anak berada pada kategori baik (55,0%). Berdasarkan pengukuran antropometri, mayoritas anak memiliki status gizi normal (85,0%), sementara 5,0% mengalami gizi kurang dan 10,0% tergolong sangat kurus. Selain itu, aspek kebersihan dan perilaku hidup sehat sebagian besar berada pada kategori cukup (60,0%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah status kesehatan dan status gizi anak di Posyandu Huntap 1 Kota Palu tergolong baik. Namun, masih ditemukan anak dengan kondisi kesehatan kurang baik, pola makan yang belum optimal, serta status gizi kurang dan sangat kurus sehingga diperlukan pemantauan pertumbuhan dan edukasi kesehatan secara berkelanjutan.
References
Fadilah, N., Hidayati, R., & Yusuf, M. (2024). Hubungan pola makan dengan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 12(1), 45–53.
Handayani, S., Putra, A., & Lestari, D. (2022). Perilaku cuci tangan pakai sabun dan kejadian penyakit infeksi pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 89–97.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Lestari, P., Rahmawati, N., & Sari, D. (2023). Pemantauan pertumbuhan balita melalui Posyandu dan status gizi anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(3), 120–128.
Nurhayati, E., & Rahmawati, A. (2022). Status kesehatan balita yang mengikuti kegiatan Posyandu secara rutin. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(1), 34–41.
Pratiwi, A., Hidayah, N., & Wahyuni, S. (2024). Hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia balita. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 20(2), 75–83.
Putri, R., Kurniawati, D., & Anwar, H. (2023). Perilaku hidup bersih dan sehat serta kejadian penyakit infeksi pada anak usia dini. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 15–23.
Rahman, A., Yusuf, M., & Iskandar, R. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 21(1), 56–64.
UNICEF, WHO, & World Bank. (2024). Levels and Trends in Child Malnutrition: Joint Child Malnutrition Estimates 2024 Edition. New York: UNICEF.
Victora, C. G., Christian, P., Vidaletti, L. P., Gatica-Domínguez, G., Menon, P., & Black, R. E. (2021). Revisiting maternal and child undernutrition in low-income and middle-income countries: Variable progress towards an unfinished agenda. The Lancet, 397(10282), 1388–1399.
World Health Organization. (2023). Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: World Health Organization.
