Studi Analisis Pengaruh Suhu Tanah terhadap Tahanan Pentanahan Menggunakan Elektroda Batang

An Analysis of the Effect of Soil Temperature on Grounding Resistance Using Rod Electrodes

  • M. Isnandi Saputra Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Ekasakti, Jl. Veteran Dalam No. 26B – Padang – Indonesia
  • Yani Ridal Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Ekasakti, Jl. Veteran Dalam No. 26B – Padang – Indonesia
  • Budiman Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Ekasakti, Jl. Veteran Dalam No. 26B – Padang – Indonesia
Keywords: Elektroda Batang, Grounding, PUIL 2011, Sistem Proteksi, Tahanan Pentanahan, Rod Electrode, Grounding, PUIL 2011, Protection System, Grounding Resistance

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu tanah terhadap nilai tahanan pentanahan menggunakan elektroda batang. Pengukuran dilakukan selama 24 jam pada tiga hari berbeda, yaitu tanggal 10, 13, dan 14 Juni 2025, di lokasi rumah tinggal di daerah Ulak Karang, Padang. Data dikumpulkan setiap satu jam menggunakan earth tester dan alat pengukur suhu tanah dengan metode pengukuran tiga titik (fall-of-potential). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tahanan pentanahan relatif stabil, dengan fluktuasi yang cenderung mengikuti pola suhu harian. Penurunan tahanan pentanahan paling signifikan terjadi pada siang hari saat suhu tanah meningkat, walaupun secara umum pengaruh suhu tidak terlalu dominan. Nilai tahanan pentanahan tertinggi berada pada rentang 91 ? dan menghasilkan tahanan jenis tanah sebesar 207,64 ?m, yang masih melebihi standar ideal PUIL 2011. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun suhu berperan, faktor lain seperti kelembapan tanah dan jenis tanah lebih berpengaruh terhadap nilai tahanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan optimalisasi sistem pentanahan agar sesuai dengan standar, seperti menambah elektroda atau menggunakan material peningkat konduktivitas tanah.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2011). Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Daman, S. (t.t.). Sistem Pembumian Jaringan Distribusi (hlm. 167–184).
Hutauruk, T. S. (2005). Pengetanahan Netral Sistem Tenaga. Jakarta: Erlangga.
Latiefa, R. F. (2018). Pengaruh Kelembaban Tanah terhadap Tahanan Pentanahan Studi Kasus pada Gardu Induk Kemayoran 150 kV. Jurnal Universitas Negeri Jakarta, 3(1).
Nurdiana, N., & Nurdin, A. (2020). Pengaruh Kedalaman terhadap Tahanan Pembumian di Area Rusunawa Kampus Universitas PGRI Palembang. Jurnal Ampere, 4(2), 327–332.
Pfeiffer, J. C. (2001). Principles of Electrical Grounding. Pfeiffer Engineering Co.
PT PLN (Persero). (2012). Grounding Sistem. Jakarta: Jasa Pendidikan dan Pelatihan PT PLN (Persero).
Rich, A. (1983). Shielding and Guarding. Analog Dialogue, 17(1), 8–13.
Sembiring, J. P. (2022). Analisis Perbandingan Pengaruh Nilai Tahanan Pentanahan Berdasarkan Jenis Tanah, Kelembapan Tanah, dan Temperatur Tanah. Jurnal ICTEE, 3. Universitas Teknokrat Indonesia.
Stockin, D. R. (2014). McGraw-Hill's National Electrical Code 2014 Grounding and Earthing Handbook. McGraw-Hill Education.
Sudaryanto, S. (2016). Analisis Perbandingan Nilai Tahanan Pembumian pada Tanah Basah, Tanah Berpasir dan Tanah Ladang. JET (Journal of Electrical Technology), 1(1), 71–75.
Published
2026-06-29
Section
Article