Penguatan Peran Keluarga dalam Deteksi Dini Risiko Kehamilan di Desa Tabongo Timur

Strengthening the Role of Families in the Early Detection of Pregnancy Risks in Tabongo Timur Village

Authors

  • Nanang Roswita Paramata Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo
  • Putri Ayuningtias Mahdang Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakata, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
  • Novia Martin Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo
  • Dewi Nurindah Panai Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.56338/jks.v9i9.12305

Keywords:

Bumil Gelis, Ayah Sigap, Kehamilan Risiko Tinggi, Deteksi Dini, Pemberdayaan Keluarga

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu kondisi yang memerlukan perhatian dan pemantauan secara lebih intensif untuk mencegah terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Deteksi dini faktor risiko kehamilan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, khususnya suami sebagai pendamping utama ibu hamil. Program BUMIL GELIS–AYAH SIGAP (Gerakan Deteksi Dini dan Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi) dilaksanakan sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam mengenali risiko kehamilan dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam mendampingi ibu hamil di Desa Tabongo Timur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga, khususnya ayah/suami, mengenai kehamilan sehat, faktor risiko, tanda bahaya kehamilan, serta pentingnya pendampingan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi kepada ibu hamil dan keluarga, edukasi Ayah Sigap, identifikasi ibu hamil yang memiliki faktor risiko, serta pemberian gelang tanda risiko sebagai media penanda dan pengingat bagi keluarga maupun masyarakat untuk memberikan perhatian dan pendampingan lebih kepada ibu hamil berisiko. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya deteksi dini risiko kehamilan, tanda bahaya kehamilan, serta peran ayah dalam mendukung pemeriksaan dan kesehatan ibu selama kehamilan. Pemberian gelang tanda risiko juga menjadi media sederhana untuk meningkatkan kewaspadaan dan mendorong keterlibatan keluarga dalam pemantauan ibu hamil. Program BUMIL GELIS–AYAH SIGAP dapat menjadi pendekatan promotif dan preventif berbasis keluarga yang mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kehamilan serta berkontribusi terhadap upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Anak

High-risk pregnancy is a condition that requires greater attention and intensive monitoring to prevent complications in both mothers and infants. Early detection of pregnancy-related risk factors is not solely the responsibility of healthcare professionals but also requires active family involvement, particularly from husbands as the primary companions of pregnant women. The BUMIL GELIS–AYAH SIGAP Program (Early Detection and Assistance for High-Risk Pregnant Women Movement) was implemented to strengthen the role of families in recognizing pregnancy risks and improving preparedness in supporting pregnant women in Tabongo Timur Village. This community service program aimed to improve family knowledge, particularly among fathers/husbands, regarding healthy pregnancy, risk factors, warning signs of pregnancy, as well as the importance of family support and the utilization of healthcare services. The activities were implemented through educational sessions for pregnant women and their families, AYAH SIGAP education, identification of pregnant women with risk factors, and the distribution of risk-identification bracelets as a simple communication and reminder tool for families and the community to provide greater attention and support to high-risk pregnant women. The results indicated an improvement in participants' understanding of the importance of early detection of pregnancy risks, pregnancy warning signs, and the role of fathers in supporting antenatal care and maternal health during pregnancy. The risk-identification bracelets also served as a simple tool to increase awareness and encourage family involvement in monitoring pregnant women. The BUMIL GELIS–AYAH SIGAP Program can serve as a family-based promotive and preventive approach to strengthen community preparedness in addressing pregnancy-related risks and contribute to efforts to reduce Maternal Mortality and Child Mortality.

References

Abebe, G. F., Alie, M. S., Alelign, Z., Negesse, Y., Lemu, L. G., & Girma, D. (2024). Male involvement in antenatal care follow-up and its determinants in Ethiopia: A systematic review and meta-analysis. BMJ Open, 14(12), e083492. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2023-083492

Chiang, R. K. Q., & Shorey, S. (2023). Men’s experiences of antenatal care services in low-income and middle-income countries: A qualitative systematic review. Birth, 50(2), 276–286. https://doi.org/10.1111/birt.12688

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2024). Profil kesehatan Provinsi Gorontalo tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Guspianto, G., Ibnu, I. N., & Asyary, A. (2022). Associated factors of male participation in antenatal care in Muaro Jambi District, Indonesia. Journal of Pregnancy, 2022, 6842278. https://doi.org/10.1155/2022/6842278

Laksono, A. D., Wulandari, R. D., Sukoco, N. E. W., & Suharmiati. (2022). Husband’s involvement in wife’s antenatal care visits in Indonesia: What factors are related? Journal of Public Health Research, 11(2), 22799036221104156. https://doi.org/10.1177/22799036221104156

Makmum, I., Harahap, A. P., Ningsih, N. F., & Arsanah, E. (2026). Faktor risiko kehamilan risiko tinggi pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Labuapi tahun 2025. Research & Learning in Nursing Science, 10(1), 2108–2112.

Nurdin, A., Amaruddin, A. I., Tahir, A. M., Jusuf, E. C., & Sari, M. (2023). Men’s determinant factors on antenatal care involvement and childbirth place preference in Indonesia: An analysis of the 2012 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS). Journal of Public Health Research, 12(3). https://doi.org/10.1177/22799036231204318

Pembengo, N. (2025). Dinkes Provinsi gelar rapat koordinasi lintas sektor untuk penurunan AKI/AKB, dan stunting. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo.

Prafitri, L. D., Suparni, & Setianto, G. (2025). Pendampingan ibu hamil dalam upaya deteksi dini risiko tinggi kehamilan. Journal of Community Development, 5(3), 423–433.

Rufaindah, E., & Patemah. (2025). Analisis faktor eksternal terhadap kemampuan ibu hamil dalam melakukan deteksi dini risiko tinggi. Jurnal Ners, 9(3).

Serihati, A. Y. T., Oktanti, Q., Maryati, L., Syahdatina, & Agustiawan. (2025). Peran Skor Poedji Rochjati dalam meningkatkan pencegahan kematian ibu: Analisis dan implikasinya. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis, 14(2).

Siwi, R. P. Y., Wulandari, A., Retnaningtyas, E., & Astikasari, N. D. (2023). Analysis of pregnant women’s motivation and family support on integrated antenatal care participation. Journal for Quality in Women’s Health, 6(1), 42–50. https://doi.org/10.30994/jqwh.v6i1.213

World Health Organization. (2021). WHO antenatal care recommendations for a positive pregnancy experience: Nutritional interventions update. World Health Organization. https://www.who.int/publications/b/59023

World Health Organization. (2022). WHO antenatal care recommendations for a positive pregnancy experience: Maternal and fetal assessment update—Imaging ultrasound before 24 weeks of pregnancy. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240046009

Dure, A. (2025). Knowledge on obstetric danger signs during pregnancy and associated factors among married men in Chencha Town, Southern Ethiopia Regional State, 2022: A community-based cross-sectional study. Journal of Pregnancy, 2025, 8311265. https://doi.org/10.1155/jp/8311265

Downloads

Published

2026-09-30

Most read articles by the same author(s)