Dialektika Ulama dalam Menganalisis Konsep Ketuhanan: Studi atas Pengalaman Subjektif dalam Ilmu Kalam

The Dialectic of Scholars in Analyzing the Concept of Divinity: A Study of Subjective Experience in theology

  • Surni Kadir Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Keywords: Dialektika Ulama, Ilmu Kalam, Konsep Ketuhanan, Pengalaman Subjektif, Epistemologi Islam

Abstract

Konsep ketuhanan dalam Islam telah menjadi objek perdebatan panjang di kalangan ulama, terutama dalam disiplin Ilmu Kalam. Dialektika pemikiran ulama mencerminkan dinamika epistemologi Islam yang berkembang dari era klasik hingga kontemporer. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman subjektif ulama dalam memahami konsep ketuhanan melalui pendekatan historis dan fenomenologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan terhadap karya-karya mutakallimun dari berbagai mazhab, termasuk Asy‘ariyah, Maturidiyah, dan Mu‘tazilah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman subjektif ulama dipengaruhi oleh latar belakang sosial, intelektual, serta respons terhadap tantangan filosofis dan teologis pada masanya. Perbedaan metodologi dalam menafsirkan sifat-sifat Tuhan menegaskan adanya pluralitas dalam tradisi pemikiran Islam tanpa menghilangkan esensi tauhid. Studi ini memberikan kontribusi bagi penguatan wacana keislaman berbasis argumentasi rasional dan dialogis, serta relevan dalam menjawab tantangan kontemporer dalam pemahaman ketuhanan.

The concept of divinity in Islam has been the object of long debate among Islamic scholars, especially in the discipline of Kalam (Theology). The dialectic of Islamic thought reflects the dynamics of Islamic epistemology that developed from the classical to the contemporary era. This study aims to analyze the subjective experiences of Islamic scholars in understanding the concept of divinity through a historical and phenomenological approach. This research uses a qualitative method with a literature review of the works of mutakallimun from various schools of thought, including the Ash'ariyah, Maturidiyah, and Mu'tazilah. The results show that the subjective experiences of Islamic scholars are influenced by their social and intellectual backgrounds, as well as responses to the philosophical and theological challenges of their time. Differences in methodology in interpreting the attributes of God emphasize the existence of plurality in the tradition of Islamic thought without eliminating the essence of monotheism. This study contributes to strengthening Islamic discourse based on rational and dialogical arguments, and is relevant in addressing contemporary challenges in understanding divinity.

References

Aan Pratama1, I. S. (2025). ASY’ARIYAH: SEJARAH, DOKTRIN, DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMIKIRAN MU’TAZILAH. 6(1), 521–535.
Anhar, A., Nurhuda, A., Setyaningtyas, N. A., & Imam, M. (2025). Hermeneutika dalam Ilmu-Ilmu Humaniora dan Agama?: Model , Pengembangan dan Metode Penelitian. 4(1), 14–26.
Arifin, S., Kholish, M. A., & Mu’iz, D. H. T. (2022). Teologi Konversi Agama Dan Upaya Menumbuhkan Nilai-Nilai Toleransi Di Basis Multikultural. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 6(1), 43. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2022.006.01.4
Assagaf, A. R. N. R. & H. (2022). Teologi Islam Harun Nasution. Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah, 129.
Fatih Mubaidilla, T., Agama, I., Nahdlatul, I., & Tuban, U. (2022). PENDEKATAN SOSIOLOGIS DALAM STUDI ISLAM Irfa’i Alfian Mubaidilla. 16(1), 68–81.
Fitria, L. (2023). Imam Syafi ’ I Dan Penolakan Metode Rasional. 2(2), 170–184.
Hafid, W. (2020). MENYOAL GERAKAN SALAFI DI INDONESIA (Pro-Kontra Metode Dakwah Salafi). Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law, 2(1), 29. https://doi.org/10.33096/altafaqquh.v2i1.87
Kadir, S., Nuranisa, N., Asnidar, A., & Zainal, A. (2021). Sudut Pandang Sosiologi Islam dalam Pelaksanaan Budaya Pompaura Masyarakat Suku Kaili. Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan Dan Keislaman, 15(2), 84–88. https://doi.org/10.56338/iqra.v15i2.1576
Mahmuddin. (2017). Pengaruh Faham Asy’ ariy Pada Pemikiran Masyarakat Tradisional Mahmuddin. Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 21(2), 69–76.
Muttaqin, Z. (2020). Jalan Menuju yang Ilahi Mistisisme dalam Agama-Agama. Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 3(1), 105–129. https://doi.org/10.15408/ushuluna.v3i1.15223
Nani Fitriono, E., & Aldias Zakariah, Y. (2024). Pentingnya Pembelajaran Ilmu Kalam Untuk Membentuk Pola Pikir Mahasiswa STIT Ibnu Khaldun Nunukan. Rayah Al-Islam, 8(1), 316–327. https://doi.org/10.37274/rais.v8i1.933
Nurlaela, R., Kulsum, U., Lukman, D., & Ulumuddin, I. (2024). Refleksi pemikiran mu’tazilah dalam konteks perkembangan ilmu kalam modern. 8(2), 150–157.
Pauzi. (2025). Rekonstruksi Ilmu Kalam Dalam Konteks Islam Kontemporer?: Upaya Menyelaraskan Tradisi Dan Rasionalitas. QAZI Journal Of Islamic Studies, 1, 72–77.
Purnama, F. F. (2016). Khawarijisme?: Pergulatan Politik. Al-A’raf: Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, XIII(2), 213–232.
Sulaeman, Y., Zinul Almisri, & Kerwanto. (2023). Teologi Asy’Ariyah: Sejarah Dan Pemikirannya. El-Adabi: Jurnal Studi Islam, 2(1), 25–44. https://doi.org/10.59166/el-adabi.v2i1.24
Published
2026-07-20
How to Cite
Surni Kadir. (2026). Dialektika Ulama dalam Menganalisis Konsep Ketuhanan: Studi atas Pengalaman Subjektif dalam Ilmu Kalam: The Dialectic of Scholars in Analyzing the Concept of Divinity: A Study of Subjective Experience in theology. Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan Dan Keislaman, 21(2), 136-145. https://doi.org/10.56338/iqra.v22i2.11849
Section
Articles