Pemetaan Penyebaran Kasus Penyakit Sifilis di Kota Gorontalo Tahun 2024
Mapping the Distribution of Syphilis Cases in Gorontalo City in 2024
Abstract
Penyakit menular seksual (IMS), termasuk sifilis, merupakan masalah besar dalam kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Sifilis dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman dan dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan manusia. Sistem informasi geografis berkontribusi siginifikan dalam pemetaan penyakit menular, yang merupakan masalah kesehatan serius di indonesia. Melalui SIG, visuaisasi data dapat dilakukan dengan menyusun peta yang menunjukkan sebaran penyakit dan kasus-kasus di seluruh wilayah, memungkinkan identifikasi daerah dengan prevalensi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan pola penyebaran kasus sifilis berdasarkan SIG menurut lokasi geografis di kota Gorontalo tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 65 kasus sifilis yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 3 puskesmas yang memiliki kasus tertinggi, berdasarkan kelompok usia menunjukkan usia 20 – 24 tahun yang mencatat kasus tertinggi, berdasarkan jenis kelamin perempuan yang memiliki angka kasus tertinggi, bulan januari dan juni mencatat kasus tertinggi, kelompok yang sudah menikah memiliki kasus lebih tinggi daripada yang belum menikah, berdasarkan tingkat tingkat pendidikan, SMA memiliki angka kasus tertinggi dan berdasarkan pekerjaan IRT mencatat kasus tertinggi dibanding pekerjaan yang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peta persebaran kasus sifilis di Kota Gorontalo yaitu kecamatan hulontalangi, kecamatan dungingi dan mencatat kasus paling tinggi sedagkan kasus terendah ada dikecamatan Kota Barat.
References
Aliwardani, A., Fatiharani, P., Rosita, F., & Ellistasari, E. Y. (2021). Pemeriksaan Serologi untuk Diagnosis Sifilis. Cermin Dunia Kedokteran, 48(11), 380. https://doi.org/10.55175/cdk.v48i11.1563
Ambarwati, W., & Johan, Y. (2016). Sejarah Dan Perkembangan Ilmu Pemetaan. Jurnal Enggano, 1(2), 80–82. https://doi.org/10.31186/jenggano.1.2.80-82
Anggreni, D. (2023). Faktor Risiko Kejadian Penyakit Sifilis Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Dan Di PPSKW Dinas Sosial Mattirodeceng Prov. Sulawesi Selatan Tahun 2021-2022.
Chaniago, M. D., & Taki, H. M. (2022). Geographic Information System (GIS) as an Information Media in the Field of Environmental Health: Literature Review. Journal of Applied Geospatial Information, 6(2), 641–646.
Cheng, Y. J., Norris, J., Bao, C. J., Liang, Q., Hu, J. L., Wu, Y., Tang, F. Y., Liu, W. D., Ding, K. Q., Zhao, Y., Peng, Z. H., Yu, R. Bin, Wang, H., Shen, H. B., & Chen, F. (2013). Geographical information systems-based spatial analysis and implications for syphilis interventions in Jiangsu province, people’s republic of China. Geospatial Health, 7(1), 63–72.
Coleman, E., Fiahlo, A., & Brateanu, A. (2017). Secondary syphilis. Cleveland Clinic Journal of Medicine, 84(7), 510–511..
Dewi, K. I. P., & Silayukti, A. A. A. A. K. (2020). Gambaran prevalensi penderita sifilis laten, sekunder, dan primer pada pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Mangusada, Badung, Bali periode 2017 – 2018. Intisari Sains Medis, 11(2), 457–460.
Dj,H. D., Sutriswanto, S., Nurhayati, E., Ratika, M., & Salim, M. (2024). Hubungan Seks Bebas Dengan Kejadian Sifilis Di Wilayah Kerja Puskemas Kom Yos Sudarso Kota Pontianak. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa, 7(2), 133.
Evans, B., & Sabel, C. E. (2012). Open-Source web-based geographical information system for health exposure assessment. International Journal of Health Geographics, 11, 1–11. https://doi.org/10.1186/1476-072X-11-2
Fadhillah, A., Fonda, H., & Muhardi. (2017). Sistem Pemetaan Penyakit dengan Menggunakan GIS di Dinas Kesehatan Kotamadya Pekanbaru. Jurnal Ilmu Komputer, 6(1), 50–56.
Fajemiroye, J. O., Moreira, A. L. E., Ito, C. R. M., Costa, E. A., Queiroz, R. M., Ihayi, O. J., Moreira, C. V., Costa, R. F., Teixeira, C. C., Bortolini, M. J. S., & Silva, O. N. (2023). Advancing Syphilis Research: Exploring New Frontiers in Immunology and Pharmacological Interventions. Venereology, 2(4), 147–163.
Fatmawati, A., Imansari, B., Renjani, R., Salma, C., Apriani, S., Laila, N., & Putri, H. A. (2024). Deteksi Dini Penyakit HIV-AIDS, Sifilis dan Hepatitis B dengan Pemeriksaan Triple Eliminasi pada Ibu Hamil. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(3), 510–515.
Fitrianingsih, Tuti Suparyati, & Eka Ayu Lestari. (2022). Gambaran Hasil Pemeriksaan Sifilis Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Tirto II Kabupaten Pekalongan. Jurnal Medika Husada, 2(1), 7–12.
Gorontalo, B. P. S. kota G. (2023). Statistik Daerah Kota Gorontalo.
Gustina, R. E. (2019). Gambaran Pengetahuan Wanita Pada Pasangan Usia Subur Tentang Penyakit Sifilis Di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Aji Kota Batam. Embrio, 11(2), 55–63.
Kajian, U., & Kesehatan, M. (2010). Serba Serbi Lingkungan. 6(01), 26–27.
Keeler, C., & Emch, M. (2016). Geographic Information Systems (GIS) in Public Health. In International Encyclopedia of Public Health (Issue 2018).
Kemenkes RI. (2013). Pedoman tata laksana sifilis untuk pengendalian sifilis di layanan kesehatan dasar. Kemenkes RI, 1–37.
Kolifah, K., Dwi Srirahandayani, Erika Agung Mulyaningsih, & Mudhawaroh. (2023). Hubungan Pemeriksaan Triple Eliminasi terhadap Pencegahan Penyakit Menular Seksual pada Ibu Hamil. Professional Health Journal, 5(1sp), 273–283.
Kraemer, M. U. G., Reiner, R. C., & Bhatt, S. (2019). Causal Inference in Spatial Mapping. Trends in Parasitology, 35(10), 743–746.
LaFond, R. E., & Lukehart, S. A. (2006). Innoculation of Syphilis in Human Voluteers. 35(1), 33–82.
Marwa Hasan Kadatua, Ayu Kurniati, Melawati Wakan, Wildia Nanlohy, & Rati Drakel. (2024). Kejadian Infeksi Menular Seksual (Ims) Sifilis Pada Ibu Masa Perinatal Di Wilayah Kerja Puskesmas Suli. Jurnal Ilmu Kebidanan Dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health), 15(2), 156–162.
Marzuki, I. W. (2018). Perkembangan Morfologi Kota Gorontalo Dari Masa Tradisional Hingga Kolonial. Berkala Arkeologi, 38(1), 39–58.
Medeiros, J. A. R., Yamamura, M., da Silva, Z. P., Domingues, C. S. B., Waldman, E. A., & Chiaravalloti-Neto, F. (2022). Spatiotemporal dynamics of syphilis in pregnant women and congenital syphilis in the state of São Paulo, Brazil. Scientific Reports, 12(1), 1–13.
Mocodompis, J. Y., & Papilaya, F. S. (2023). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Kesehatan Sebaran Penyakit Berbasis WEB-GIS. KLIK: Kajian Ilmiah Informatika Dan, 3(6), 612–620.
Nela, F. V., Wardani, S. K., Lestari, K. R., & Isnalia, T. P. (2023). Skrining infeksi menular seksual dan diagnostik tes sifilis dan hiv pada pekerja seks komersial di kabupaten kediri. Jurnal Sintesis, 4(2), 146–152.
Nugroho, M. F., Mutiah, N., & Rahmayuda, S. (2022). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Penyakit Menular Menggunakan Pengukuran Epidemiologi Berbasis Website. Coding Jurnal Komputer Dan Aplikasi, 10(01), 12.
Oktaviani, V., Ariyani, S., & Krisdiyanta. (2016). Pemetaan Epidemiologi Sebaran Penderita Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Kota Baru Kota Jambi Tahun 2015. Jurnal Poltekkes Jambi, 13(5), 248–258. pemetaan epid
Purwoko, S., Cahyati, W. H., & Farida, E. (2018). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Analisis Sebaran Penyakit Menular TB BTA Positif Di Jawa Tengah Tahun 2018. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNNES, 861–871.
Report, S. (2024). Syphilis. March.
Rinandari, U., & Ellista Sari, E. Y. (2020). Terapi Sifilis Terkini. Cermin Dunia Kedokteran, 47(11), 647.
Satyaputra, F., Hendry, S., Braddick, M., Sivabalan, P., & Norton, R. (2021). The Laboratory Diagnosis of Syphilis. September.
Setiawan, P. B., Nur’aini, B., Hartono, H., & Tandelilin, R. T. C. (2019). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Penyakit Periodontal Berdasarkan Faktor Lingkungan di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 98.
Sevtiyani, I., Sari, R. Y., & Ariningtyas, R. E. (2024). Sosialisasi Pemanfaatan SIG Dalam Surveilans Kesehatan untuk Mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(12), 3312–3316.
Syamsir, & Pangestuty, D. M. (2020). Autocorrelation of Spatial Based Dengue Hemorrhagic Fever Cases in Air Putih Area, Samarinda City. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(2), 78–86.
Umbiya, & Indria Anggraini, D. (2023). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Sifilis. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(4), 1385–1394.
Umniya. (2023). Faktor-faktor risiko yang memengaruhi kejadian sifilis di rsud dr. h. abdul moeloek provinsi lampung. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
Utami, T. W. (2024). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Penyebaran Penyakit Berbasis Web Di Pekalongan. Jurnal Ilmiah Sains Teknologi Dan Informasi, 1(4), 35–40.
Waskito, D. Y., Kresnowati, L., & Subinarto, S. (2018). Pemetaan Sebaran Sepuluh Besar Penyakit Di Pusat Kesehatan Masyarakat Mojosongo Kabupaten Boyolali Berbasis Sistem Informasi Geografis. Jurnal Riset Kesehatan, 6(2), 7.
Zhou, C., Zhang, X., Zhang, W., Duan, J., & Zhao, F. (2019). PCR detection for syphilis diagnosis: Status and prospects. Journal of Clinical Laboratory Analysis, 33(5), 1–8.






