Masyarakat Islam Jawa Dalam Pandangan Mark R. Woodward
Javanese Islamic Society in the View of Mark R. Woodward
Abstract
Tulisan ini membahas mengenai pandangan Mark R.Woodward tentang tipologi masyarakat Islam Jawa. Mark R. Woodward meneliti tentang tipologi masyarakat Islam Jawa yang ada di kota Yogyakarta. Menurut Woodward, Yogyakarta adalah pusat budaya masyarakat Jawa dan dianggap mampu mengkolaborasikan Islam dan budaya lokal. Tulisan ini menyimpulkan bahwa berbeda dengan peneliti sebelumnya, yakni Clifford Geertz, yang membagi masyarakat Jawa menjadi abangan, santri dan priyayi, Woodward justru membagi masyarakat Jawa menjadi masyarakat Islam Mistis dan masyarakat Islam Normatif. Jika menurut Geertz Islam Jawa (dalam hal ini adalah abangan dan priyayi) sebagai bid’ah karena jauh melenceng dari ajaran Islam, namun justru menurut Woodward, Islam Jawa adalah merupakan manifestasi dari Islam mistis (sufisme Islam). Perspektif sufisme Islam ini dipergunakan Woodward untuk mempertemukan titik simpul antara Islam Jawa dengan praktek sufisme Islam. Menurut Woodward varian keagamaan itu tidak bisa dinilai dari siapa menganut apa, namun pada pola hubungan antara varian-varian tersebut dengan Tuhan. Adanya paradigma Islam Jawa ini menggugah penulis untuk mengenal lebih jauh tentang Islam Jawa dengan menelaah pemikiran Woodward sebagai obyek penelitian. Oleh karenanya, yang menjadi fokus kajian adalah bagaimana Islam Jawa dalam pandangan Woordward. Penulis menggunakan pendekatan deskriptis analisis dalam menggali pemikiran Woodward ini. Tujuan yang hendak dicapai penulis adalah memahami pemikiran Woodward tentang karakteristik Islam Jawa dari kaca mata sufisme Islam, karena menurut Woodward, sufisme Islam dipandang sebagai metode yang paling pas ketika mempertemukan agama dan budaya. Dalam tradisi sufisme, pencapaian puncak tertinggi seorang hamba adalah menjadi manusia sempurna (insan kamil) atau dikenal dengan manunggaling kawulo gusti dalam istilah Jawa dan wahdatul wujud (dalam ajaran Islam). Tesis dari tulisan ini adalah bahwa Woodward membagi empat ciri atau karakteristik Islam Jawa yakni : Pertama, konsep tentang ke-Esa-an Tuhan. Kedua, konsep makna lahir dan batin. Ketiga, konsep mengenai hubungan antara hamba (kawulo) dan Gusti (Tuhan). Keempat adalah soal konsep mengenai penyamaan mikrokosmos dan makrokosmos. Dari sinilah kemudian Woodward menyimpulkan bahwa pada dasarnya kebatinan-kebatinan yang ada di Jawa semuanya sejalan dengan Islam. Islam Jawa merupakan bentuk lain atau tafsir tersendiri atas ajaran Islam ala masyarakat Jawa. Berjalannya waktu, Woodward pada akhirnya, juga membagi masyarakat Islam Jawa menjadi beberapa kelompok berdasarkan doktrin dan akar sosial masyarakat Islam, diantaranya adalah kelompok Indigenized Islam (ekspresi Islam yang sifatnya lokal), kelompok Tradisional Islam (Nahdlatul Ulama), kelompok Islam Modernis (Muhammadiyah), dan Islamisme (Islamis) serta Neo-Modernisme Islam.
References
Berman, Sheri. Islamism, Revolution, and Civil Society, Perspectives on Politics, 2003.
Eikmeier, Dale C. Qutbism : An Ideology of Islamic-Fascism From Parameters, Spring : 2007.
Fuller, Graham E. The Future of Political Islam, Palgrave : MacMillan, 2003.
Geertz, Clifford. Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa, terjemah oleh Hadi, Sutrisno, Metodelogi Research. I, Yogyakarta: Fakultas. Psikologi UGM, 1987.
Greg, Barton. Indonesias Nurcholish Madjid and Abdurrrahman Wahid as Intelectual Ulama: The Meeting of Islamic Traditionalism and Modernism in Neo-Modernist Thought, dalam Islam and Christian Muslim, CSIC, Birmington, Vol. 8, No. 3, 1999.
Khatimah, Husnul dan Imam Fawaid. Wajah Islam Indonesia Sebuah Tipologi Islam Di Jawa Abad 20. Lisan Al-Hal : Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan 12, No. 2, 2018.
Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa. Jakarta : Balai Pustaka, 1994.
Mudzhar, M. Atho·, Membaca Gelombang Ijtihad : Antara Tradisi dan Liberasi, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1998,
Muhtarom, Zaini. Islam di Jawa dalam perspektif Santri dan Abangan. Jakarta : INIS, 2002.
Muis, Arif Jamali. Menanggapi Komentar Woodward tentang Muhammadiyah. Jogjakarta : Kedaulatan Jogja (8/4/2020).
Mulkhan, Abdul Munir. Srategi Sufistik Sema, Aksi Kaum Santri Merebut Hati Rakyat. Yogyakarta : Kreasi Wacana, 2003.
Murtadho, M., Islam Jawa: Keluar dari Kemelut Abangan Vs Santri, Yogyakarta: Lapera, 2002.
Qomar, Mujamil. NU Liberal dan Tradisionalisme Ahlussunnah ke Universalisme Islam. Bandung : Mizan, 2002.
Rahmatullah Amrozi, Shoni. Keberagamaan Orang Jawa Dalam Pandangan Clifford Geertz Dan Mark R. Woodward, Fenomena 20, No. 1, 2021.
Setiadi, Ozi. Islam Dan Civil Society : Pergerakan Hizmet di Indonesia sebagai Tipologi Civil Society Budaya, Jakarta : Impressa Publishing, 2013.
Simorangkir, Jungjungan. Islam Pasca Orde Baru, Istinbath, 2016.
Woodward, Mark R., Islam Jawa: Kesalehan Normatif versus Kebatinan, terjemah oleh Hairus Salim HS, Yogyakarta: LkiS, 1999.
Woodward, Mark R. Jalan Baru Islam : Memetakan Paradigma Mutakhir Islam Indonesia. Bandung : Mizan, 1999.
Zubaedi. Islam dan Benturan Antarperadaban, Dialog Filsafat Barat dengan Islam, Dialog Peradaban, dan Dialog Agama. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2007.






