Metode Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Pemikiran Imam Al-Ghazali

Methods of Acquiring Knowledge in the Perspective of Imam Al-Ghazali’s

  • Andi Abd. Muis Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Pare-Pare
  • Sudirmanto SMA Al-Iman Uluale
  • Nur Aliah SDIT At-Tauhid Sidrap
  • Dewi T SMP Muhammadiyah Boarding School MBS Rappang
Keywords: Akal, Imam Al-Ghazali, Indera, Intuisi/Kasyf, Metode Perolehan Ilmu, Wahyu

Abstract

Ilmu menempati posisi fundamental dalam tradisi intelektual Islam, dan Imam Al-Ghazali merupakan salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam merumuskan konsep epistemologi Islam yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam metode memperoleh ilmu dalam perspektif pemikiran Imam Al-Ghazali dengan menelaah karya-karya utamanya seperti Ihya’ Ulumuddin, Mi’yar al-‘Ilm, al-Mustashfa, dan al-Munqidz min al-Dhalal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi terhadap teks-teks klasik dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, ilmu diperoleh melalui empat instrumen utama: indera (al-hawâss) sebagai alat untuk menangkap fakta empiris; akal ('aql) sebagai sarana untuk menganalisis, menguji, dan membangun argumentasi logis; serta intuisi atau kasyf yang hanya diperoleh melalui penyucian jiwa, mujahadah, dan pendekatan spiritual kepada Allah, dan keempat Wahyu (Al-wahyu). Keempat metode ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi dan membentuk kerangka epistemologi integratif yang memadukan aspek empiris, rasional, dan spiritual. Penelitian ini juga menemukan bahwa tujuan akhir pencarian ilmu menurut Al-Ghazali bukan hanya penguasaan pengetahuan, tetapi pembentukan akhlak, kedekatan dengan Allah, dan tercapainya kebijaksanaan (al-hikmah). Dengan demikian, konsep epistemologi Al-Ghazali sangat relevan untuk pengembangan pendidikan Islam modern, karena menawarkan paradigma perolehan ilmu yang komprehensif, etis, dan berorientasi pada penyempurnaan diri.

References

Al-Ghazali, A. H. (1997). Mi‘yar al-‘Ilm. Cairo: Dar al-Ma‘arif.

Al-Ghazali, A. H. (2000). al-Mustashfa fi ‘Ilm al-Ushul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Ghazali, A. H. (2002). al-Risalah al-Laduniyyah. Beirut: Dar al-Fikr.

Muis, Andi.Abd. (2013). Prinsip-Prinsip Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(1), 29.

Muis, Andi.Abd. (2015). Implementasi Metode Mengajar Bervariasi Dalam Meningkatkatkan Minat Belajar Peserta Didik Pendidikan Agama Islam Di Sekolah. Jurnal Kependidikan Jurusan Tarbiyah STAIN Watampone, (13), 14.

Fatonah, S. (2020). Epistemologi Islam dan Perbandingannya dengan Filsafat Barat. Jurnal Filsafat Islam, 8(2), 121–135.

Husaini, A. (2013). Filsafat Ilmu: Perspektif Barat dan Islam. Jakarta: Gema Insani.

Nofialdi, & Syafril. (2021). Epistemologi Al-Ghazali: Integrasi Akal, Hati, dan Wahyu. Jurnal Pemikiran Islam, 15(1), 45–60.

Nasution, H. (1995). Falsafat dan Mistisisme dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Ar-Rasyidin. (2021). Dimensi Ruhani dalam Epistemologi Islam. Jurnal Ilmu dan Peradaban, 6(1), 77–89.

Kartanegara, M. (2006). Mengislamkan Nalar: Epistemologi dalam Islam. Bandung: Mizan.

Published
2026-01-19
How to Cite
Andi Abd. Muis, Sudirmanto, Nur Aliah, & Dewi T. (2026). Metode Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Pemikiran Imam Al-Ghazali : Methods of Acquiring Knowledge in the Perspective of Imam Al-Ghazali’s . Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan Dan Keislaman, 21(1), 20-25. https://doi.org/10.56338/iqra.v21i1.9377