Peranan Guru Agama dalam Membina Akhlak Peserat Didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu.

mansur mansur(1*)


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penanaman  nilai-nilai keislaman harus dilakukan sejak usia dini kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang harus mendapat perhatian serius baik dari orang tua, masyarakat maupun dari lingkungan sekolah terutama dalam perilaku. Oleh karena itu, guru agama sudah seharusnya memberikan pendidikan yang sesuai dengan tujuan agama Islam. Guru memegang peranan yang sangat penting dan strategis sebab guru bertanggung jawab untuk mengarahkan peserta didik dalam hal ilmu pengetahuan dan penerapannnya dalam kehidupan serta menanamkan dan memberikan contoh yang baik terhadap peserta didik.

Masalah dalam penelitian ini meliputi: bagaimana peran guru agama dalam melakukan pembinaan akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu. bagaimana efektivitas guru agama dalam pembinaan akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu.

Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan jenisnya adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini, Ada dua bentuk pembinaan akhlak bagi peserta didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu; yakni: pembinaan akhlak secara preventif dan kuratif. Pembinaan akhlak secara preventif dilakukan untuk mencegah terjadinya kenakalan peserta didik; meliputi: Peraturan Madrasah, terdiri dari tata tertib Madrasah dan penegakan disiplin; tanggung jawab tenaga pembina, yakni kepala sekolah, guru agama dan guru mata pelajaran non-PAI; tersedianya sarana prasarana namun belum memadai; suasana lingkungan Madrasah yang cukup kondusif; dan program kegiatan pengembangan diri. Pembinaan akhlak dapat berjalan dengan lancar karena mengoptimalkan faktor pendukung dan meminimalisir faktor kendala, baik kendala internal maupun kendala eksternal. Kendala internal meliputi: Kendala lingkungan fisik dan lingkungan psikologis; kurangnya sarana prasarana yang bernuansa keislaman; tata tertib Madrasah belum akomodatif terhadap nilai-nilai ajaran Islam; dan masih ada sebagian guru yang rendah kesadaran mengajarnya. Sedangkan kendala eksternal meliputi: kurang dukungan orang tua terhadap kebijakan Madrasah, input rendah kemampuan akademiknya, persoalan luar dibawa ke sekolah, lingkungan tempat tinggal peserta didik yang tidak kondusif, dan dampak negatif dari kemajuan teknologi dan globalisasi.

            Implikasinya yaitu dengan tantangan kemajuan teknologi dan globalisasi yang menyebabkan peserta didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu, mudah mencontoh hal-hal yang buruk maka pembinaan akhlak perlu dilaksanakan secara sistematis dan terpadu. Untuk itu maka setiap stakeholder seyogyanya memahami tugasnya masing-masing dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab disertai dedikasi tinggi. Untuk pembinaan akhlak mulia, optimalisasi penerapan metode pembinaan akhlak, dan peningkatan kerja sama antara sekolah dengan orang tua, masyarakat, dan instansi terkait berdasarkan good governance.


Keywords


Kata kunci: peran, guru pendidikan agama Islam, akhlak siswa.

Full Text:

PDF

Article Statistic

Abstract view : 12 times
PDF views : 33 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 mansur mansur