Kosentrasi Respirable Debu Particulate Matter (Pm2,5) Dan Gangguan Kesehatan Pada Masyarakat Di Pemukiman Sekitar PLTU

Susan Arba(1*)


(1) Jurusan Kesehatan Llingkungan Poltekkes Kemenkes Ternate
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/promotif.v9i2.963

Abstract


Particulate Matter (PM) merupakan jenis polutan berbahaya dengan berbagai ukuran, yang dapat mengakibatkan tingginya kematian akibat pajanan polusi udara. Particulate Matter <2,5µm (PM2.5) atau yang disebut dengan fine particle merupakan salah satu jenis partikulat yang berukuran sangat kecil dan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Apabila terhirup ke dalam tubuh dapat berpenetrasi ke dalam saluran pernapasan bawah serta dapat melewati aliran darah. Gangguan kesehatan yang muncul adalah iritasi mata, batuk, riak, sesak napas hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis  kosentrasi respirable debu particulate matter (PM2,5) di udara ambient dan gangguan kesehatan pada masyarakat di pemukiman sekitar PLTU. Rancang bangun penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Pemukiman sekitar PLTU Kota Tidore Kepulauan, dengan besar sampel 30 responden kelompok terpajan dan 30 responden kelompok tidak terpajan. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan program statistik uji regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kosentrasi PM2.5 di udara ambient pada pemukiman kelompok terpajan didapatkan nilai 26,77 µg/m3 , sedangkan pada kelompok tidak terpajan adalah 17.22 µg/m3 .Gangguan kesehatan pada kelompok terpajan adalah batuk (70%) dan iritasi mata (47%), sedangkan pada kelompok tidak terpajan menunjukan adanya gangguan kesehatan berupa batuk dan riak (10%).Terdapat nilai signifikansi = 0,05 (p < 0,05), dengan Exp (B) = 1,174. Penelitian ini menyimpulkan adanya pengaruh yang signifikan antara kosentrasi PM2.5 di udara ambient terhadap gangguan kesehatan.

 


Keywords


PM2.5; Gangguan Kesehatan; Pemukiman; PLTU

Full Text:

PDF

References


Ahmad, H., Indar, Palutturi, S., et al. (2019) ‘Health city collaboration model through the program no gross city (Kotaku) in coastal areas Makassar city, Indonesia’, International Journal of Innovative Technology and Exploring Engineering, 9(1). doi: 10.35940/ijitee.A4647.119119.

Ahmad, H., Indar, Palluturi, S., et al. (2019) ‘Management of slum settings through the private city program (Kotaku) towards a city of health, makassar indonesia’, Indian Journal of Public Health Research and Development, 10(9). doi: 10.5958/0976-5506.2019.02675.5.

Cheng, YH, et. al,. 2012. Temporal Variations in Airborne Particulate Matter Levels at An Indoor Bus Terminal and Exposure Implications for Terminal Workers. Aerosol and Air Quality Research. Vol. 12 pg. 30-38

Miswan et al. (2019) ‘Environmental sanitation handling strategy in slum area in palu city, Indonesia’, International Journal of Innovative Technology and Exploring Engineering, 8(12). doi: 10.35940/ijitee.L3165.1081219.

Hadi, Bambang Supramono. 2004. Pencemaran Debu Ambien,Gangguan Fungsi Paru Mayarakat yang berada di dalam dan di sekitar Terminal Bus Umbulharjo Jogjakarta. (Tesis). Jogjakarta : Ilmu Kesehatan Kerja. Program Pasca Sarjana. Universitas Gadjah Mada.

Harington & Gill. 2005. Buku Skau Kesehatan Kerja. Jakarta : EGC

Khairiah. 2012. Analisis Konsentrasi Debu Dan Keluhan Kesehatan Pada Masyarakat Di Sekitar Pabrik Semen Di Desa Kuala Indah Kecamatan SeiSuka Kabupaten Batu Bara.

Komariah, Vivi Hali. 2016. Skripsi. Analisis Risiko dan Dampaknya Terhadap Penurunan Fungsi Paru Pekerja Industri Semen di Plant 06 PT Indocement Citereup-Bogor Tahun 2016.

Leinawati T. 2013. Studi Identifikasi Karakteristik Anorganik PM10 terhadap Mortalitas dan Morbiditas di Udara Ambien pada Kawasan Pemukiman. REKA LINGKUNGAN 1.1

Marpaung, Yosi Marin. 2012. Skripsi. Pengaruh Pajanan Personal Debu Respirable PM2.5 Terhadap Kejadian Gangguan Fungsi Paru Pedagang Terminal Terpadu Kota Depok Tahun 2012.

Mongabay. 2017. Pencemaran Udara PLTU Rum, Apa Reaksi DPRD dan Pemerintah Tidore. [Online]. Available from: http://www. mongabay.co.id/2017/03/09/

Mengkidi, Dorce. 2006. Gangguan Fungsi Paru dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Pada Karyawan PT. Semen Tonasa Pangkap Sulawesi Selatan. Magister Kesehatan Lingkungan Universitas Diponegoro. PhD Thesis. http://eprints.undip.ac.id/15485/1/Dorce _Mengkidi.pdf.

Mukono, H.J. 2008. Pencemaran Udara dan pengaruhnya terhadap gangguan saluran pernapasan.Surabaya : Airlangga University Press.

Meo, S.A. 2003. Chest Radiological Findings in Pakistani Cement Factory Workers. Saudi Medical Journal Vol. (3): 287-290. http://www.smj.org.sa/DetailArticle.asp%3FArticleId%3D1198. Tanggal Akses: 29 Oktober 2018.

Mukono, H.J. 2011. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan Edisi Kedua. Surabaya: Airlangga University Press.

Peraturan Lingkungan Hidup No 12 tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara di Daerah.

Pui, D.Y, et. al. 2014. PM2.5 in China: Measurements, Sources, Visibility and Health Effects, and Mitigation. Particulogy. Vol. 13. Pg. 1-26.

Suma'mur. 2009. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Jakarta: CV Agung Seto.

Soedjono. 2002. Pengaruh Kualitas Udara (Debu, COx, NOx, Sox) Terminal terhadap Gangguan Fungsi Paru Pada Pedagang Tetap Terminal Bus Induk Jawa Tengah 2002. (Tesis). Semarang: Program Studi Kesehatan Lingkungan Program Pasca Sarjana. Fakultas Kesehatan Masyarakat: Universitas Diponegoro.

Sholihah, Q, Laily K dan Ratna S. 2008. Pajanan Debu Batubara Dan Gangguan Pernapasan Pada Pekerja Lapangan Tambang Batubara.Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, Jurnal kesehatan Lingkungan Vo;.4, No.2, Januari 2008 : 1-8

Tualeka, A.R. 2013 Analisis Resiko. Surabaya : Graha Ilmu Mulia

Wulandari, dkk. 2016. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Particulate Matter (PM10) Pada Pedagang Kaki Lima Akibat Aktivitas Transportasi (Studi kasus : Jalan Kaligawe Kota Semarang). [Online]. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol. 4, No.3. Available from : [Diak ses : 11 oktober 2018]

WHO. 2010. Exposure to Air Pollution: Major Public Health Concern. Geneva: WHO Document Production.


Article Statistic

Abstract view : 17 times
PDF views : 10 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Copyright ©2019 Universitas Muhammadiyah Palu. Powered by Public Knowledge Project OJS

 

View My Stats PROMOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat