FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KOTA BANJARMASIN

Kasman Kasman(1*), Nuning Irnawulan Ishak(2)


(1) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
(2) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/promotif.v8i2.494

Abstract


Kebanyakan kematian balita di negara berkembang salah satunya disebabkan oleh diare. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kejadian diare pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Semangat Dalam Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Target penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemanfaatan jamban sehat, pentingnya pemberian ASI Eksklusif serta pentingnya pemberian imunisasi pada balita. Rancangan penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita yang ada di Kota Banjarmasin sebanyak 54.746 balita. Teknik penarikan sampel secara multistage sampling dengan jumlah sampel sebanyak 188 balita. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara langsung pada responden menggunakan kuesioner. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban, pemberian ASI eksklusif, dan Imunisasi dengan kejadian Diare pada Balita di Kota Banjarmasin.

Full Text:

PDF

References


Mafazah, Lailatul (2013). Ketersediaan Sarana Sanitasi Dasar, Personal Hygiene Ibu Dan Kejadian Diare. Kemas Vol 8 Nomor 2 tahun 2013, hal 176-182

Widoyono (2011). Penyakit Tropis, Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta : Erlangga

Muhziadi (2012). Faktor–Faktor yang Berhubungan Dengan Kasus Diare di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat

Hardi, A.R. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare pada Anak Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Baranglompo Kecamatn Ujung Tanah. Journal online, Repository Unhas. Makasar

Evayanti N.K.E. dkk (2014). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita yang Berobat ke Badan Rumah Sakit Umum Tabanan. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Vol 4 No.2 November 2014, hal 134-139

Kasaluhe, Meityn D. dkk (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tahuna Timur Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Online. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

Adisasmito, Wiku (2007). Faktor Risiko Diare pada Bayi dan Balita di Indonesia: Systematic Review Penelitian Akademik Bidang Kesehatan Masyarakat. MAKARA, KESEHATAN, VOL. 11, NO. 1, JUNI 2007: 1-10

Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (2012). Jumlah Kasus Diare di Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin

Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (2015). Jumlah Kasus Diare di kota Banjarmasin. Banjarmasin

Rahmawati, F. A. (2012). Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Jatisobo Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Saleh, Muh., dkk (2014). Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Baranti Kabupaten Sidrap Tahun 2013. Jurnal Kesehatan. Volume VII No. 1 tahun 2014, hal 221-233

Putranti, Dya Candra MS, dkk (2013). Hubungan Antara Kepemilikan Jamban dengan Kejadian Diare di Desa Karangagung Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Vol. 7, No. 1 Juli 2013, hal 54–63

Maryunani, Anik (2013). Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jakarta : Trans Info Media

Kementrian Kesehatan, R. I. (2017). Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Pusdatin Kemenkes RI.

Hasniati, Y., Indah, M. F., Asrinawaty, A., & Kasman, K. (2016). Determinan Pemberian Asi Eksklusif di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(1), 39-43

Rahmadhani, E. P., Lubis, G., & Edison, E. (2013). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka Kejadian Diare Akut pada Bayi Usia 0-1 Tahun di Puskesmas Kuranji Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 2(2), 62-66

Wijayanti, W. (2010). Hubungan antara Pemberian Asi Eksklusif dengan Angka Kejadian Diare pada Bayi Umur 0-6 Bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta (Doctoral dissertation, Universitas Sebelas Maret Surakarta).

Rizki, G. H. (2016). Hubungan Pemberian air susu ibu (ASI) dengan Kejadian Diare Pada Bayi 0-6 Bulan Di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur. ProNers, 3(1).

Kasaluhe, Meityn D. dkk (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tahuna Timur Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Online. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

Markum, A.H., 2002. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Jilid 1. Jakarta: FKUI, p:24.

World Health Organization. (2012). The Optimal Duration of Exclusive Breastfeeding, Report of an Expert Consultation. Geneva, Switzerland: World Health Organization

Proverawati, dkk. (2010). Pengertian Manfaat dan Jenis Imunisasi. http://www.kajianpustaka.com/2015/03/pengertian-manfaat-dan-jenis-imunisasi.html


Article Statistic

Abstract view : 129 times
PDF views : 112 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Copyright ©2019 Universitas Muhammadiyah Palu. Powered by Public Knowledge Project OJS