EFEKTIVITAS BIOEKSTRAK LIMBAH SAYURAN UNTUK MEMPERCEPAT PENGHANCURAN SAMPAH DAUN

  • Nursakina Nursakina Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Budiman Budiman Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Ahmad Yani Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Abstract

Sampah merupakan segala sesuatu yang tidak digunakan lagi atau yang telah dibuang
yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bioesktrak limbah sayuran untuk
mempercepat penghancuran sampah daun.
Jenis Penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini adalah penelitian eksperimen
yaitu mengetahui ada tidaknya hubungan antara sebab dan akibat dengan membandingkan
satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok
pembanding yang tidak menerima perlakuan.
Hasil penelitian yaituwadah yang berisi sampah daun yang telah dicampur dengan
bioekstrak proses penghancurannya efektif karena hanya membutuhkan waktu 15 hari
sementara proses penghancuran sampah secara alami membutuhkan waktu 21 hari,
sedangkan wadah (kontrol) yang berisi sampah daun tanpa campuran bioekstrak dalam waktu
15 hari belum terjadi penghancuran sampah daun. Sedangkan bioekstrak yang digunakan
dalan penelitian ini yaitu dari limbah sayuran yang difermentasi selam 7 hari.
Diharapkan agar pihak instansi kesehatan kiranya dapat memberikan sosialisasi kepada
masyarakat mengenai manfaat pembutan bioekstrak dalam kehidupan sehari hari
Kata kunci : Bioekstrak, Limbah Sayuran, Sampah Daun.

References

  1. Artiningsih K. 2010. Peran Serta Dalam Pengolahan Sampah Rumah Tangga,
  2. Tesis Tidak Diterbitkan, Semarang, Fakultas Kesehatan
  3. Masyarakat Universitas Diponegoro
  4. Alwi, Hasan, 2007, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta, Balai Pustaka.
  5. Dinas Kebersihan Kota Palu, 2012-2016.†Volume Sampah Yang Terangkut
  6. Menurut Asal Sampah
  7. Fadhilah, 2011. Kajian Pengelolaan Sampah Kampus Jurusan Arsitektur
  8. Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
  9. Ismoyo C, Muluk K, Saleh C, 2015. Peningkatan Partisipasi Masyarakat
  10. Dalam Pengolahan Sampah Rumah Tangga, Jurnal Issn Paper,
  11. Jilid 5, No. 5:3-7.
  12. Jastam S, 2015. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Sampah
  13. (Studu Kasus di Bank Pelita Harapan, Kelurahan Ballaparang,
  14. Kecamatan Rappocini, Makasar), Jurnal Bioedukasi Issn, Jilid
  15. ,No.1,:20-21.
  16. Jaya N, Budhi M,Marhaeni A, 2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
  17. Penerimaan Retribusi Sampah Di Kabupaten Bandung, Jurnal
  18. Buletin Studi Ekonomi, Jilid 19 No. 2,:2-4
  19. Kristella M, 2015. Evaluasi Pengolahan Sampah Oleh Bidang Cipta Karya
  20. Pada Dinas Pekerjaan Umum Dikabupaten Bengkayang,
  21. Governance, jurna S-1 ilmu pemerintahan, Jilid 17, No. 1, : 32-33.
  22. Mulyono, 2014, Membuat MOL dan Kompos dari Sampah Rumah Tangga. Penerbit
  23. PT. Agro Media Pustaka. Jakarta.
  24. Nitikesari, Putu Ening. 2005. Analisis Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam
  25. Penanganan Sampah Secara Mandiri di Kota Denpasar. Tesis Magister
  26. Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar.
  27. Nur T, Noor AR, Elma M, 2016. Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Sampah
  28. Organik Rumah Tangga Dengan Bioaktivator EM4, Konversi,
  29. Jilid 22, No. 2. :19-21
  30. Notoatmojo, 2010. Kesehatan Masyarakat ilmu dan seni, Rineka Cipta, Jakarta.
  31. Prayitno, E. 2009 Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat, Tesis Tidak
  32. Diterbitkan, Bandung, Fakultas Teknik Lingkungan Universitas
  33. Pasudan
  34. Purwendro. S., dan Nurhidayat. 2006. Mengolah Sampai untuk Pupukdan
  35. Pestisida Organik.Seri Agritekno. Penebar Swadaya, Jakarta.
  36. Purwendro, S., 2007, Mengolah Sampah Untuk Pupuk Dan Pestisida Organik.
  37. Penebar Swadaya, Jakarta.
  38. Prayitno, E. 2009. Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat, Tesis Tidak
  39. Diterbitkan, Bandung, Fakultas Teknik Lingkungan Universitas
  40. Pasudan.
  41. Suprihatin, Dyah Suci P., Pembuatan Asam Laktat dari Limbah Kubis,
  42. Soebardjo Brotohartandjono, Surabaya, 2010.
  43. Supriyadi 2007, Belajar Membuat Kompos Beraroma Buah, www.bernet.com,
  44. diakses tanggal 1 Januari 2018
  45. Setyorini 2005, Pupuk Organik Tingkatkan Produksi Pertanian, Warta Peneliti
  46. danPengambangan Pertanian, Edisi ke-27, Jakarta: Deptan
  47. Sahil j, 2016. Sistem Pengolahan Dan Upaya Penangulangan Sampah
  48. Dikelurahan Dhuf-dufa Kota Ternate, Jurnal Bioedukasi Issn, Jilid
  49. , no 17.:2-4.
  50. Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
  51. Yuniawati M, Skarima F, Padulemba A, 2012. Optimasi Kondisi Proses
  52. Pembuatan Kompos Dari Sampah Organik Dengan Cara
  53. Fermentasi Mengunakan EM4, Jurnal Teknologi, Jilid 5, Nomor 2,
  54. :172-181.
Published
2019-09-15

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>