Analisis Sistem Penyimpanan Obat Emergensi Di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo

Analysis of the Emergency Medication Storage System at the Pharmacy Unit of the Gorontalo Regency Health Office

Authors

  • Nazwa Nurahma T Hanapi Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Kh. Notu Badu, Kayubulan, Kec. Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo 96181
  • Endah Nurrohwinta Djuwarno Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Kh. Notu Badu, Kayubulan, Kec. Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo 96181
  • Ariani H. Hutuba Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Kh. Notu Badu, Kayubulan, Kec. Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo 96181
  • Nur Ain Thomas Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Kh. Notu Badu, Kayubulan, Kec. Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo 96181
  • Karunita Ika Astuti Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Kh. Notu Badu, Kayubulan, Kec. Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo 96181
  • Nikma Abaidata Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Kh. Notu Badu, Kayubulan, Kec. Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo 96181

DOI:

https://doi.org/10.56338/jks.v9i7.11638

Keywords:

CDOB, Instalasi Farmasi, Kabupaten Gorontalo, Obat Obat Emergensi, Penyimpanan, CDOB, Pharmacy Department, Gorontalo Regency, Emergency Medications, Storage

Abstract

Penyimpanan obat emergensi merupakan aspek krusial dalam pelayanan kefarmasian karena berpengaruh langsung terhadap kecepatan penanganan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem penyimpanan obat emergensi di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo berdasarkan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist berbasis CDOB, wawancara semi terstruktur dengan Apoteker Penanggung Jawab dan petugas gudang, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek penyimpanan obat emergensi telah sesuai dengan standar CDOB dengan kategori sangat baik, meliputi kondisi ruangan penyimpanan (100%), suhu dan kelembapan (100%), sistem penyimpanan (100%), segregasi (100%), serta label dan identitas obat (100%). Aspek operasional penyimpanan memperoleh persentase kesesuaian sebesar 86%, sedangkan aspek pengendalian obat hanya mencapai 50% karena masih ditemukannya obat rusak dan kedaluwarsa. Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem penyimpanan meliputi keterbatasan jumlah sumber daya manusia, belum meratanya pelatihan CDOB, kapasitas ruang penyimpanan yang terbatas pada kondisi tertentu, serta human error dalam pencatatan stok. Penerapan SOP dan sistem FEFO/FIFO telah berjalan dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem penyimpanan obat emergensi di instalasi tersebut secara umum telah memenuhi standar CDOB, namun aspek pengendalian obat masih memerlukan peningkatan pengawasan terhadap obat rusak dan kedaluwarsa.

ABSTRACT

Emergency medication storage is a critical aspect of pharmaceutical services, as it directly affects the speed of patient care in emergency situations. This study aims to analyze the suitability of the emergency medication storage system at the Pharmacy Unit of the Gorontalo Regency Health Office based on the Good Drug Distribution Practice (GDDP/CDOB) standards, and to identify the factors influencing it. This study used a descriptive research design with an observational approach. Data were collected through direct observation using a CDOB-based checklist, semi-structured interviews with the responsible pharmacist and warehouse staff, and documentation. The results showed that most aspects of emergency medication storage were in compliance with CDOB standards and classified as very good, including storage room conditions (100%), temperature and humidity control (100%), storage system (100%), segregation (100%), and drug labeling (100%). The operational storage aspect reached 86% compliance, while drug control only achieved 50% due to the presence of damaged and expired medications. Factors influencing the storage system included limited staffing, uneven CDOB training among personnel, limited storage capacity under certain conditions, and human error in stock recording. The implementation of SOPs and the FEFO/FIFO system was found to be well-established. This study concludes that the emergency medication storage system at the pharmacy unit generally meets CDOB standards; however, the drug control aspect still requires improved monitoring of damaged and expired medications.

References

Adelia, D. A., & Sari, S. W. (2024). Evaluasi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP di RSUD Dr. Gondo Suwarno Kabupaten Ungaran. Jurnal Bina Cipta Husada, 20(1), 88–102.
Adjie, N. A. S., & Gani, A. (2022). Evaluasi penyimpanan dan distribusi obat dengan pendekatan siklus manajemen logistik di instalasi farmasi RS. Hermina Jatinegara tahun 2022. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(12).
Alrosyidi, A. F., & Kurniasari, S. (2020). Pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di apotek Kabupaten Pamekasan tahun 2020. Journal of Pharmacy and Science, 5(2), 2020.
Anandani, G. I., Fauziah, R., & Rusmana, W. E. (2022). Evaluasi sistem penyimpanan obat antibiotik dengan menggunakan metode FIFO dan FEFO di gudang farmasi Rumah Sakit X. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(3), 364–372.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Cara Distribusi Obat yang Baik. Jakarta: BPOM RI.
Harahap, M. A., Fauziah, Khairunnisa, S., Suaif, & Subhan, A. (2025). Pengelolaan obat high alert, LASA (look-alike sound-alike), obat emergensi, dan obat umum di farmasi RSUP Fatmawati. Jurnal Farmasi Klinik Best Practice, 4(1), 22–34.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/4799/2021 tentang daftar obat keadaan darurat medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Klinik. Jakarta: Kemenkes RI.
Pinasang, A., Citraningtyas, G., Jayanto, I., & Nugraha, M. K. (2023). Description of drug storage in pharmacy warehouse of South Bolaang Mongondow Regional Public Hospital / Gambaran penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Pharmacon: Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi, 12(2), 170.
Sipayung, F., Efendy, I., & Asriwati. (2024). Analisis pengelolaan sediaan farmasi di instalasi farmasi rumah sakit di Kota Medan tahun 2023. Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan (OBAT), 2(6), 307–319
Sumarno, F. B., Syari, D., & Maulana, I. (2025). Gambaran pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Citeureup. Jurnal Pustaka Nusantara Multidisplin, 3(3),
Yunarti, KS (2023). Evaluasi Pengelolaan Obat pada Tahap Distribusi dan Penyimpanan di Apotek X Kota Purbalingga. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7 (2), 18181–18185.
Yuniara, N., Amalia, Z., Andi, W. O. F., Anwar, Z. N., Safitri, T., Faradhiba, S. I., Ardiansyah, A. F., Banneringgih, R., Salsabilah, S., Rosmawati, R., Kaliele, S. S., Ardianti, R., & Odesara, Q. L. (2025). Efektivitas implementasi penyimpanan logistik obat dengan metode FIFO dan FEFO dalam menjaga ketersediaan obat di gudang farmasi. Jurnal Sains Farmasi dan Kesehatan, 3(1), 82–87.
Yurdiansyah, A., & Andriani, H. (2023). Gambaran penyimpanan dan distribusi obat di gudang farmasi RS H.L. Manambai Abdul Kadir. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3),

Published

2026-08-13