Penyimpanan Obat dan Alkes di Box/Troli Emergensi di Rumah Sakit Stella Maris Makassar
Storage of Medications and Medical Supplies in Emergency Boxes/Carts at Stella Maris Hospital Makassar
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i8.11816Keywords:
Penyimpanan, Obat, Alat Kesehatan, Troli Emergensi, RSSMM, Storage, Medications, Medical Devices, Emergency Carts, Stella Maris Hospital Makassar (SMHM)Abstract
Penyimpanan obat dan alat kesehatan pada box/troli emergensi merupakan aspek penting dalam pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit karena berperan dalam menjamin ketersediaan, keamanan, mutu, serta kemudahan akses terhadap obat dan alat kesehatan yang dibutuhkan dalam kondisi darurat. Penyimpanan yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan keterlambatan penanganan pasien, kesalahan penggunaan obat, serta meningkatnya risiko keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan obat dan alat kesehatan pada box/troli emergensi di Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist yang disusun berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyimpanan obat dan alat kesehatan pada box/troli emergensi di Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Aspek yang diamati meliputi penyimpanan obat, penyimpanan alat kesehatan, dan pengelolaan troli emergensi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase tingkat kesesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan obat dan alat kesehatan pada box/troli emergensi secara umum telah memenuhi kategori baik, meskipun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian pada aspek pengelolaan troli emergensi yang memerlukan perbaikan dan pengawasan lebih lanjut.
ABSTRACT
The storage of medications and medical devices in emergency boxes/carts is an essential aspect of emergency healthcare services in hospitals, as it plays a crucial role in ensuring the availability, safety, quality, and accessibility of medications and medical devices required during emergency situations. Storage practices that do not comply with established standards may lead to delays in patient management, medication errors, and an increased risk to patient safety. This study aimed to evaluate the storage system for medications and medical devices in emergency boxes/carts at Stella Maris Hospital Makassar. A descriptive study with an observational approach was employed. Data were collected through direct observation using a checklist developed based on the Standard Operating Procedures (SOPs) for the storage of medications and medical devices in emergency boxes/carts at Stella Maris Hospital Makassar. The observed aspects included medication storage, medical device storage, and emergency cart management. The data were analyzed descriptively and presented as percentages of compliance. The results showed that, overall, the storage of medications and medical devices in emergency boxes/carts met the criteria for good practice. However, several non-conformities were identified in the management of emergency carts, indicating the need for further improvement and continuous monitoring.
References
Adira, R., & Mollys, S. (2023). Evaluasi sistem penyimpanan alat kesehatan di salah satu Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Kota Bandung. Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(12), 2548–1398.
Alfian, R. H., Sundu, R., & Fatimah, N. (2022). Gambaran pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Sangatta tahun 2020. Borneo Journal of Pharmascientech, 6(2), 60–64. https://doi.org/10.51817/bjp.v6i2.401
Andi Dermawan Putra, Dangnga, M. S., & Majid, M. (2020). Evaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dengan metode HOT-FIT di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 3(1), 61–68. https://doi.org/10.31850/makes.v3i1.294
Anugraha, N., & Putra, R. (2023). Perancangan digital signage sebagai media informasi menggunakan Raspberry Pi pada Rumah Sakit Stella Maris Makassar. JI-Tech, 19(2), 1–7. https://doi.org/10.55864/jitech.v19i2.252
Ariyani, N., & Wahyuni, S. (2023). Pengelolaan troli emergensi di rumah sakit sebagai upaya peningkatan keselamatan pasien. Jurnal Administrasi Layanan Kesehatan dan Pasien, 4(2), 115–123.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ayudewi Komala Indriastuti1, Helen Andriani (2022) Analisis Penyimpanan Dan Distribusi Obat, Alat Kesehatan Dan Bahan Medis Habis Pakai Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849
Cahyani, R., Rooswita, P. A., & Zazuli, Z. (2023). Gambaran dan kesesuaian pengelolaan emergency trolley di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Lampung. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, 21, 78–80.
Cuslinda, F. D., Mattalatta, & Hasmin. (2015). Pengaruh pengalaman kerja, tingkat pendidikan, budaya kerja dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien pada unit rawat inap Rumah Sakit Stella Maris Makassar. AkMen Jurnal Ilmiah, 12(1), 74–82.
Enih Nihmaturojaiyah, SylviAdiana. Gambaran Pengelolaan Emergency Trolleydi Insatalasi Gawat Darurat (Igd) Rumah Sakit Diserpong. 69-75.
Fitriani, R., Hasnawati, & Yusuf, M. (2022). Analisis sistem penyimpanan obat di instalasi farmasi rumah sakit berdasarkan metode FIFO dan FEFO. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 11(1), 45–52.
Hamzah, Z. R., Hafid, N. F., & Anma, A. R. (2025). Hubungan service excellence dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(4), 11234–11241.
Handayani, D., & Prasetyo, A. (2021). Gambaran pengelolaan emergency trolley di rumah sakit. Pharmacy: Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), 88–96. Diunduh dari [Pharmacy Jurnal Farmasi Indonesia]
Jolly Grant Doiwala, Dehradun, Uttarkhand, Evaluation Of Availability And Effectiveness Of Crash Cart In Public And Pvt Hospitals, Assoc Prof & HoD Dept of Hospital Administration, Himalayan Hospital 18-86
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Klinik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2023 tentang Pemeliharaan Alat Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kris Theis Alexsander Taran, Angga Bayu Budiyanto, Irwandi, Innal Saitis. Evaluasi Manajemen Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Farmasi: Studi Observasional Deskriptif di Rumah Sakit DaerahKabupatenSorong, Jurnal Promotif Preventif, 9(2), pp.112–120.
Malishewski, C. (2018). Making Emergency Room Crash Carts Useful. Canadian Journal of Emergency Medicine, 20(S1), S91.
Molly, R., & Itaar, M. (2021). Analisis pemanfaatan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) pada RSUD Dok II Jayapura. Journal of Software Engineering Ampera, 2(2), 95–101. https://doi.org/10.51519/journalsea.v2i2.127
Namrata Makkar, Nirupam Madaan (2016). Study of compliance of crash carts to standards in the emergency of a tertiary care teaching hospital, International Journal of Research in Medical Sciences Makkar N et al. Int J Res Med Sci. 2016 Sep;4(9):3968-3976
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Pemerintah Republik Indonesia. (2023.) Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia; 2023.
Putri, A. Y., & Cholisah, E. (2023). Evaluasi pengelolaan emergency trolley terhadap pasien gawat darurat. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 4014–4019.
Rijali, S., & Nadiya. (2021). Implementasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dilihat dari aspek sumber daya manusia pada unit rawat inap RSUD H. Badaruddin Kasim Kabupaten Tabalong. Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis, 4, 583–595.
Rumengan, O. S., Mongie, J., Potalangi, N. O., & Karundeng, E. Z. Z. S. (2019). Analisis pelayanan kefarmasian di Puskesmas Desa Langsot Kecamatan Tareran I Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Biofarmasetikal Tropis, 2(2), 90–95.
Rumah Sakit Stella Maris Makassar. (2026). Profil Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Diakses dari https://www.rsstellamaris.com
Saputra Mokoagow, D., Mokoagow, F., Pontoh, S., Ikhsan, M., Pondang, J., & Paramarta, V. (2024). Sistem informasi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi: Mini literature review. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 3(10), 4135–4144.
Saputri, M., Mishbahuddin, & Candra, L. (2020). Analisis proses perencanaan kebutuhan obat di RSIA Eria Bunda Kota Pekanbaru tahun 2020. Media Kesmas (Public Health Media), 1(3), 120–128.
Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tuloli, T., Madania, M., Manno, M., Makkulawu, A., & Julianti, N. (2024). Gambaran Penyimpanan Obat Narkotika, Psikotropika, Prekursor Dan Lasa Di Rsud Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Journal Of Community And Clinical Pharmacy ??????????: Cv. Jurnal Literasi Mandiri, 1(3), 23-33.
World Health Organization. (2020). Emergency Care Systems Framework. Geneva: World Health Organization.

