Evaluasi Kelengkapan Obat pada Emergency Trolley di IGD Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Rakyat Makassar

Evaluation of Medication Completeness in the Emergency Trolley at the Emergency Department of Sayang Rakyat Regional General Hospital Makassar

Authors

  • Susilawaty Mantulangi Program Studi Farmasi, Fakultas Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, –Indonesia
  • Widy Susanti Abdulkadir Program Studi Farmasi, Fakultas Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, –Indonesia
  • Karunita Ika Astuti Program Studi Farmasi, Fakultas Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, –Indonesia
  • Teti Sutriyati Tuloli Program Studi Farmasi, Fakultas Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, –Indonesia
  • Multiani S. Latif Program Studi Farmasi, Fakultas Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, –Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56338/jks.v9i8.11709

Keywords:

Emergency Trolley; IGD; Kelengkapan Obat; RSUD Sayang Rakyat Makassar, Emergency Trolley; Emergency Department; Drug Completeness; Sayang Rakyat Regional General Hospital Makassar

Abstract

Emergency trolley merupakan troli berisi obat-obatan dan alat kesehatan yang digunakan untuk penanganan kondisi darurat seperti henti jantung dan syok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kelengkapan obat pada emergency trolley di IGD RSUD Sayang Rakyat Makassar berdasarkan standar yang berlaku. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif melalui observasi dan dokumentasi langsung periode Januari–Februari 2026. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling terhadap unit emergency trolley dan seluruh stok obat di dalamnya. Hasil evaluasi kuantitas dari 21 jenis obat menunjukkan 17 jenis berkondisi lengkap (100%), namun terdapat defisit kuantitas pada 4 jenis sediaan (Amiodaron injeksi, Isosorbid dinitrat injeksi, Furosemid injeksi, dan Isosorbid dinitrat tablet 5 mg). Dari total 52 unit volume ideal, hanya tersedia 45 unit fisik di lapangan (capaian 86,54% dan defisit 13,46%). Dari aspek kualitas, ditemukan sediaan kedaluwarsa (Methyl prednisolon 125 mg injeksi dan Amiodaron injeksi) serta sediaan kritis dekat kedaluwarsa (Epinefrin injeksi dan Stesolid 5 mg), meskipun kemasan 100% baik. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian kelengkapan obat belum sepenuhnya memenuhi standar yang telah ditentukan.

ABSTRACT

Emergency trolley is a cart containing medicines and medical devices used to manage emergency conditions such as cardiac arrest and shock. This study aims to determine the suitability of drug completeness in the emergency trolley at the Emergency Department (ED) of Sayang Rakyat Regional General Hospital Makassar based on applicable standards. The research method used descriptive quantitative through direct observation and documentation during January–February 2026. The sample was determined using a total sampling technique on the emergency trolley unit and all drug stocks within it. The quantity evaluation of 21 drug types showed that 17 types were complete (100%), yet a quantity deficit was found in 4 preparations (Amiodarone injection, Isosorbide dinitrate injection, Furosemide injection, and Isosorbide dinitrate tablet 5 mg). Of the total 52 ideal volume units, only 45 physical units were available in the field (achievement 86.54% and deficit 13.46%). In terms of quality, expired preparations (Methyl prednisolone 125 mg injection and Amiodarone injection) and critical near-expiry preparations (Epinephrine injection and Stesolid 5 mg) were found, although 100% of the packaging was in good condition. The study concludes that the drug completeness has not fully met the predetermined standards.

References

American Heart Association. (2020). Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Dallas: American Heart Association.
Handayani, S., & Kristanto, A. (2020). Evaluasi pengelolaan obat emergensi di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit. Jurnal Manajemen Kefarmasian Indonesia, 10(2), 115–123.
Kemenkes RI. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lestari, P., Utami, S., & Wahyuni, T. (2023). Analisis sistem penyimpanan dan kelengkapan obat emergency trolley di rumah sakit daerah. Indonesian Journal of Hospital Administration, 6(1), 45–54.
Purwanto, H., & Handayani, T. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan restocking obat emergensi di Instalasi Gawat Darurat. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 8(3), 280–288.
Runciman, W., Hibbert, P., Thomson, R., Van Der Schaaf, T., Sherman, H., & Lewalle, P. (2012). Towards an international classification for patient safety. International Journal for Quality in Health Care, 21(1), 18–26.
Simanjuntak, R., & Wardani, K. (2019). Pengaruh sistem pengamanan disposable lock terhadap selisih stok obat emergensi di ruang kritis. Jurnal Kesehatan Rumah Sakit, 5(2), 89–97.
Siregar, M., & Fitriani, L. (2022). Penerapan metode First Expired First Out (FEFO) dan penandaan visual pada obat high-alert dan emergensi. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(4), 310–319.
Wijaya, A., Pratama, R., & Sulistiyowati, E. (2024). Evaluasi supervisi kolaboratif dalam pengawasan sediaan farmasi di emergency unit. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 12(1), 12–22.
World Health Organization. (2017). Emergency Triage Assessment and Treatment (ETAT). Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2019). Emergency and Trauma Care. Geneva: World Health Organization.

Published

2026-08-18