Efektivitas Metabolit Sekunder Jamur Endofit Tanaman Lamun (Thalassia hemprichii) Terhadap Biofilm Bakteri Yang Diisolasi Dari Nasogastric Tube

The Effectiveness of Secondary Metabolites of Endophytic Fungi of Seagrass Plants (Thalassia hemprichii) Against Bacterial Biofilms Isolated from Nasogastric Tubes

  • Fadlun Ladiku Mahasiswa program studi S1 Farmasi UNG
  • Mahdalena Sy. Pakaya Dosen program studi S1 Farmasi UNG
  • Endah Nurrohwinta Djuwarno Dosen program studi S1 Farmasi UNG
  • Ariani H Hutuba Dosen program studi S1 Farmasi UNG
  • Wiwit Zuriati Uno Dosen program studi S1 Farmasi UNG
Keywords: Biofilm, Jamur Endofit, Thalassia hemprichii, Antibiofilm, Metabolit Sekunder

Abstract

Biofilm merupakan komunitas mikroorganisme yang melekat kuat pada permukaan dan dilindungi oleh matriks ekstraseluler (EPS), yang menyebabkan meningkatnya resistensi terhadap antibiotik dan desinfektan. Pembentukan biofilm pada alat medis seperti Nasogastric Tube (NGT) menjadi salah satu penyebab utama infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibiofilm metabolit sekunder jamur endofit lamun Thalassia hemprichii terhadap bakteri pembentuk biofilm yang diisolasi dari NGT. Metode yang digunakan meliputi uji pencegahan perlekatan biofilm, penghambatan pertumbuhan biofilm, dan penghancuran (degradasi) biofilm, dengan media BHIB dan BHIB + 1% sukrosa menggunakan metode tabung yang diwarnai dengan kristal violet 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder jamur endofit T. hemprichii mampu menurunkan ketebalan biofilm secara signifikan, ditunjukkan oleh meningkatnya nilai Mean Gray Value (MGV) pada ketiga uji aktivitas antibiofilm. Nilai MGV tertinggi diperoleh pada media BHIB + 1% sukrosa dengan isolat bakteri pasien A, yaitu 154,05 ± 4,20 pada uji pencegahan perlekatan, 145,14 ± 2,58 pada uji penghambatan pertumbuhan, dan 156,84 ± 9,05 pada uji penghancuran biofilm. Aktivitas antibiofilm ini diduga disebabkan oleh kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, dan terpenoid yang bekerja melalui mekanisme penghambatan sistem quorum sensing, penekanan produksi EPS, serta gangguan adhesi dan integritas sel bakteri. Dengan demikian, metabolit sekunder jamur endofit Thalassia hemprichii berpotensi dikembangkan sebagai agen antibiofilm alami untuk mencegah pembentukan biofilm pada alat medis seperti NGT dan mengurangi risiko infeksi nosokomial.

References

Keerthiga M. and Anand S. P. (2015). Anti-infective and anti-biofilm activity of Geodorum densiflorum (Lam.) Schltr. against Methicillin resistant and sensitive Staphylococcus aureus. Advance in Applied Science Research, 6(5):43-46.

Mohsenipour, Zeinab & Mehdi, H., S,. (2015). The Effects of Allium sativum Extracts on Biofilm Formation and Activities of Six Pathogenic Bacteria. Jundishapur Journal Microbiology. 8(8): 1-7.

Lihawa, R. N. K., M.Hasan, A., & Kibu, A. (2023). A EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN BAWANG DAYAK SEBAGAI PENGHAMBAT BIOFILM PADA BAKTERI Escherichia coli. Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS), 5(01), 41.

Samal, S., & Das, P. K. (2018). Microbial Biofilms: Pathogenicity and Treatment Strategies. Pharmatutor, 6(1), 16. https://doi.org/10.29161/pt.v6.i1.2018.16

Prasetyo, G., Mangindaan, R., & Bara, R. (2017). Substansi antibakteri jamur endofit pada lamun asal perairan Tongkaina. Jurnal Pesisir Dan Laut Tropis, 5(4), 10. https://doi.org/10.35800/jplt.5.4.2017.17879

Pakaya, M. S. (2022). Isolasi dan Karakterisasi Jamur Endofit Lamun (Thalassia hemprichii) Dari Kawasan Teluk Tomini. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(3), 519–524.

Pakaya, M. S., Akuba, J., Papeo, D. R. P., Makkulawu, A., & Puspitadewi, A. A. (2022). Isolasi dan karakterisasi bakteri endofit dari akar pare (Momordica charantia L). Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(1), 301–309.

Pakaya, M. S., Astuti Kai, J., & Zuriati Uno, W. (2021). POTENSI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata J.R Forst & G.Forst) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB KARIES GIGI. Jambura Journal of Chemistry, 3(2), 76–83. https://doi.org/10.34312/jambchem.v3i2.11204

Pakaya, M. S., Julyanty Akuba, Abdulkadir, W. S., Hiola, F., & Pakaya, M. I. (2024). Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Simbion Spons Axinella sp. Penghasil Enzim Ekstraseluler Di Kawasan Teluk Tomini Sebagai Antibakteri. Journal of Pharmacology and Natural Products, 1(1), 32–43.

Ruchi, T., Sujata, B. and Anuradha, D. (2018) ‘Comparison of Phenotypic Methods for the Detection of Biofilm Production in Indwelling Medical Devices Used in NICU & PICU in a Tertiary Care Hospital in Hyderabad, India’, International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 7(09), pp. 3265–3273. doi: 10.20546/ijcmas.2018.709.405.

Utami, D. W., Milliana, A., & Ahdi, I. (2021). Uji Aktifitas Antibiofilm Aspergillus terreus terhadap Biofilm Klebsiella pneumoniae (Vol. 1)

Published
2026-01-28
Section
Article