Blue Economy Potential Through Coastal Business Diversification as a Regional Development Strategy in Kabila Bone Subdistrict
DOI:
https://doi.org/10.56338/ijhess.v8i3.9962Keywords:
Blue Economy, Coastal Business Diversification, Marine Ecotourism, Regional Development, Coastal Communities, Kabila BoneAbstract
The blue economy provides a development framework that seeks to generate economic value from marine and coastal resources while maintaining social inclusion and ecological sustainability. Kabila Bone Subdistrict in Bone Bolango Regency has substantial coastal potential, particularly in fisheries, marine ecotourism, seafood processing, and small-scale services. However, the utilization of these resources has not been fully optimized because coastal livelihoods remain strongly dependent on capture fisheries, while business innovation, community capacity, capital access, and inter-actor coordination remain limited. This study examines the relationship between blue economy potential and coastal business diversification as a regional development strategy in Kabila Bone Subdistrict and analyzes its implementation through product innovation, community training and empowerment, and multi-stakeholder collaboration. The study employed a qualitative case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation during January–February 2026 and involved eight informants representing the subdistrict government, coastal communities, fishers, local business actors, and marine tourism managers. The findings show that the development of whale shark ecotourism in Botubarani has become a major driver of coastal economic diversification. New activities include tourist boat rental, guiding services, coastal cuisine, souvenirs, seafood processing, and other marine-resource-based microenterprises. These activities have expanded household income opportunities, generated employment, and strengthened local economic resilience. Nevertheless, diversification remains uneven and is concentrated around tourism; seafood processing, aquaculture, and other sectors are still limited. Product innovation is mostly incremental, training programs are not consistently followed by mentoring, and collaboration among government, communities, and businesses remains largely informal. The study concludes that blue economy development can support sustainable regional development when diversification is accompanied by stronger institutional coordination, continuous capacity building, improved access to finance and technology, and more inclusive distribution of economic opportunities.
References
Achmad, F. (2024). Pemberdayaan kapasitas lokal dan diversifikasi usaha masyarakat pesisir. Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, 6(2), 120–136.
Afifah, D., Chusni, A., Nahar, A. N., Sirojuddi, M. A., & Fatmawati, N. N. (2024). Persepsi Masyarakat Nelayan Dalam Menghadapi Perubahan Iklim Studi Desa Ujung Batu Kawasan Pesisir Utara Pulau Jawa (Ditinjau Aspek Sosial Ekonomi). UTILITY: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Ekonomi, 8(1), 42–58.
Ali, M. M., Aditya, Z. F., & Fuadi, A. B. (2020). Perlindungan Hak Konstitusional Masyarakat Pesisir: Urgensi Harmonisasi Regulasi Pengelolaan Pesisir Terpadu. Konstitusi, 17(4), 811.
Alifa, N., & Zahidi, M. (2024). Potensi ekonomi biru Indonesia sebagai negara kepulauan: Peluang dan tantangan. Jurnal Pembangunan Kelautan, 9(1), 15–29.
Apriandi, A., Pi, S., & Winarti, N. (2025). Meneroka Implementasi Blue Economy di Negeri Bahari. CV Eureka Media Aksara.
Apriandi, R., Suryani, D., & Mahendra, A. (2025). Strategi diversifikasi usaha perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Jurnal Ekonomi Maritim Indonesia, 12(1), 33–49.
Astuti, M. (2025). Partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan sektor kelautan berkelanjutan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, 4(1), 45–61.
Bakti, A., & Hakim, L. (2024). Penerapan ekonomi biru di Indonesia: Tantangan dan peluang pembangunan berkelanjutan. Jurnal Kebijakan Publik, 18(2), 201–219.
Bakti, S., & Hakim, L. N. (2024). Ekonomi biru dan kepemimpinan strategis: mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Kalianda Halok Gagas, 7(1), 1–18.
Cypress, B. S. (2020). Rigor or Reliability and Validity in Qualitative Research: Perspectives, Strategies, Reconceptualization, and Recommendations. Dimensions of Critical Care Nursing.
Darajati, W. (2023). Ekonomi biru: Pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir secara berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Kelautan Nasional, 15(3), 145–160.
Dewi, R., Prabowo, H., & Mulyani, S. (2025). Ekonomi biru sebagai pendekatan pembangunan pesisir berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Pembangunan Maritim, 9(1), 1–18.
Dewi, Y. K., Aswar, B., Alam, J. F., & Safruddin, S. (2025). Indonesian Blue Economy for Sustainable Fisheries. Torani Journal of Fisheries and Marine Science, 8(2), 47–57.
Elston, T., Peters, B. G., & Verhoest, K. (2024). Public administration and governance in complex policy environments. Public Administration Review, 84(1), 12–25.
Fajri, A., Rahman, Y., & Lestari, P. (2021). Efektivitas kolaborasi multi aktor dalam pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan. Jurnal Kebijakan Publik Dan Pembangunan, 13(2), 167–185.
Fajri, H., Maani, K. D., Wahyuni, N., & Malau, H. (2021). Collaborative governance sebagai solusi dalam tata kelola pemberdayaan nelayan. Sosio Informa, 7(2).
Febryaningrum, R., Hadi, S., & Kusuma, D. (2024). Dampak perubahan iklim terhadap produktivitas perikanan tangkap di Indonesia. Jurnal Lingkungan Dan Pembangunan, 10(2), 95–110.
Feoh, G. (2024). Kolaborasi multi aktor dalam pengembangan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan. Jurnal Administrasi Publik Dan Pembangunan, 8(2), 101–118.
Feoh, P. N. S. (2024). Local stakeholders collaboration in blue economy development towards poverty alleviation in coastal areas (Study: Indonesia). Sawala: Jurnal Administrasi Negara, 12(2), 365–373.
Gintulangi, R., Salim, A., & Pangalila, F. (2025). Diversifikasi usaha melalui pariwisata dan ekowisata pesisir sebagai strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Jurnal Pariwisata Pesisir Dan Kelautan, 5(1), 55–72.
Gintulangi, S. O., Latala, F. H. H., Nusu, O. S., & Hasan, K. K. (2025). Dinamika sosial-ekonomi masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan pesisir Teluk Tomini. Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi Dan Pelayanan Publik, 12(4), 1521–1537.
Handayani, W., Rosariawari, F., Badi’ah, R., Ishthifaiyah, I. N., Wibowo, M. B., & Damara, R. (2025). Pengembangan inovasi produk garam ikan untuk meningkatkan nilai tambah.
Handini, S. (2025). Teori pertumbuhan lokal dan peran aktor lokal dalam pembangunan daerah. Jurnal Teori Dan Kebijakan Pembangunan, 7(1), 20–36.
Ilyas, S. (2024). Sibaliparriq: strategi bertahan hidup masyarakat pesisir. Universitas Hasanuddin.
Irawan, A., & Syukron, N. (2025). Implementasi program pemberdayaan masyarakat pesisir kampung Urumb Kabupaten Merauke. Musamus Journal of Public Administration, 7(2), 332–338.
Kaseng, E. S. K. (2025). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dalam pengembangan UMKM. Journal of Marginal Social Research, 2(1), 1–8.
Kasmi, M., Ridwan, M., Ichwan, A. M., Yusuf, Y. M., Putri, A. R. S., Saswan, M. A., & Kusmiah, N. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Ekonomi Biru. CV Eureka Media Aksara.
Kasri, K., Hasani, M. C., Baso, A., Amiluddin, A., & Arief, A. A. (2024). Small-scale Fishermen’s Adaptation to Climate Change Impacts in Coastal Areas and Small Islands in Pangkep Regency. Torani Journal of Fisheries and Marine Science, 8(1), 63–82.
Kasri, R. A., Nugroho, A., & Widodo, T. (2024). Dampak fenomena El Niño 2023 terhadap pendapatan nelayan kecil di Indonesia. Jurnal Ekonomi Kelautan, 6(2), 77–92.
Khoiriyah, A. Z. (2024a). Implementasi ekonomi biru dan tantangan kebijakan lintas sektor di Indonesia. Jurnal Administrasi Negara, 14(2), 130–148.
Khoiriyah, A. Z. (2024b). Implementasi ekonomi biru di Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8(2), 1331–1356.
Kurniasari, R. (2025). Implementasi manajemen kurikulum full day school. Universitas Muhammadiyah Magelang.
Mokodongan, A., Lumenta, A., & Rembang, V. (2025). Konservasi dan manajemen ekosistem laut sebagai fondasi ekonomi biru berkelanjutan. Jurnal Konservasi Laut Dan Pesisir, 7(1), 1–17.
Nasir, A., & Musa, R. (2025). Pemanfaatan sumber daya perikanan berbasis ekonomi biru dalam peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Jurnal Pembangunan Wilayah Pesisir, 9(1), 30–48.
Nuraini, L., Prasetyo, B., & Hidayat, R. (2022). Fragmentasi kelembagaan dan tumpang tindih kewenangan dalam pengelolaan wilayah konservasi pesisir. Jurnal Kebijakan Lingkungan, 7(2), 112–126.
Pabure, Y. P. (2025). Pengaruh pengembangan ekowisata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Universitas.
Padila, N. I., Umaima, U., Addury, M. M., & Pangestu, D. R. (2025). Tren Implementasi Ekonomi Biru: Analisis Review Bibliometrik. JoEMS (Journal of Education and Management Studies), 8(2), 47–55.
Pramuji, A. (2024). Kerentanan sosial ekonomi dalam diversifikasi usaha pesisir menuju sektor ekowisata dan jasa maritim. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan, 9(2), 134–150.
Pramuji, N. F. (2024). Tantangan dan peluang pariwisata di Indonesia.
Rahim, A., Hastuti, D. R. D., & Malik, A. (2024). Pembangunan Ekonomi Biru di Indonesia. Penerbit NEM.
Ratnaningtyas, E. M., Saputra, E., Suliwati, D., Nugroho, B. T. A., Aminy, M. H., Saputra, N., & Jahja, A. S. (2023). Metodologi penelitian kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Riesnandar, D., & Nuhartonosuro, B. (2025). Inovasi dan teknologi maritim dalam pengembangan ekonomi biru berkelanjutan. Jurnal Teknologi Maritim Dan Kelautan, 8(1), 40–58.
Rudianto, D. K. S. (2022). Penataan Kawasan Pesisir untuk Konservasi. Media Nusa Creative (MNC Publishing).
Savitri, I. (2025). Prinsip-prinsip ekonomi biru dalam pengelolaan sumber daya laut dan pesisir berkelanjutan. Jurnal Ekonomi Kelautan Dan Pesisir, 11(1), 22–38.
Subianto. (2020). Kebijakan Publik: Konsep, Teori, dan Implementasi. Rajawali Pers.
Susanti, R., & Kurniati, D. (2025). Pembangunan daerah berbasis potensi lokal sebagai strategi pertumbuhan berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Daerah Dan Kebijakan Publik, 12(1), 1–19.
Tilley, H., Rhodes, R. A. W., & Peters, B. G. (2024). Multi-level governance and coordination failure in public policy. Policy Studies Journal, 52(1), 45–63.
Tracy, S. J. (2020). Qualitative Research Methods: Collecting Evidence, Crafting Analysis, Communicating Impact.
Trenggono, S. W., Meilano, I., Latief, H., Simamora, D. C., Sabina, A., Arthatiani, F. Y., & Radiarta, I. N. (2025). Developing a marine and fisheries blue economy index for Indonesia: A comprehensive assessment framework. Sustainable Futures, 10, 101440.
Trenggono, S. W., Prasetyo, A., & Lestari, D. (2025). Pengukuran kinerja ekonomi biru berbasis dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial di wilayah pesisir. Jurnal Kebijakan Kelautan Dan Perikanan, 9(1), 1–22.
Ulum, M. C., & Anggaini, N. L. V. (2020). Community empowerment: teori dan praktik pemberdayaan komunitas. Universitas Brawijaya Press.
Wahyuni, S., Arifin, Z., & Hakim, M. (2025). Marine Spatial Planning dalam kebijakan ekonomi biru di Indonesia: Tantangan koordinasi dan keberlanjutan. Jurnal Tata Kelola Laut, 6(1), 28–44.
Wibowo, A., Santoso, H., & Lestari, N. (2021). Tata kelola sumber daya pesisir berkelanjutan dalam kerangka kebijakan publik. Jurnal Administrasi Lingkungan, 5(1), 14–29.
Wijayanto, B., Kurniawan, F., & Sari, D. (2024). Pilar-pilar utama implementasi ekonomi biru di wilayah pesisir Indonesia. Jurnal Ekonomi Maritim Dan Kelautan, 10(2), 85–102.
Yudiansyah, A., Hatimah, K., Hidayat, R., & Pratama, I. N. (2025). Analisis penerapan kolaborasi pentahelix dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anjelika Karim, Abdul Wahab Podungge, Jefri Polinggapo, Robby Hunawa, Nirmala A Sahi, Dewi Walahe

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

