Implementation of Health Education to Improve Adolescent Girls' Knowledge of the Importance of Iron Supplement Tablet Consumption at SMP Negeri 2 Gorontalo City
Abstract
Adolescent girls are a vulnerable group for anemia, particularly iron deficiency anemia, due to menstrual blood loss, an unbalanced diet, and low compliance with iron supplementation. Anemia in adolescent girls can lead to decreased concentration, fatigue, and long-term health problems. This study aimed to determine the effect of health education on increasing adolescent girls' knowledge about the importance of iron supplementation at SMP Negeri 2 Gorontalo City. This study used the following method: almost experimental with design pretest–posttest. The research population was all female adolescents at SMP Negeri 2, Gorontalo City, with a sample of 74 respondents selected using the technique purposive sampling. Data analysis was carried out using the paired t-test. The results of the study showed that before the health education, most respondents had a low level of knowledge (45.9%), whereas after the health education, the majority of respondents had a good level of knowledge (62.2%). The test results paired t-test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05). This study concluded that health education significantly impacted the knowledge of adolescent girls. Schools and health workers are advised to continuously improve health education programs to prevent anemia in adolescent girls.
References
Auliya, N., Sari, D. P., & Lestari, R. (2022). Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA Negeri 1 Padang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 115–123.
Biahimo, N. U., Lasanuddin, H. V., Gobel, I. A., & Asnawati, R. (2025). Membangun ketahanan mental remaja melalui edukasi jiwa sehat di SMP Widyakrama Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Mohuyula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 22–28.
Dewi, A. P., & Sudaryanto, A. (2020). Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja terhadap pencegahan anemia di SMP Negeri 1 Surakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 33–42.
Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2023). Manfaat tablet tambah darah bagi remaja putri. Dinas Kesehatan Kota Bandung.
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Elleman, J. (2021). Health education as a core nursing intervention: Concepts and applications. Journal of Nursing Practice, 15(3), 112–119.
Ernawati, H., Dewi, N. L., & Wulandari, A. (2021). Dampak anemia terhadap prestasi belajar dan kebugaran remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan Reproduksi, 5(1), 33–40.
Handayani, T., & Putri, A. R. (2024). Hubungan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan Remaja, 7(1), 40–48.
Handayani, T., Putri, A. R., & Lestari, S. (2024). Perubahan tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri setelah edukasi tablet tambah darah. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 12(1), 60–68.
Helmyati, S., Syarifa, C. A., Rizana, N. A., Sitorus, N. L., & Pratiwi, D. (2023). Acceptance of iron supplementation program among adolescent girls in Indonesia: A literature review. Amerta Nutrition, 7(3), 50–61.
Husna, A., & Saputri, M. (2022). Perkembangan fisik dan psikologis pada masa remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 72–81.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Kementerian Kesehatan RI.
Kharismawati, D., Hidayat, T., & Nurbaya, S. (2023). Menstruasi dan risiko anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja, 9(1), 45–53.
Khomsan, A., Riyadi, H., Ekawidyani, K. R., Dina, R. A., Nurhidayati, V. A., & Prasetya, G. (2025). A formative study of weekly iron-folic acid (WIFA) supplementation for adolescent school girls in West Java, Indonesia. Nutrición Clínica y Dietética Hospitalaria, 45(1), 438–444.
Lestari, N., Wijaya, A., & Pratama, R. (2023). Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia dan tablet tambah darah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 210–218.
Lestari, S., Handayani, T., & Putri, A. R. (2024). Faktor individu yang mempengaruhi keberhasilan edukasi kesehatan pada remaja putri. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 12(2), 145–153.
Lestari, Y. D., Herawati, Permatasari, L., & Hamidah, N. (2021). Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi remaja melalui media animasi terhadap perubahan pengetahuan dan sikap pada siswi SMP di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Midwifery Journal, 3(1), 1–9.
Lisdiyanti Usman, M. A. K., & Mohammad, F. (2023). Peran konsumsi tablet tambah darah terhadap kesehatan reproduksi remaja putri. Gorontalo Journal of Health Science, 2(1), 55–63.
Marfiah, S., Andini, Y., & Setyaningsih, D. (2023). Pemeriksaan hemoglobin dan faktor risiko anemia pada remaja putri. Jurnal Laboratorium Medis Indonesia, 7(2), 122–131.
Na, Y., & Hiperteinsiva, E. (2021). Pentingnya pendidikan kesehatan gizi pada remaja: Kajian sistematis. Indonesian Journal of Public Health, 10(4), 245–254.
Ningsih, A. (2021). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia di SMP Negeri 5 Surakarta. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(3), 241–248.
Notoatmodjo, S. (2020). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka Cipta.
Nursalam. (2019). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (Edisi ke-4). Salemba Medika.
Putra, M., Lestari, E., & Wijaya, D. (2020). Peran pendidikan kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup sehat pada remaja. Journal of Health Promotion, 5(1), 58–67.
Putri, A. D., Lestari, S., & Yuliana, R. (2023). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perubahan rata-rata tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 11(3), 225–233.
Putri, A. P., & Lestari, N. (2021). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMA Negeri 1 Medan. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 9(2), 101–108.
Rahayu, D., Sulastri, H., & Nuraini, A. (2021). Perubahan psikososial pada masa remaja dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Jurnal Psikologi Perkembangan, 9(2), 77–86.
Rahmawati, D. (2022). Efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Kabupaten Bantul. Jurnal Keperawatan Komunitas, 5(1), 56–64.
Rahmawati, D., Anwar, K., & Putri, A. R. (2023). Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 45–52.
Retni, A., & Lihu, F. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja di wilayah Kecamatan Bolangitang Barat.
Sari, N., & Handayani, T. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan remaja putri tentang konsumsi tablet tambah darah. Jurnal Gizi dan Kesehatan Remaja, 6(1), 30–38.
Sari, N., & Rahmawati, D. (2023). Hubungan pengetahuan dengan sikap konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan Remaja, 6(1), 15–23.
Susanti, D., Rahmawati, N., & Fadillah, R. (2025). Knowledge improvement of adolescent girls with weekly iron folic acid supplementation (WIFAS) education. Journal of Public Health Research, 14(2), 101–109. https://doi.org/10.4081/jphr.2025.2849
Theodoridis, X., & Kraemer, L. (2020). Iron supplementation and adolescent health: A review. Journal of Nutrition and Health Sciences, 7(3), 122–131.
Utami, S., Wulandari, A., & Kurniawan, I. (2021). Efektivitas tablet tambah darah terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 9(1), 40–49.
Utari, D., & Novayelinda, R. (2024). Efek samping konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Pekanbaru. Jurnal Kebidanan Nusantara, 15(1), 23–31.
Wahyuni, S., & Sulastri, E. (2022). Pengaruh tingkat kelas terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja putri. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 10(2), 134–141.
Wardani. (2024). Factors related to iron tablets consumption compliance among adolescent girls in Indonesia: Literature review. Media Gizi Kesmas, 13(2), 878–897.
Warmansyah, J. (2020). Metode penelitian dan pengolahan data untuk pengambilan keputusan pada perusahaan.
World Health Organization. (2021). World health statistics 2021: Monitoring health for the SDGs. WHO.
World Health Organization. (2022). Adolescent health and development: A framework for country action. WHO.
Wulandari, A. (2024). Pertumbuhan dan perkembangan fisik serta psikologis remaja di era digital. Journal of Adolescent Health Studies, 3(1), 10–21.
Yudina, A., & Fayasari, R. (2020). Evaluation of iron tablet supplementation program of female adolescent in East Jakarta. Kesmas: National Public Health Journal, 15(1), 45–52. https://doi.org/10.21109/kesmas.v15i1.4212
Copyright (c) 2026 Sitti Rahmadiva Resita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










