Pengaruh Konsumsi Alkohol Anggur Merah Komersial dan Oplosan Terhadap Struktur Sperma Tikus Putih (Rattus norvegicus)
The Effect of Commercial Red Wine and Illicit Alcohol Consumption on the Sperm Structure of White Rats (Rattus norvegicus)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi alkohol anggur merah komersial dan oplosan terhadap struktur sperma tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain post-test only control group. Tikus dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol (air minum biasa), perlakuan anggur merah, dan perlakuan oplosan, masing-masing diberikan secara oral/diminumkan selama 30 hari. Hasil pengamatan menunjukan adanya penurunan kualitas sperma, baik dari aspek morfologi maupun motilitas, pada kelompok perlakuan. Kelompok yang diberikan oplosan menunjukan tingkat kerusakan yang lebih tinggi yaitu 51.5% sperma abnormal dibandingkan dengan anggur merah komersial (19,8%) dengan persentase sperma abnormal 48%. Abnormalitas sperma kelompok kontrol ditandai dengan morfologi sperma yang tidak normal seperti bent tail (ekor terdapat patahan dan ekor sperma melengkung). Kelompok perlakuan anggur merah komersial menunjukkan bentuk sperma abnormal bent tail (ekor melengkung dan terdapat patahan), decapitated head (sperma yang kehilangan kepala hanya tersisa midpiece dan ekor) dan head deformity (kelainan kepala). Kelompok perlakuan oplosan menunjukkan bentuk sperma abnormal decapitated head (sperma yang kehilangan kepala hanya tersisa midpiece dan ekor), no head (tidak memiliki kepala) dan bent tail (ekor terdapat patahan dan ekor sperma melengkung). Kelompok perlakuan dengan paparan anggur merah maupun oplosan mengalami penurunan parameter motilitas sperma, yang mengindikasikan kualitas sperma yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi alkohol, baik komersial maupun oplosan dalam jangka waktu 30 hari berdampak negatif terhadap morfologi dan motilitas sperma tikus putih
References
Ayuningtyas, N. (2016). Dampak minuman keras oplosan terhadap kesehatan remaja di Kota X. Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.
Emanuele, M. A. (1998). Alcohol’s effects on male reproduction. National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15706796/
Emanuele, N. V., & Emanuele, M. A. (2001). Alcohol’s effects on male reproduction. Alcohol Health and Research World, 25(4), 282–287.
Kartika, A. A. (2022). Analisis kadar alkohol pada minuman tuak dan arak menggunakan metode berat jenis dan kromatografi gas-FID. Acta Holistica Pharmaciana, 4(2), 80–106.
Kartika, D. (2022). Kimia Zat Adiktif dan Psikoaktif. Surabaya: Airlangga University Press.
Khairiri, A. (2020). Pengaruh pemberian minuman keras oplosan terhadap gambaran histopatologi kerusakan testis tikus putih. UNAIR Repository. https://repository.unair.ac.id/103793/2/4.%20BAB%201%20PENDAHULUAN.pdf
Khairiri, M. (2020). Bahaya Oplosan terhadap Fungsi Organ Tubuh. Jakarta: PT Kesehatan Mandiri.
Kanda, A. S., & Riana, A. (2024). Pengaruh miras oplosan terhadap generasi muda dan lingkungan masyarakat di Cikole, Lembang. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 2(2). https://doi.org/10.61722/jiem.v2i2.926
Kanda, R., & Riana, A. (2024). Karakteristik dan persepsi remaja terhadap miras oplosan. Jurnal Sosiologi Perilaku Remaja, 2(3), 101–110.
Luthfi, M., & Noor, A. (2015). Analisis morfologi dan motilitas sperma berdasarkan kategori WHO. Jurnal Andrologi Indonesia, 3(2), 85–92.
Okey, B., & Draskovic, M. (2017). How does alcohol affect reproductive health? ARDU Recovery. https://www.ardurecoverycenter.com/alcohol-effects-on-reproductive-health/#elementor-toc__heading-anchor-2
Okey, N., & Draskovic, I. (2017). Chronic alcohol exposure and sexual dysfunction. Journal of Men’s Health, 13(2), 134–140.
Otniel, A., & Arifin, B. (2023). Histopatologi testis tikus akibat paparan etanol jangka panjang. Jurnal Biomedis Tropis, 5(1), 22–29.
Sijid, A., Khatimah, H., & Damayanti, S. (2017). Pengaruh pemberian alkohol terhadap organ vital mencit (Mus musculus).






