The Relationship Between Family and Socio-Cultural Support and the Provision of Complementary Foods to Infants Under 6 Months of Age in Tataaran II Subdistrict

  • Cheryl Virginia Kaparang Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Melky Pangemanan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Deviana Pratiwi Munthe Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Tika Bela Sari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Jilly Toar Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Theo W.E Mautang Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
Keywords: Family Support, Sociocultural Factors, Complementary Foods, Exclusive Breastfeeding

Abstract

Early introduction of complementary foods (MP-ASI) remains a public health problem. Family and socio-cultural factors play an important role in influencing mothers' decisions to provide complementary foods prematurely. This study aims to analyze the relationship between family and socio-cultural support and the practice of providing complementary foods to infants under 6 months of age in Tataaran II Village. The study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 89 mothers with infants aged 0–9 months. The sampling technique was total sampling with data collection through questionnaires distributed directly or via Google Form, then data analysis was carried out using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between family support and the provision of complementary foods (p-value <0.001; p <0.05). In addition, there was also a significant relationship between socio-cultural factors and the provision of complementary foods (p-value <0.001; p <0.05). These findings suggest that family support and sociocultural factors play a significant role in encouraging the practice of introducing complementary foods too early, necessitating more intensive educational efforts regarding the importance of exclusive breastfeeding until the infant is 6 months old.

References

Agustina, R. (2022). Dukungan Kelompok Menyusui Bagi Ibu Bekerja Berhasil Memberikan Asi Eksklusif Di Kota Manado. Amerta Nutrition, 6.
Alim, A., Samman, S., & Muslimin, B. (2020). Studi Kualitatif: Perilaku Ibu Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Banemo, Kabupaten Halmahera Tengah. Media Penelitian Kesehatan Dan Pengembangan, 30(2), 163-182.
Alvina, N. (2019). Implementasi Program Asi Eksklusif Pada Bayi Di Desa Pangkalan Siata Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).
Anjarsari, L., & Zubaidah, Z. (2017). Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Asi Ekslusif Dengan Pemberian Mp-Asi Pada Ibu Bekerja Di Desa Rembes Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang (Doctoral Dissertation, Faculty Of Medicine).
Apriani, N., Amalia, R., & Ismed, S. (2022). Hubungan Pengetahuan, Dukungan Keluarga dan Tradisi Dengan Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Pada Bayi Usia 0-6 Bulan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2), 681-686.
Dinas Kesehatan Kota Manado. 2023. Data Stunting Tahun 2022.
Fransiska, Y., & Sugiatini, T. E. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Sosial Budaya dengan Pemberian Makanan MP-ASI Dini pada Bayi. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(4), 1303-1310.
Ghozali, I. (2016). Desain penelitian kuantitatif dan kualitatif: untuk akuntansi, bisnis, dan ilmu sosial lainnya.
Harianto. (2016). Analisa Faktor Pemberian Mp-Asi Pada bayi sebelum usia enam bulan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Berdasarkan Teori Transcultural. Universitas Airlangga, Surabaya.
Hoiro, N. S. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga Dan Sosial Budaya Terhadap Pemberian Mpasi Pada bayi sebelum usia enam bulan Dan Status Gizi Di Kampung Langgar Desa Sukolilo Timur Kecamatan Labang.
indonesia-turun-ibu-memerlukan-dukungan-yang-lebih-mapanWHO. (2020). Data angka pemberian ASI. Www. Who.int
Janah, A. M., Rini, A. S., & Jayatmi, I. (2023). Hubungan Sikap Ibu, Dukungan Keluarga Dan Sosial Budaya Dengan Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mpasi) Pada bayi sebelum usia enam bulan Pada Bayi di Desa Cicadas Kabupaten Bogor Tahun 2022. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 13(02), 55-62.
Kadir, D. (2020). Hubungan Pemberian Mp-Asi Pada bayi sebelum usia enam bulan Pada Bayi Dengan Pengetahuan, Sikap Ibu Dan Dukungan Keluarga Di Klinik
Kemenkes RI. (2018). Pemberian Asi Eksklusif. Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kinasih, P. (2017). Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Wonosari I Kabupaten Gunungkidul Tahun 2017. Jurnal Bidan Komunitas, 8, 1-12.
Koentjaningrat. (2017). Gizi Untuk Kesehatan Ibu Dan Anak, Yogyakarta : Graha Ilmu. Lubis, N. (2022). Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Makanan
Mahpuzah, M. 2020. Hubungan Pendidikan, Pengetahuan Dan Budaya Dengan Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mpasi) Pada bayi sebelum usia enam bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan Tahun 2020, Disertasi, Universitas Islam Kalimantan Mab).
Malonda, I. C., Mautang, T., & Toar, J. (2024). Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Makanan Pendamping Asi Pada Bayi 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Manembo. Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado, 3(1).
Mamahit, A. Y., Rawulunubun, K., & Pondaag, L. (2015). Dukungan Suami dalam Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif pada Bayi di Puskesmas Sario. Journal Of Community & Emergency, 3(1), 73-78.
Mawaddah, S., Barlianto, W., & Nurdiana, N. (2018). Pengetahuan Ibu, Dukungan Sosial, Dan Dukungan Tenaga Kesehatan Terhadap Keputusan Memberikan Asi Eksklusif. Indonesian Journal Of Human Nutrition, 5(2), 85-95.
Nurkomala, S., Nuryanto, N., & Panunggal, B. (2018). Praktik Pemberian Mpasi (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) Pada Anak Stunting Dan Tidak Stunting Usia 6-24 Bulan (Doctoral Dissertation, Diponegoro University).
Oktaria, R. R., Dewi, R., Widiyanti, D., Rachmawati, R., & Yuliana, N. (2018). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Mp Asi Pada bayi sebelum usia enam bulan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu Tahun 2018 (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Bengkulu).
Pattimahu, S. A. (2024). Hubungan Pengetahuan, Peran Bidan Dan Dukungan Suami Dengan Perilaku Pemberian Mp-Asi Pada Bayi Usia< 6 Bulan: Relationship Between Knowledge, Role Of Midwives And Husband's Support With Behavior Of Giving Mp-Asi To Babies Aged< 6 Months. Open Access Jakarta Journal Of Health Sciences, 3(6), 1296-1308.
Pendamping Asi (Mp-Asi) Pada bayi sebelum usia enam bulan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Siabu Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2021.
Permatasari, E. (2018). Hubungan Pemberian Mp-Asi Pada bayi sebelum usia enam bulan Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Pada Bayi 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sindar Raya Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun Tahun 2012. Skripsi. Sumatra Utara: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatra Utara; 2017.
Pratama Rosni Alizarmedan. Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal Of Midwifery), 6(1).
Purba, E. A., Kapantow, N. H., & Momongan, N. (2017). Hubungan antara pemberian asi eksklusif dengan status gizi bayi 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas tatelu kecamatan dimembe kabupaten minahasa utara. KESMAS, 6(4).
Rachmawati , R. , Susanto , V. C. P. , & Wulandari A (2021). . Lit Rev Pengaruh Pemberian ASI Eksklus Dan MP ASI Pada bayi sebelum usia enam bulan Terhadap Stunting Pada Balita SNHRP, 54-64.
Rahmadhany. (2018). Pengetahuan, Sikap, dan Praktek Pemberian ASI serta Status Gizi Bayi Usia 6 Bulan Di Perdesaan dan Di Perkotaan. Skripsi. Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institusi Pertanian Bogor.
Ranjabar. (2017). Hubungan Anata Sosial Budaya Dan Pengetahuan Dalam Pemberian MP-ASI Pada bayi sebelum usia enam bulan Pada Ibu Yang Mempunyai Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri Tahun 2017.
Rauan, I. A., Manengkey, O., Kairupan, M., & Mamahit, A. Y. (2025). Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Produksi ASI pada Ibu Menyusui. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 2(1), 18-28.
Rejeki, N. K. P. S. (2018). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Keberhasilan Inisiasi Menyusui Pada bayi sebelum usia enam bulan (Imd) Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Upt Kesmas Sukawati Ii (Doctoral dissertation, Jurusan Gizi).
Sari, A. R., Pujianti, N., & Indriani, A. (2020). Hubungan Faktor Budaya Dan Dukungan Keluarga Dengan Keputusan Pemberian Asi Ekslusif Pada Ibu Hamil. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 7(3).
Sari, W. P., & Angraini, D. I. (2022). Hubungan Perilaku Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Satelit Kota Bandar Lampung. Medical Profession Journal of Lampung, 12(2), 386-390.
Sudarman. (2018). Faktor-faktor penyebab kegagalan ASI eksklusif di kelurahan Kembang Sari wilayah kerja puskesmas Selong. Gizi Klin Indones. 2008.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023: Laporan Nasional. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Syafrudin. (2019). Hubungan Pola Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Anak Usia 6- 23 Bulan Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tullo Kota Makasar Tahun 2013. Jurnal MKMI, Fakuttas Kesehatan Mastarakat Universitas Hasanuddin, Makasar.
Undol, C. A., Damopolii, R., Akbar, H., & Sarman, S. (2022). Tradisi Papah Makanan Untuk Bayi di Wilayah Kota Kotamobagu. Healthy Papua-Jurnal keperawatan dan Kesehatan, 5(1), 301-309.
UNICEF. (2023). Angka Menyusui Di Indonesia Turun: Ibu Memerlukan Dukungan Yang Lebih Mapan. Diakses secara online pada 26 Maret 2025. https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi/siaran-pers/angka-menyusui-di-
WHO. (2024). Ibu Membutuhkan Lebih Banyak Dukungan Menyusui Selama Masa Kritis Bayi Baru Lahir diakses secaraa online pada 26 maret 2025. https://www.who.int/
WHO. (2023). World Breastfeeding Week diakses secara online pada 26 maret 2025.https://www.who.int/indonesia/news/events/world-breastfeeding-week/2023
World Health Organization (WHO). 2020. Join Child Malnutrion Estimates. Diakses secara Online pada 26 maret 2025 (https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/joint-child- malnutrion-estimates-unicef-who-wb)
Zahrawani, T. F., Nurhayati, E., & Fadillah, Y. (2022). Hubungan kondisi jamban dengan kejadian stunting di Puskesmas Cicalengka Tahun 2020. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains (JIKS), Online submission: http://ejournal. unisba. ac. id/index. php/jiks. DOI: https://doi. org/10.29313/jiks. v4i1, 7770
Published
2026-01-05
How to Cite
Cheryl Virginia Kaparang, Melky Pangemanan, Deviana Pratiwi Munthe, Tika Bela Sari, Jilly Toar, & Theo W.E Mautang. (2026). The Relationship Between Family and Socio-Cultural Support and the Provision of Complementary Foods to Infants Under 6 Months of Age in Tataaran II Subdistrict. International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS), 8(1), 85~94. https://doi.org/10.56338/ijhess.v8i1.9429
Section
Articles