Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Masyarakat Dewasa di Wilayah Pesisir Medan Labuhan

Prevalence and Risk Factors of Acute Respiratory Tract Infections (ARI) in Adults in the Coastal Area of Medan Labuhan

  • Fiola Syfa Azura Nasution Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Saskia Khairunnisa Br Purba Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Nursanita Nasution Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Wira Anjani Br Sembiring Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Ravena Felisha Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Nofi Susanti Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
Keywords: ISPA, Prevalensi, Faktor Risiko, Masyarakat Pesisir, Medan Labuhan

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering ditemukan, khususnya pada wilayah pesisir dengan karakteristik lingkungan dan sosial tertentu. Penentuan fokus penelitian ini didasarkan pada hasil telaah data laporan morbiditas Puskesmas Medan Labuhan bulan Oktober, yang menunjukkan bahwa ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah tersebut, sehingga relevan dijadikan prioritas kajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi ISPA serta menggambarkan faktor risiko lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada masyarakat pesisir Medan Labuhan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 50 responden masyarakat dewasa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan pada awal November menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik responden, kejadian ISPA dalam tiga bulan terakhir, faktor lingkungan rumah, faktor perilaku berisiko, serta upaya pencegahan ISPA. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ISPA sebesar 34%, dengan faktor risiko dominan meliputi ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat, pencahayaan rumah yang kurang, serta paparan asap rokok di dalam rumah. Upaya pencegahan ISPA pada masyarakat pesisir masih belum optimal. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan intervensi promotif dan preventif oleh puskesmas untuk menurunkan risiko ISPA di wilayah pesisir.

References

Dongky, P., & Kadrianti. (2016). Faktor risiko lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Takatidung, Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 5(4), 325–326.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pencegahan dan pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi saluran pernapasan akut. Jakarta: Kemenkes RI.
Mukono, J. (2000). Prinsip dasar kesehatan lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press.
Puskesmas Medan Labuhan. (2025). Laporan data morbiditas penyakit bulan Oktober 2025. Medan: Puskesmas Medan Labuhan.
Rahmawati, D., Suryani, I., & Lestari, R. (2022). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perilaku pencegahan ISPA pada masyarakat pesisir, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 145–152.
Putri, A. R., & Hidayat, B. (2021). Hubungan edukasi kesehatan dengan kejadian ISPA pada masyarakat dewasa. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 5(1), 33–40.
Sari, R. P., & Nugroho, A. (2021). Faktor lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada masyarakat dewasa. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 85–93.
Wijaya, B., Putra, A. R., & Lestari, D. (2023). Prevalensi dan faktor risiko ISPA pada masyarakat pesisir. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 45–54.
World Health Organization. (2021). Household air pollution and health. WHO.
World Health Organization. (2003). Penanganan ISPA pada anak di rumah sakit kecil negara berkembang. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Published
2026-01-30
Section
Article

Most read articles by the same author(s)