Analisis Kejadian Luar Biasa (KLB) Ispa Di Wilayah Pesisir Belawan Berdasarkan Data Surveilans Bulanan

Analysis Of Extraordinaryevents (KLB) Of Ispa In The Belawan Coastal Area Based On Monthly Surveillance Data

  • Nofi Susanti Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Hutri Agustina Br Ginting Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Rizka Azura Efsa Gurusinga Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Siti Yasmine Raqiqah Djais Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Wulan Hasibuan Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
  • Zahratul Ulya Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-Sumatera Utara
Keywords: KLB ISPA, Surveilans Kesehatan Kerja, Wilayah Pesisir Belawan

Abstract

Penelitian ini menganalisis potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah pesisir Belawan berdasarkan data surveilans kesehatan kerja bulanan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi pola kejadian ISPA, menentukan kecenderungan peningkatan kasus, serta mengevaluasi faktor temporal yang dapat memengaruhi dinamika penyakit di lingkungan kerja pesisir. Kondisi lingkungan yang lembap, kepadatan hunian, serta paparan risiko kerja menjadikan ISPA sebagai penyakit yang dominan dilaporkan pada pekerja di kawasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik dengan memanfaatkan data sekunder dari Laporan Bulanan Kesehatan Pekerja (LBKP) periode Oktober 2025. Analisis meliputi perhitungan angka insidensi, proporsi masing-masing penyakit, dan penetapan indikasi outbreak melalui perbandingan dengan ambang batas epidemiologis. Variabel utama mencakup jumlah kasus ISPA sebagai penyakit dengan frekuensi tertinggi dibandingkan penyakit umum lainnya. Hasil menunjukkan ISPA merupakan kasus terbanyak, yaitu 30 dari 96 laporan penyakit umum (31,25%), melampaui hipertensi dan febris. Dominasi kasus ini mengindikasikan potensi KLB yang berkaitan dengan kondisi lingkungan pesisir dan musim hujan. Tidak ditemukan kasus penyakit akibat kerja, namun tingginya kasus ISPA menegaskan kerentanan pekerja terhadap infeksi pernapasan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sistem surveilans bulanan efektif dalam mendeteksi peningkatan kasus ISPA. Upaya pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi kesehatan, perbaikan ventilasi, dan penguatan koordinasi antar-Pos UKK untuk mencegah terjadinya KLB di masa mendatang.

 

References

Arsyad, K. A., & Priyana, Y. (2023). Studi Kausalitas antara Polusi Udara dan Kejadian
Penyakit Saluran Pernapasan pada Penduduk Kota Bogor, Jawa Barat. Jurnal
Multidisiplin West Science.
https://wnj.westsciences.com/index.php/jmws/article/view/434
Fajar, F., Sari, N., & Ria, R. (2022). Hubungan Konsentrasi Debu PM?? dan Faktor Lingkungan Dalam Rumah terhadap Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas
Dabo Lama Tahun 2021. Jurnal EnviScience, 6(1), 14–30.
Fajar, M. T. (2024). Studi Perbandingan Kualitas Udara di Kota-kota Indonesia Terdampak
Infeksi Saluran Pernapasan Akut. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi.
https://journal.literasisains.id/index.php/insologi/article/view/3288
Garmini, R., & Purwana, R. (2020). Polusi Udara Dalam Rumah terhadap Infeksi Saluran
Pernapasan Akut pada Balita di TPA Sukawinatan Palembang. Jurnal Kesehatan
Lingkungan Indonesia. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/21221
Heryanto, E. (2022). Faktor Risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita
terhadap Paparan Polusi Udara dalam Rumah. Cendekia Medika: Jurnal Stikes AlMa’arif Baturaja, 4(2), 79–87.
https://jurnal.stikesalmaarif.ac.id/index.php/cendekia_medika/article/view/148
Indarti, S., & Istikomah. (2022). Hubungan Pencemaran Udara Rumah Tangga dengan
Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita. Jurnal Ilmiah
Kesehatan, 8(1). https://ejournal.umpri.ac.id/index.php/JIK/article/view/1065
Irawan, A., Sutomo, A. H., & Sukandarrumidi. (2022). Indeks Standar Pencemaran Udara,
Faktor Meteorologi dan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Pekanbaru.
Berita Kedokteran Masyarakat.
Nasution, S. L. R., Girsang, E., Butar-Butar, E. F. M., Hafizah, N. Z., & Manalu, P. (2025).
Dampak kualitas udara dalam ruangan terhadap kejadian ISPA di Kecamatan Medan
Denai, Kota Medan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia.
Parisi, T. A., Santi, T. D., & Septiani, R. (2025). Risiko kualitas udara dalam rumah terhadap
kejadian ISPA berulang pada anak. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health
Science Journal, 16(1), 216–224. https://doi.org/10.34305/jikbh.v16i01.1544
Pramudita, R., & Ernyasih, E. (2025). Hubungan Perubahan Iklim (Suhu, Curah Hujan, Kelembapan) dengan Kejadian ISPA: Tinjauan Literatur. FLORONA: Jurnal Ilmiah
Kesehatan, 4(2).
Prajwalita, M. K. (2022). Pengaruh Sanitasi Rumah dan Polusi Udara terhadap Kejadian
ISPA pada Balita di Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Swara Bhumi.
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/17773
Putri, T. M., Anggraini, F. J., & Rodhiyah, Z. (2023). Analisis Hubungan Sumber
Pencemaran Udara Dalam Rumah terhadap Penyakit ISPA pada Balita. Dampak:
Jurnal Teknik Lingkungan, 19(1), 30–39.
https://jurnaldampak.ft.unand.ac.id/index.php/Dampak/article/view/672
Putri Mayang Sari, & Yansyah, E. J. (2024). Hubungan Paparan Polusi Udara di Dalam
Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di Desa Sumber Mulya, Kabupaten Muara
Enim. Jurnal Kesehatan Abdurahman.
Rahmah, T. A., Ardiyanti, A. V., Agus, Y., & Tryastuti, D. (2024). Faktor Risiko yang
Berhubungan dengan ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sawangan.
NURSE: Journal of Nursing and Health Science.
Situmeang, B., Napitupulu, R., Ambu, R. S., Yohanes, A., Yoshua, S., Siahaan, C., &
Faradiba, F. (2023). Pengaruh Tingkat Polusi Udara terhadap Tingkat Pengidap
Penyakit ISPA di Lingkup Masyarakat Kramat Jati. Journal of Comprehensive
Science, 2(12), 1520–1539.https://jcs.greenpublisher.id/index.php/jcs/article/view/568
Published
2026-01-30
Section
Article

Most read articles by the same author(s)