Implementasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Untuk Menurunkan Tekanan Darah Dengan Diagnosa Keperawatan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas Talise Kota Palu

  • fadira anggraini Akademi Keperawatan Justitia
  • Nur Febrianti Akademi Keperawatan Justitia
  • Maryam Akademi Keperawatan Justitia
Keywords: hipertensi, lansia, rendam kaki air hanggat, perfusi serebral tidak efektif

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular pada lansia dan dapat memicu gangguan perfusi serebral. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya dilakukan dengan terapi farmakologi, tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis seperti terapi rendam kaki air hangat yang terbukti dapat melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah.

Studi kasus ini bertujuan Untuk mengetahui implementasi terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan diagnosa keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif.

Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang lansia berusia 75 tahun dengan riwayat hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu. Intervensi yang diberikan berupa terapi rendam kaki air hangat selama 20–30 menit selama 3 hari berturut-turut dengan suhu air 40,5–43°C. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah terapi.

Setelah intervensi dilakukan selama 3 hari, terjadi penurunan tekanan darah dari 168/110 mmHg menjadi 140/90 mmHg. Pasien juga menunjukkan penurunan keluhan seperti sakit kepala dan rasa tegang di tengkuk. Intervensi berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak ditemukan efek samping.

Terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko perfusi serebral tidak efektif pada lansia hipertensi. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer di fasilitas layanan kesehatan primer.

References

Ardina, C. P., & Kurniawan, W. E. (2024). PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
Arifin, N., & Mustofa, A. (2021). Penerapan rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah padalansia hipertensi.
Dinkes Provinsi. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.
Pradita, I. M. Y. H. (2022). Karya Tulis Ilmiah Penerapan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Pada Asuhan Keperawatan Klien Hipertensi Pada Lansia Dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Di Puskesmas Mojopanggung.
Pradono, J., Kusumawardani, N., & Rachmalina, R. (2020). Hipertensi?: Pembunuh Terselubung di Indonesia. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Rohmawati, D. L. (2021). Terapi Komplementer Untuk Menurunkan Tekanan Darah (Evidence Based Practice). Media Sains Indonesia.
Sari, D. I. W., & Wulandari, T. S. (2024). Pemberian Hidroterapi (Rendam Kaki Air Hangat) Untuk Mengatasi Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Pada Pasien Hipertensi. Healthy Behavior Journal ISSN, 2(1), 32–40. https://ejournal.unjaya.ac.id/index.php/hbj
SKI. (2023). SURVEI KESEHATAN INDONESIA.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Definisi Dan Indikator Diagnostik (Cetakan III (Revisi)). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Transyah, C. H., Syafitri, R., & Yuliani. (2023). Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi. CV. Azka Pustaka.
Ulfa, A. F., Susilowati, T., & Haryani, N. (2024). Penerapan Hidroterapi Rendam kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Di Petoran 02/09 Jebres Surakarta. 2(4), 556–566.
WHO. (2023). Hypertension. https://www-who-int.translate.goog/news-room/fact-sheets/detail/hypertension?
Published
2026-01-06

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 > >>