Health Education About Rheumatism Di Desa Sibedi Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi

Health Education About Rheumatism in Sibedi Village, Marawola District, Sigi Regency

  • Indri Iriani Akademi Keperawatan Justitia
  • Rabiah Akademi Keperawatan Justitia
  • Sri Yulianti Akademi Keperawatan Justitia
Keywords: Rheumatism, Health education, Prevention, Joint disease

Abstract

Pendahuluan: Rematik atau artritis merupakan penyakit muskuloskeletal yang dapat menyerang sendi, otot, tulang, ligamen, dan tendon, bersifat kronis, progresif, dan berpotensi menyebabkan kecacatan permanen. Prevalensi nyeri sendi akibat rematik di Indonesia mencapai 7,3% dan meningkat menjadi >15% pada usia di atas 55 tahun (Riskesdas, 2018). Rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan, memicu tingginya miskonsepsi dan keterlambatan deteksi dini.

Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 27 Juli 2023 di Desa Sibedi, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, melibatkan 20 peserta. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan desa, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, poster, dan leaflet, serta sesi diskusi dan konsultasi individual. Materi mencakup definisi, jenis, faktor risiko, tanda dan gejala, pencegahan, penatalaksanaan farmakologis dan nonfarmakologis, serta pola hidup sehat.

Hasil: Kegiatan meningkatkan pemahaman peserta mengenai hubungan pola makan tinggi purin dengan gout arthritis (85% peserta mampu menyebutkan makanan yang perlu dihindari). Kesadaran terhadap pola hidup sehat meningkat, dan sebagian peserta menyarankan pemeriksaan kesehatan berkala untuk deteksi dini. Edukasi berhasil mengoreksi miskonsepsi seperti anggapan bahwa mandi malam menjadi penyebab tunggal rematik.

Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pencegahan dan pengelolaan rematik. Keberlanjutan program melalui penyuluhan berkala, keterlibatan kader kesehatan, serta program pendampingan bagi penderita rematik direkomendasikan untuk menekan angka kejadian dan komplikasi di masa depan. 

References

Dania, Ardiansyah, Arjuna. 2024. “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Puding Besar Kabupaten Bangka Tahun 2023.” Nursing Science Journal (NSJ) 5(February):4–6.
Hidayat, Rudy et al. 2021. "Perhimpunan Reumatologi Indonesia Diagnosis Dan Pengelolaan Artritis Reumatoid (Rheumatoid Arthritis Diagnosis and Management)." https://reumatologi.or.id/wp-content/uploads/2021/04/Rekomendasi-RA-Diagnosisdan-Pengelolaan-Artritis-Reumatoid.pdf.
Indonesian Rheumatology Association. (2021). Pedoman Diagnosis dan Manajemen Artritis Reumatoid di Indonesia.
Robbizaqtana, Ilham, Tanti Ajoe Kesoema, Rahmi Isma, and Asmara Putri. 2019. “Gambaran Kualitas Hidup Pada Pasien Rheumatoid Arthritis Di Instalasi Merpati Penyakit Dalam Rsup Dr. Kariadi Semarang.” Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro) 8(3): 921–28.
Smolen, J.S., Aletaha, D., & Mcinnes, I.B. (2023). Rheumatoid Arthritis. The Lancet, 401(10391), 746–760. Https://Doi.Org/10.1016/S0140-6736(23)00055-3
World Health Organization (Who). (2022). Musculoskeletal Conditions. Https://Www.Who.Int/News-Room/Fact-Sheets/Detail/Musculoskeletal-Conditions
Dania, Ardiansyah, Arjuna. 2024. “FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUDING BESAR KABUPATEN BANGKA TAHUN 2023.” Nursing Science Journal (NSJ) 5(February):4–6.
Noviyanti Fadhila, Kriswiastiny Rina, et., All. 2024. “FAKTOR RESIKO PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS.” 6:2355–66.
Raatburu, Elda Janty, Yulius Yusak Ranimpi, and Simon Pieter Soegiono. 2020. “Jurnal Keperawatan Muhammadiyah.” 5(2).
Published
2025-08-27

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>