Tingkatkan Keuntungan: Strategi Efektif untuk Peningkatan Pendapatan Usahatani Cabai Rawit di Desa Kalawara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi
Increase Profits: Effective Strategies for Increasing Income from Chili Farming in Kalawara Village, Gumbasa District, Sigi Regency
Abstract
Sektor pertanian di Indonesia memiliki peran krusial dalam perekonomian dan penyerapan tenaga kerja, dengan cabai sebagai salah satu tanaman hortikultura yang sangat dibutuhkan dan dikonsumsi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi rata-rata biaya usahatani cabai rawit per hektar dalam satu musim tanam di Desa Kalawara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Kkemudian untuk mengetahui rata-rata penerimaan dan pendapatan dari usahatani cabai rawit per hektar di lokasi yang sama. Penelitian ini dilakukan dari Februari hingga Juni 2024 dengan melibatkan 37 petani cabai rawit di Desa Kalawara yang dipilih melalui teknik sampling acak sederhana. Hasilnya menunjukkan bahwa usahatani cabai rawit di Desa Kalawara menguntungkan, dengan rata-rata biaya produksi sebesar Rp. 12.768.166,67 per hektar dan rata-rata penerimaan sebesar Rp. 38.820.952,38 per hektar, menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 26.052.809,50 per hektar.
References
Arikunto (2012). Analisis Usahatani Pisang Ambon Di Desa Tonala Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 3(2), 94
Darmawan, M. R., & Rahim, M. A. (2019). Pendapatan dan kelayakan usaha tahu di Desa Biak Kecamatan Luwuk Utara (studi kasus usaha tahu ibu Titi Sugiati). Jurnal Agrobiz, 1(1), 28-38.
Darwis, 2017. Jurnal Agrilink: Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik), 4(2), 144-152.
Gustiyana 2004. Faktor-Faktor yang Berperan dalam Kelompok Tani Sebagai Unit Produksi Terhadap Usahatani Padi di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang (Doctoral dissertation, Fakultas Peternakan Dan Pertanian Universitas Diponegoro).
Hastuti, 2007. Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Mandiri Kelapa Sawit Di Kecamatan Segah. Jurnal ekonomi STIEP, 3(2), 31-38.
Hilmayanti, dkk 2006. Analisis biaya dan pendapatan usahatani padi sawah non irigasi teknis di Kelurahan Tenilo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 5(3), 176-181.
Lubis, A. H. (2018). Analisis Kelayakan Finansial Usaha Penggilingan Padi Mobile (Studi Kasus: Desa Cinta Rakyat Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang)
Nurdin, 2010. Analisis Harga Cabe Rawit Pasca Kenaikan Harga Bbm Di Kabupaten Cirebon.
Paulus A, P., & Ellen G, T. 2016. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga cabai rawit di Kota Manado. Agri-sosioekonomi, 12(2), 105-120.
Rahardja & Manurung 2008. Analisis Pendapatan Rumah Tangga Petani Cabai Rawit di Desa Kikia Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara. AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 4(1), 65-70.
Riyanti, 2013. Perilaku Organisasi. Bandung: CV. Patra Media Grafindo.
Sari, dkk 2024. Keberlanjutan dalam Perspektif Bisnis dan Inklusifitas. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.
Septiana dkk 2022. Analisis Biaya Dan Pendapatan Serta Kelayakan Usahatani Cabai Rawit Tumpang Sari Dengan Tanaman Kopi:(Studi Kasus di Desa Sihemun Baru, Sibuntuon dan Silabah Jaya, Kecamatan
Suratiah, 2006. Analisis Pendapatan Usaha Produksi Industri Olahan Tahu Di Desa Harapan Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo (Studi Kasus Industri Rumah Tangga “Bapak Nono Purnomo”). AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 6(3), 179-186.
Ulfa, 2018. Kepemimpinan Pelayan (Dimensi Baru Dalam Kepemimpinan). Jakarta: Celebes Media Perkasa.
Wehfany dkk 2022. Tugas Usaha Produksi Industri. (125030400111059).
Wiryanata (2006), Jurnal Analisis Biaya dan Pendapatan Jurnal Ilmiah Agribisnis97