Analisis Keberadaan Jamur Dermatofita pada Kasus Onikomikosis Menggunakan Kultur Media SDA dan Berbagai Konsentrasi KOH

Analysis of the Presence of Dermatophyte Fungi in Onychomycosis Cases Using SDA Culture Media and Various KOH Concentrations

Authors

  • Amelia Pratiwi Mamuki Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Monika Putri Solikah Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Novita Eka Putri Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.56338/jks.v9i8.12497

Keywords:

Dermatofita, Onikomikosis, KOH, SDA, Kultur Jamur

Abstract

Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang banyak ditemukan di daerah tropis dan umumnya disebabkan oleh jamur dermatofita, terutama Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. Petani sawah memiliki risiko lebih tinggi mengalami onikomikosis karena sering terpapar lingkungan yang lembap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan jamur dermatofita pada kasus onikomikosis menggunakan pemeriksaan langsung kalium hidroksida (KOH) dengan konsentrasi 10%, 30%, dan 40%, serta kultur pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berupa 27 potongan kuku kaki petani di Trihanggo, Sleman, yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan dilakukan secara mikroskopis menggunakan larutan KOH dan kultur pada media SDA yang diinkubasi pada suhu 37°C selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel negatif pada pemeriksaan KOH 10% dan 40%, sedangkan KOH 30% menghasilkan 2 sampel positif. Kultur pada media SDA menunjukkan 18 sampel positif. Perubahan warna kuku merupakan gambaran klinis yang paling dominan, sedangkan spesies jamur yang paling banyak ditemukan adalah Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. Selain itu, juga ditemukan jamur non-dermatofita, yaitu Aspergillus niger, Aspergillus flavus, dan Candida albicans. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kultur pada media SDA lebih efektif dibandingkan pemeriksaan langsung menggunakan KOH dalam mendeteksi jamur penyebab onikomikosis, sedangkan KOH 30% memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan KOH 10% dan 40% sebagai metode skrining awal.

References

Agustina, P. 2022. Identifikasi Jamur Non-Dermatophyta pada Kuku Kaki Pedagang Ikan di Pasar Legi Jombang. Skripsi. Institut Teknologi Sains dan Kesehatan Insan Cendekia Medika, Jombang.

Aliyu, A., Olatunbosun, M.O., & Kolo, I. 2022. The impact of negligence of onychomycosis in tropical countries. EC Microbiology, 4: 9–18.

Butar, C.B., Karmila, I.G.A.A.D., Erline, J., & Calvan, R.P. 2024. Tinea unguium caused by Trichophyton mentagrophytes with plantar hyperhydrosis: A case report. AFJBS, 6: 4805–4833.

Carroll, K.C., Butel, J.S., Morse, S.A., et al. 2019. Jawetz, Melnick & Adelberg’s Medical Microbiology. 28th ed. New York: McGraw-Hill Education.

Gupta AK, Versteeg SG, Shear NH. 2021. Onychomycosis in the 21st Century: An Update on Diagnosis, Epidemiology, and Treatment. Journal of Cutaneous Medicine and Surgery.Hayati, I., & Marselina, R. 2020. Prevalensi onikomikosis pada petani sawah di Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. ANJANI Journal, 1(2): 49–53.

Hayette MP, Sacheli R. 2016. Dermatophytosis, Trends in Epidemiology and Diagnostic Approach. Current Fungal Infection Reports.

James, W.D., Elston, D.M., Treat, J.R., Rosenbach, M.A., & Neuhaus, I.M. 2020. Andrews’ Diseases of the Skin: Clinical Dermatology. 13th ed. Philadelphia: Elsevier.

Jawetz, E., Melnick, J.L., & Adelberg, E.A. 2018. Jawetz, Melnick & Adelberg’s Medical Microbiology. 28th ed. New York: McGraw-Hill Education.

Latifah, I., & Sulistiawan, N. 2019. Identifikasi jamur dermatophyta penyebab tinea unguium pada kuku kaki petani kelapa sawit berdasarkan penggunaan alas kaki di Desa Pauh Menang Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin, Jambi. Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 5(2): 189–197.

Lipner SR, Scher RK. 2019. Onychomycosis: Clinical Overview and Diagnosis. Journal of the American Academy of Dermatology.

Mufliha, M. 2018. Identifikasi Jamur Penyebab Onikomikosis pada Petani di Desa Banjarangsana Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Skripsi. Politeknik Kesehatan Bandung.

Mulyati. 2021. Buku Penuntun Praktikum Mikologi. Jakarta: Universitas MH Thamrin.

Siregar, R.S. 2016. Mikologi Klinik. Jakarta: EGC.

Sulaeman, A., & Susilo, H. 2016. Jamur dermatofita dan non-dermatofita sebagai penyebab onikomikosis. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan.

Ulhaq, D., Aisy, R., & Wulandari, D. 2024. Identifikasi jamur penyebab onikomikosis pada kuku jari kaki petani sawah di Desa Rajeg Kabupaten Tangerang. Jurnal Kesehatan, 10(2): 136–155.

Wahyuningsih, S. 2015. Pemeriksaan Jamur Kuku (Onikomikosis) pada Pekerja Sawah di Desa Candimulyo Jombang. Skripsi. STIKES Insan Cendekia Medika, Jombang.

Widasmara, D., Ajie, A.B., & Rofiq, A. 2020. Laporan kasus: Pemeriksaan dermoskopi untuk evaluasi morfologi kuku pada pasien onikomikosis. Journal of Dermatology, Venereology, and Aesthetic, 21.

Wijaya, A., & Hasan, M. 2023. Akurasi metode kultur pada diagnosis onikomikosis menggunakan media SDA. Jurnal Teknologi Laboratorium Medik.

Downloads

Published

2026-08-30

Issue

Section

Article