Peranan Akuntansi Keuangan dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Laporan Keuangan pada BUMDes di Kota Palu
The Role of Financial Accounting in Increasing Transparency and Accountability of Financial Reports at BUMDes in Palu City
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan akuntansi keuangan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kota Palu. Secara konseptual, akuntansi keuangan berperan penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang baik (*good financial governance*) dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Namun, penelitian terdahulu menunjukkan bahwa implementasi prinsip tersebut pada level lokal, termasuk BUMDes, masih menghadapi kendala sumber daya, pelatihan, serta dukungan teknologi yang terbatas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus BUMDes di Kota Palu. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan sistem akuntansi keuangan yang terstruktur mampu meningkatkan transparansi laporan keuangan dan memperkuat akuntabilitas publik. Secara teoritis, penelitian ini memperluas kajian tentang hubungan antara sistem akuntansi dan *good governance* dalam konteks lembaga ekonomi desa. Secara praktis, hasil penelitian memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pelatihan akuntansi digital dan sistem pelaporan keuangan berbasis teknologi informasi di seluruh BUMDes.
This study aims to analyze the role of financial accounting in improving the transparency and accountability of financial reports in Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Palu City. Conceptually, financial accounting plays a crucial role in realizing good village financial governance (*good financial governance*) based on the principles of transparency, accountability, and public participation. However, previous research indicates that the implementation of these principles at the local level, including BUMDes, still faces constraints in terms of resources, training, and limited technological support. This study uses a descriptive qualitative method with data collection through interviews, observations, and documentation of BUMDes administrators in Palu City. The results found that the implementation of a structured financial accounting system can improve the transparency of financial reports and strengthen public accountability. Theoretically, this study expands the study of the relationship between accounting systems and *good governance* in the context of village economic institutions. Practically, the results of the study provide recommendations for local governments to strengthen digital accounting training and information technology-based financial reporting systems across BUMDes.
References
• Aini, R., & Putra, D. (2021). “Analisis Penerapan Akuntansi pada BUMDes dalam Meningkatkan Akuntabilitas Keuangan.” Jurnal Akuntansi dan Keuangan Publik, 9(2), 112–125.
• Apriliyanti, S., & Fadillah, A. (2020). “Transparansi Laporan Keuangan dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat terhadap BUMDes.” Jurnal Ekonomi Desa, 6(3), 45–56.
• Arfan, M., & Wardani, E. (2019). Akuntansi Sektor Publik: Konsep dan Aplikasi di Pemerintahan Desa. Jakarta: Mitra Wacana Media.
• Arsyad, L. (2020). Pembangunan Ekonomi Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
• Atmadja, A. T., & Darma, I. M. (2022). “Penerapan Good Governance dalam Pengelolaan BUMDes di Indonesia.” Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 14(1), 33–49.
• Amyulianthy, R., et al. (2023). CAN GOOD GOVERNANCE ENHANCE LOCAL GOVERNMENT PERFORMANCE? Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan.
• Basri, Y. M. (2020). Akuntansi Pemerintahan dan Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.
• Djalil, M. A. (2021). “Akuntabilitas Publik dalam Pengelolaan Keuangan Desa di Era Digital.” Jurnal Akuntansi dan Bisnis Indonesia, 17(1), 21–34.
• Fitria, D., & Sari, P. (2019). “Peran Akuntansi dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas BUMDes.” Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Daerah, 5(2), 87–101.
• Ghozali, I. (2021). Teori dan Aplikasi Akuntansi Keuangan untuk Lembaga Publik. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
• Harahap, S. S. (2019). Teori Akuntansi. Jakarta: Rajawali Pers.
• Hasanah, N., & Kurniawati, T. (2021). “Analisis Transparansi Keuangan Desa melalui Sistem Akuntansi Desa.” Jurnal Ilmiah Akuntansi Publik, 10(2), 63–78.
• Handayani, T. (2025). Implementation of Good Governance in Indonesia in an Effort to Minimize Corruption Crime. IJHESS Journal.
• Irawan, H., & Lestari, R. (2022). “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa.” Jurnal Manajemen dan Akuntansi Publik, 8(1), 55–70.
• Kurniawan, D. (2022). “Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Desa.” Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 8(1), 22–31.
• Mardiasmo. (2020). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
• Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. California: Sage Publications.
• World Bank. (2017). Governance and the Law. Washington, D.C.
• Sutanto, A. (2021). Penerapan Akuntansi pada BUMDes dalam Meningkatkan Akuntabilitas Keuangan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Desa, 5(2), 45–56.
• Rahman, A., & Sulastri, N. (2022). Penguatan Sistem Akuntansi BUMDes untuk Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Desa. Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa, 3(1), 15–29.



