Tinjauan Literatur Mengenai Patogenitas dan Pengendalian Penyakit Culvularia Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq)
Literature Review on Pathogenicity and Control of Culvularia Disease in Oil Palm Plants (Elaeis guineensis Jacq)
Abstract
Penyakit yang disebabkan oleh jamur Curvularia merupakan salah satu masalah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit. Serangan patogen ini umumnya terjadi pada bagian daun dan dapat menimbulkan bercak berwarna cokelat hingga kehitaman yang pada kondisi berat dapat menyebabkan penurunan luas daun hijau dan mengganggu proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau berbagai hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan patogenitas jamur Curvularia serta metode pengendalian yang dapat dilakukan pada tanaman kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tingkat patogenitas Curvularia dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti kelembapan, suhu, dan kondisi tanaman inang. Pengendalian penyakit dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain penggunaan varietas tahan, penerapan teknik budidaya yang baik, pengendalian secara hayati, serta penggunaan fungisida secara tepat dan terukur. Dengan memahami sifat patogenitas serta metode pengendalian yang efektif, diharapkan serangan penyakit Curvularia pada tanaman kelapa sawit dapat diminimalkan sehingga produktivitas tanaman tetap terjaga.
References
Cameron, R. R., Yusticia, S. R., & Febrianni1, A. (2020). Analisis Faktor Kondisi Pembibitan Kelapa Sawit Terhadap Serangan Penyakit Bercak Daun yang Disebabkan oleh Curvularia sp. Tanaman Pangan Dan Hortikultura, 2(1), 22–36.
Irham, W. H., Saragih, S. W., Febrianto, E. B., Yazid, A., Haholongan, R., Maulana, A., & Damanik, R. (2023). Strategi For Handling Curvularia Sp. Of Oil Palm Nurseries In Indonesia. Jurnal Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit Dan Karet, 7(2), 11–20.
Manamgoda, D. S., Rossman, A. Y., Castlebury, L. A., Chukeatirote, E., & Hyde, K. D. (2015). A taxonomic and phylogenetic re-appraisal of the genus Curvularia (Pleosporaceae): Human and plant pathogens. Phytotaxa, 212(3), 175–198. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.212.3.1
Mardiyanti. (2024). Penyakit DAN INTENSITAS PENYAKIT BERCAK DAUN PADA PEMBIBITAN KELAPA SAWIT ( Elaeis guineensis jacq ) DI KABUPATEN SIMALUNGUN SKRIPSI OLEH?: MARDIYANTI PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN PENYAKIT DAN INTENSITAS PENY.
widyastuti, S. M. et al. (2001). Efektifitas Trichoderma Sebagai Pengendalian Hayati Terhadap 3 Patogen Tular Tanah (pp. 98–107).
Yusmar M, Aslamil M, & Siti Z. (2023). Uji Pelet Biofungisida Trichoderma harzianum Mengandung Beberapa Bahan Alami terhadap Curvularia sp. Secara In Vitro. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 4(1), 507–519. https://doi.org/10.47687/snppvp.v4i1.674








