Makna Komunikasi Nonformal Siswa SMK Mardi Wacana Grup Whatapps Kelas Perspektif Kualitatif
The Meaning of Non-Formal Communication among Students of SMK Mardi Wacana in Class WhatsApp Groups: A Qualitative Perspective
Abstract
Penelitian ini mengkaji komunikasi nonformal dalam grup WhatsApp kelas siswa SMK Mardi Wacana dengan memfokuskan analisis pada makna komunikasi, pola interaksi, serta peran WhatsApp sebagai media komunikasi digital. Tujuan penelitian mengungkap bagaimana siswa memaknai komunikasi nonformal di dalam grup WhatsApp serta dampaknya terhadap efektivitas komunikasi dan kekompakan sosial. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dengan siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dengan membandingkan hasil observasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan transkripsi, pengelompokan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup WhatsApp dimaknai sebagai sarana komunikasi nonformal yang efektif untuk penyampaian informasi, koordinasi kegiatan, serta interaksi sosial. Bahasa yang digunakan bersifat santai dan fleksibel, serta ditemukan fenomena silent reader sebagai bentuk partisipasi selektif dalam komunikasi digital. Temuan ini menegaskan peran strategis WhatsApp dalam membentuk pola komunikasi nonformal siswa di era digital.
References
Aras, R. (2015). Komunikasi nonformal dalam interaksi sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 115–128.
Asari, A., Syaifuddin, E. R., Ningsi, N., Sudianto, Maria, H. D., Adhicandra, I., Nuraini, R., Baijuri, A., Pamungkas, A., Kusumah, F. G., Yuhanda, G. P., & Murti, S. (2023). Komunikasi digital. Klaten: Lakeisha.
Gunawan, A. (2016). Metodologi penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Jakarta: Pustaka Setia.
Iswati, S., & Trisliatanto, D. A. (2023). Menggali makna perspektif kualitatif: Integrasi kearifan lokal dalam pengembangan model intelektual kapital. Surabaya: CV Jakad Media Publishing.
Lestari, N. (2021). Makna pesan dalam percakapan nonformal siswa di media sosial WhatsApp. Jurnal Bahasa dan Media, 5(1), 33–48.
Mulyana, D. (2017). Ilmu komunikasi:Suatu pengantar. Bandung: Rosdakarya.
Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Pratiwi, S. (2020). Interaksi komunikasi siswa melalui grup WhatsApp kelas dalam perspektif komunikasi digital. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 8(2), 77–89.
Putri, S., & Kurniawan, A. (2021). Literasi digital remaja dalam komunikasi daring. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, 9(1), 45–57.
Rahardjo, M. (2020). Triangulasi dalam penelitian kualitatif: Konsep dan aplikasi. Jurnal Penelitian Kualitatif, 8(1), 16–28.
Sa’diah, H., Khairussalam, & Hakim, A. R. (2022). Dampak penggunaan media sosial WhatsApp terhadap interaksi sosial masyarakat Desa Lok Batu Kabupaten Balangan. Jurnal Entitas Sosiologi, 11(1).
Saputro, B. (2020). Pemanfaatan WhatsApp sebagai media komunikasi antara guru dan siswa dalam menunjang kegiatan belajar. Pacitan: STKIP PGRI Pacitan. https://repository.stkippacitan.ac.id/id/eprint/849 Diakses 20 september 2025.
Ultavia, A., Jannati, P. F., Nalahati, Q., & Shaleh, Q. (2023). Kualitatif: Memahami karakteristik penelitian sebagai metodologi. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2).
Wijaya, A. (2019). Komunikasi nonformal dalam grup WhatsApp sebagai ruang interaksi sosial remaja. Jurnal Literasi Digital, 3(2), 55–67.
Wijayanti, R. (2021). Dampak media sosial terhadap penggunaan bahasa informal di kalangan mahasiswa. Jurnal Komunikasi Sosial, 3(1), 89–102.
Yusuf, M. F. (2021). Buku ajar pengantar ilmu komunikasi. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.






