Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kecamatan Motoling Timur

Factors Associated with Stunting in Toddlers in East Motoling District

  • Nathasya E. Paat Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Lucyana Pongoh Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Ilham Salam Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
Keywords: Stunting, Balita, Asi Ekslusif, Tingkat Pendidikan Ibu

Abstract

Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dialami oleh anak akibat gizi buruk, infeksi yang berulang, dan juga stimulasi psikososial yang tidak memadai. Seorang anak didefinisikan sebagai stunting apabila tinggi badan berdasarkan usia mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di kecamatan Motoling Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden dengan 16 sampe case  dan 80 sampel control. Data diambil menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara pemberian asi ekslusif dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting sedangkan untuk riwayat berat badan lahir rendah, riwayat penyakit infeksi ispa dan/atau diare dan status imunisasi tidak menunjukan hubungan dengan kejadian stunting secara statistik.

References

Dawid, N. D., Bawiling, N. S., & Munthe, D. P. (2024). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tinumbala Kelurahan Pateten Satu Kota Bitung. (JIKMurnal Ilmiah Kesehatan Manado, 3(2), 151–162.
Ishalyadi, I., Fahlevi, M. I., Sriwahyuni, S., & Oktaria, Y. (2020). Relationship between Unsafety Action and Unsafe Conditions with Traffic Accidents in Passenger Car Drivers at Meulaboh Type C Terminal. J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health), 7(2), 1. https://doi.org/10.35308/j-kesmas.v7i2.1646
Kemenkes Keslan. (2022). Mengenal Apa Itu Stunting. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1388/mengenal-apa-itu-stunting
Lensa Utara. (2024). BKKBN Sulut Sertakan Pakar Identifikasi Stunting di Minsel. LensaUtara.Id. https://lensautara.id/bkkbn-sulut-sertakan-pakar-identifikasi-stunting-di-minsel/
Mahudeh, Rohmah, N., & Adriani, S. W. (2023). Correlation Between History of Infectious Disease with Stunting in Toddler. Journal of Nursing Science Update (JNSU), 10(2), 193–200. https://doi.org/10.21776/ub.jik.2022.010.02.15
Raja, I. (2024). BKKBN Sulut dan Pemkab Minahasa Selatan Libatkan Pakar Identifikasi Penyebab Stunting. Antaranews. https://sulut.wahananews.co/utama/bkkbn-sulut-dan-pemkab-minahasa-selatan-libatkan-pakar-identifikasi-penyebab-stunting-detiopmD6A/0#post_wahana
Sari, D. R., Fatmaningrum, W., & Suryawan, A. (2021). Hubungan Etnis, Asi Eksklusif, Dan Berat Badan Lahir Dengan Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Surabaya. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 3(4), 320–330. https://doi.org/10.20473/imhsj.v3i4.2019.320-330
Setiawati, E., Sumiaty, & Yusriani. (2025). Hubungan Pendidikan Ibu Balita dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Marusu Kabupaten Maros. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) 2025, 6(1), 27–33. https://doi.org/10.52103/jahr.v6i1.1905http://pascaumi.ac.id/index.php/jahr/index
UNICEF, WHO, & WORLD BANK. (2023). Level and trend in child malnutrition. World Health Organization, 4. https://www.who.int/publications/i/item/9789240073791
Published
2025-12-23
Section
Article