Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Matani Kota Tomohon

Overview of Stunting Incidents in Toddlers at the Matani Community Health Center, Tomohon City

  • Marsinondang Butarbutar Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Deviana Pratiwi Munthe Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Andi Pramesti Ningsih Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
  • Bintang Sri Rezeki Panjaitan Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado
Keywords: Stunting, Balita, Kejadian stunting

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, termasuk di Kota Tomohon, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon serta faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 100 balita. Data diperoleh melalui kuesioner, pengukuran antropometri, dan telaah buku KIA, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 35%. Beberapa faktor yang cenderung berhubungan dengan kejadian tidak stunting adalah: pendidikan ibu tamat SMA (41%), pekerjaan ibu yang tidak bekerja (55%), jumlah anggota keluarga lebih dari 4 orang (38%), dan pendapatan keluarga tinggi (43%). Sementara itu, balita dengan berat lahir normal lebih banyak tidak stunting (58%), riwayat infeksi yang tidak ada lebih banyak tidak stunting (40%), pemberian MPASI yang normal (tepat waktu) lebih banyak tidak stunting (49%), serta imunisasi lengkap lebih banyak tidak stunting (54%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian stunting di wilayah Puskesmas Matani masih tinggi dan dipengaruhi oleh karakteristik ibu, keluarga, gizi, dan kesehatan balita. Disarankan peningkatan edukasi gizi dan pola asuh melalui posyandu, intervensi gizi sensitif dari pemerintah, serta peran aktif keluarga dalam pemenuhan gizi dan pencegahan penyakit.

References

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Fakta Gizi: Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
DININGRUM, E. T. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-24 Bulan di Desa Timbusen Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).
Fitriani, A., & Lestari, W. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Kabupaten Malang. Universitas Jember Repository.
Rahayu, S., & Anggraeni, D. (2022). Hubungan ASI Eksklusif, MPASI, dan Status Imunisasi dengan Kejadian Stunting di Desa Cijeruk Kabupaten Sumedang. Jurnal Kebidanan Malahayati,8(3),239–248.
Rahmawati, N., & Dewi, R. (2020). Usia ibu hamil dan hubungannya dengan kejadian stunting. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 7(2), 95–104.
Saputra, A., & Wahyuni, L. (2025). Hubungan Pemberian Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Nusa Penida. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 8(1), 14–21.
Published
2025-12-19
Section
Article

Most read articles by the same author(s)