Hubungan Kualitas Tidur Dengan Konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Kedokteran Di Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha Tahun 2025
The Relationship Between Sleep Quality and Learning Concentration Among Medical Students at the Faculty of Medicine, Ganesha University of Education, in 2025.
Abstract
Mahasiswa kedokteran memiliki beban akademik yang tinggi sehingga rentan mengalami gangguan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada fungsi kognitif, khususnya konsentrasi belajar, yang merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 145 mahasiswa kedokteran angkatan 2022, 2023, dan 2024 yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan konsentrasi belajar diukur menggunakan kuesioner konsentrasi belajar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson atau Spearman sesuai dengan distribusi data, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kualitas tidur yang kurang baik dan tingkat konsentrasi belajar yang bervariasi. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha tahun 2025 (p < 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa kedokteran. Mahasiswa dengan kualitas tidur yang lebih baik cenderung memiliki konsentrasi belajar yang lebih optimal.
References
Pratiwi, D. P. R. (2017). Kuesioner konsentrasi belajar [Instrument penelitian]. Tidak dipublikasikan.
Pujiati. (2024, Oktober 21). Penelitian cross sectional, metode membandingkan 2 variabel. Penerbit Deepublish. Diambil dari https://penerbitdeepublish.com/penelitian-cross-sectional/
Roflin, E., Liberty, I. A., & Pariyana. (2021). Populasi, sampel, variabel dalam penelitian kedokteran. PT. Nasya Expanding Management.
Sari, S. D., & Legiran. (2024). Desain cross sectional bagi penelitian bidang kebidanan. Stetoskop: The Journal of Health Science, 1(1), 18–25. Diambil dari https://rumah-jurnal.com/index.php/stjhs/article/view/88
Sofya, A., Novita, N. C., Afgani, M. W., & Isnaini, M. (2024). Metode survey: Explanatory survey dan cross sectional dalam penelitian kuantitatif. Edu Society, 4(3), 1696–1708.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wahyuddin, W., Sari, C. D. R., & others. (2016). Validitas dan reliabilitas Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) versi Indonesia pada mahasiswa keperawatan. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 12(1), 45–52.
World Health Organization (WHO). (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.






