Studi Literatur: Hubungan Stres Psikologis dengan Munculnya dan Eksaserbasi dari Dermatitis Seboroik dan Psoriasis
Literature Study: The Relationship Between Psychological Stress and the Onset and Exacerbation of Seborrheic Dermatitis and Psoriasis
Abstract
Dermatitis seboroik dan psoriasis adalah penyakit inflamasi kulit eritropapuloskuamosa yang berbeda, tetapi sering sulit dibedakan. Meskipun merupakan dua kondisi yang berbeda, keduanya dapat dipicu oleh adanya stres psikologis. Dermatitis seboroik dicirikan dengan skuama kuning berminyak di area kaya kelenjar sebasea dan terkait dengan jamur Malassezia, sementara psoriasis adalah penyakit autoimun dengan plak eritema dan skuama tebal putih. Stres psikologis memengaruhi kulit melalui sumbu HPA dan sel-sel imun, memicu pelepasan hormon dan sitokin pro-inflamasi yang dapat memicu dan memperburuk gejala dermatitis seboroik dan psoriasis. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkait hubungan stres psikologis dengan dermatitis seboroik dan psoriasis. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi literatur. Penulisan artikel dimulai dari menentukan topik yang akan diangkat, menentukan kata kunci penelusuran, kemudian melakukan penelusuran pada database dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan untuk menemukan literatur yang sesuai. 5 penelitian menemukan bahwa stres psikologis dan kondisi mental berpengaruh signifikan terhadap dermatitis seboroik, 2 penelitian menemukan bahwa tidak berpengaruh signifikan. Beberapa penelitian memperoleh hasil yang sesuai dengan teori bahwa stres dapat berpengaruh pada dermatitis seboroik dan psoriasis, tetapi masih diperlukan adanya riset lebih lanjut.
References
Badri, P. R. A., Febriani, R., Saraswati, N. A., Artanto, A., Febrianti, Y., Apriyani, S., & Najwa, A. N. (2024). Dysmenorrhea and Seborrheic Dermatitis due to Occupational Stress Among Female Bank Workers. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 13(1), 4–12. https://doi.org/10.20473/ijosh.v13i1.2024.4-12
Brilliant, F. R., Biutifasari, V., Widjajanto, H., Utami, P. D., & Adiwinoto, R. P. (2025). The Relationship Between Perceived Stress Scale (PSS) And Seborrheic Dermatitis Area Severity Index (SDASI) In Seborrheic Dermatitis Patients At Rspal Dr.Ramelan Surabaya. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 6(1), 51–57.
Dewi, N. P. (2022). Aspek Klinis Dermatitis Seboroik. Cermin Dunia Kedokteran, 49(6), 327–331. https://doi.org/10.55175/cdk.v49i6.241
Eldy, & Hari Darmawan. (2023). Stress Levels and Seborrheic Dermatitis in the Class of 2020 Medical Students at a University in Indonesia. Folia Medica Indonesiana, 59(2), 115–122. https://doi.org/10.20473/fmi.v59i2.41208
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). No Title?????. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Dermatitis Seboroik, 8(5), 55.
Lancar, R., Missy, P., Dupuy, A., Beaulieu, P., Fardet, L., Costagliola, D., & Chosidow, O. (2020). Risk factors for seborrhoeic dermatitis flares: Case-control and case-crossover study. Acta Dermato-Venereologica, 100(17), 1–5. https://doi.org/10.2340/00015555-3661
Li, F., Zhang, Y. L., Chen, X., Zhang, J. Y., Fu, L., Chai, B., & Chen, H. X. (2023). Mental Stress Affects the Occurrence and Development of Psoriasis Through Neuroendocrine-Immune Regulation: A Narrative Review. International Journal of Dermatology and Venereology, 6(2), 87–95. https://doi.org/10.1097/JD9.0000000000000317
Mar, K., & Rivers, J. K. (2023). The Mind Body Connection in Dermatologic Conditions: A Literature Review. Journal of Cutaneous Medicine and Surgery, 27(6), 628–640. https://doi.org/10.1177/12034754231204295
Marek-Jozefowicz, L., Czajkowski, R., Borkowska, A., Nedoszytko, B., ?mijewski, M. A., Cuba?a, W. J., & Slominski, A. T. (2022). The Brain–Skin Axis in Psoriasis—Psychological, Psychiatric, Hormonal, and Dermatological Aspects. International Journal of Molecular Sciences, 23(2). https://doi.org/10.3390/ijms23020669
Nair A, P., & Badri, T. (2023). Psoriasis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448194/
Pratiwi, I. R., Mustikaningsih, R., & Armyanti, I. (2015). Hubungan Tingkat Stres dengan Derajat Keparahan Psoriasis di RSUD Dr . Soedarso Pontianak , Juli 2014 – Januari 2015. 43(4), 2014–2017.
Sajjad, F. S., Handayani, W., Mariam, L., & Mulianingsih, W. (2024). Relationship between Stress Level, Body Mass Index (BMI), and Smoking Behavior with Severity of Psoriasis at Hospital X in Central Lombok Region. Jurnal Biologi Tropis, 24(1b), 631–638. https://doi.org/10.29303/jbt.v24i1b.8266
Sarac, E., & Kocaturk Goncu, E. (2022). Relationship between disease severity, perceived stress, and depression in patients with seborrheic dermatitis. Marmara Medical Journal, 35(3), 362–366. https://doi.org/10.5472/marumj.1195298
World Health Organization. (2023). Stress. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/stress
Yuliastuti, D. (2015). Tinjauan Pustaka. Convention Center Di Kota Tegal, 42(12), 901–906.






