Peningkatan Kualitas Layanan Posyandu Desa Sintung Melalui Perbaikan Alat Ukur Perkembangan Balita dan Bayi
Improving the Quality of Posyandu Services in Sintung Village Through the Improvement of Toddler and Infant Growth Measurement Tools
Abstract
Posyandu merupakan salah satu layanan kesehatan berbasis masyarakat yang dituntut mampu menyediakan data tumbuh kembang yang akurat. Hanya saja ketersediaan alat ukur yang terstandarisasi masih menjadi kendala di beberapa daerah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu di Desa Sintung melalui penyediaan alat ukur antropometri yang memadai dan sesuai kebutuhan. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah asesmen kondisi alat, yaitu identifikasi kelayakan timbangan, alat ukur panjang atau tinggi badan, pengukur lingkar kepala, serta perangkat antropometri lain yang tersedia di setiap pos. Tahap kedua adalah pengadaan dan perbaikan alat ukur digital yang sesuai standar. Tahap ketiga mencakup pelatihan dan pendampingan teknis, mulai dari demonstrasi penggunaan alat, praktik pengukuran secara langsung, hingga simulasi pencatatan data perkembangan anak. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada mutu layanan posyandu. Alat ukur yang tersedia kini sesuai jumlah pos sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan tidak menimbulkan antrean panjang. Kepuasan masyarakat meningkat seiring tersedianya sarana yang akurat, bersih, dan mudah digunakan. Selain itu, kualitas data pertumbuhan balita menjadi lebih konsisten dan valid sehingga mendukung pengambilan keputusan kesehatan di tingkat desa. Program ini membuktikan bahwa kombinasi antara penyediaan alat yang tepat dan peningkatan kapasitas kader mampu memperkuat layanan kesehatan dasar berbasis masyarakat.
References
Fink, G., Chembe, M., Henderson, S., Rockers, P. C., & Parkerson, D. (2024). Feasibility of caregiver-administered anthropometric measurements of children under age 5: evidence from Zambia. Population Health Metrics, 22(1), 2. https://doi.org/10.1186/s12963-024-00322-4
Firdaus, F., Ahmad, S., Akhyar, A., & Haeril, H. (2024). Efektivitas Program Kesehatan Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Prevalensi Stunting di Kabupaten Bima. JURNAL SYNTAX IMPERATIF: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 5(3), 366–376. https://doi.org/10.36418/syntaximperatif.v5i3.418
Grellety, E., & Golden, M. H. (2016). The effect of random error on diagnostic accuracy illustrated with the anthropometric diagnosis of malnutrition. PloS One, 11(12), e0168585. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0168585
Hulu, F. N. (2018). Analisis perbandingan tingkat akurasi timbangan digital dan manual sebagai alat pengukur berat badan anak. Jurnal Ilmu Komputer Dan Bisnis, 9(1), 1864–1868.
Mahrus, Made Dodi Dharmawan, Adini Yuniarachmi, Lalu Ferdian Yusuf, Kurratul Uyun, & Ade Nugroho. (2022). Sosialisasi stunting, gejala, dan pencegahannya di Desa Pohgading Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(3). https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i3.2034
Musfiroh, M. F. S., Misyono, M., Zifani, E. khusna, Mahmudah, S., Udin, M. F., Solihudin, A., Munawaroh, D. F., Sulestari, L., Ivaliyanto, M. I., & Salafudin, M. (2022). SOSIALISASI STUNTING DAN INTERVENSI PENCEGAHAN STUNTING ERA NEW NORMAL DI DESA KRINJING, WATUMALANG. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1). https://doi.org/10.30640/abdimas45.v1i1.188
Pasila, N. S., Nurbeliana, E., Pratiwi, S. D., Priono, R. D., Dwinhoven, I., & Relatami, A. N. R. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Implementasi Program Kesehatan Masyarakat Terpadu (Prokesmas Puja) dalam Peningkatan Kesehatan Berbasis Komunitas di Kecamatan Samboja. Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Iptek (JASINTEK), 7(1), 119–125. https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i1.50
Rahmawati, R., Bagata, D. T. R., Raodah, R., Almah, U., Azis, M. I., Zadi, B. S., Noormansyah, D. A., Khodijah, S., Al Jauhariy, M. R., Risyki, M. F., & Putri, M. S. K. (2020). Sosialisasi Pencegahan Stunting Untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia Unggul. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(2), 79. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i2.6512
Rialihanto, M. P., Siswati, T., Iswanto, I., & Ardiyanto, F. (2025). Developing a Digital Anthropometry Device using IoT-based Sensors for Monitoring Small Babies: A Protocol. The Open Public Health Journal, 18(1). https://doi.org/10.2174/0118749445406189250623053039
Simbolon, D., Lestari, L. K., Andriani, L., & Setia, A. (2024). Presisi dan Akurasi Pengukuran Panjang dan Tinggi Badan Anak. Penerbit NEM.
Suhartatik, S., & Al Faiqoh, Z. (2022). Peran kader posyandu dalam pemantauan status gizi balita: Literature review. Journal of Health Education and Literacy, 5(1), 19–25. https://doi.org/10.31605/j-healt.v5i1.1573
Ulijaszek, S. J., & Kerr, D. A. (1999). Anthropometric measurement error and the assessment of nutritional status. British Journal of Nutrition, 82(3), 165–177. https://doi.org/10.1017/s0007114599001348
Valeriani, D., Prihardini Wibawa, D., Safitri, R., & Apriyadi, R. (2022). Menuju Zero Stunting Tahun 2023 Gerakan Pencegahan Dini Stunting Melalui Edukasi pada Remaja di Kabupaten Bangka. Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat), 2(2), 84–88. https://doi.org/10.55382/jurnalpustakamitra.v2i2.182






