Akuntabilitas Fiskal Pemerintah Daerah dalam Era Desentralisasi: Analisis Empiris Kinerja Serapan Anggaran Provinsi di Indonesia

Fiscal Accountability of Local Governments in the Era of Decentralization: An Empirical Analysis of Provincial Budget Absorption Performance in Indonesia

  • Sri Haryani Universitas Muhammadiyah Palu
  • Haliah Universitas Hasanuddin
  • Darmawati Universitas Hasanuddin
Keywords: Akuntabilitas Fiskal Serapan Anggaran

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pagu belanja terhadap kinerja serapan anggaran pemerintah daerah provinsi di Indonesia dalam konteks desentralisasi fiskal. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivis, penelitian ini memanfaatkan data panel 38 provinsi selama periode 2015–2024. Kinerja serapan anggaran diukur sebagai rasio antara realisasi belanja dan pagu belanja, sedangkan pagu belanja digunakan sebagai variabel independen utama yang mencerminkan kapasitas perencanaan fiskal daerah.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pagu belanja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serapan anggaran, meskipun besarnya pengaruh bersifat moderat. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan alokasi anggaran belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi realisasi belanja yang optimal. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan mengenai pentingnya penguatan manajemen pelaksanaan anggaran dan kapasitas institusional pemerintah daerah guna meningkatkan efektivitas belanja publik dalam era desentralisasi fiskal.

References

Oates, W. E. (1999). An essay on fiscal federalism. Journal of Economic Literature, 37(3), 1120–1149. https://doi.org/10.1257/jel.37.3.1120
Schick, A. (1998). Why most developing countries should not try New Zealand’s reforms. The World Bank Research Observer, 13(1), 123–131. https://doi.org/10.1093/wbro/13.1.123
Diamond, J. (2003). From program to performance budgeting. IMF Working Papers, 03/33. https://doi.org/10.5089/9781451845146.001
Robinson, M., & Brumby, J. (2005). Does performance budgeting work? An analytical review of the empirical literature. IMF Working Papers, 05/210. https://doi.org/10.5089/9781451861603.001
Hsiao, C. (2007). Panel data analysis—Advantages and challenges. TEST, 16(1), 1–22. https://doi.org/10.1007/s11749-007-0046-x
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Wooldridge, J. M. (2010). Econometric analysis of cross section and panel data (2nd ed.). Cambridge, MA: MIT Press.
Andrews, M. (2013). The limits of institutional reform in development: Changing rules for realistic solutions. Cambridge, UK: Cambridge University Press.
Baltagi, B. H. (2013). Econometric analysis of panel data (5th ed.). Chichester, UK: John Wiley & Sons.
Faguet, J. P. (2014). Decentralization and governance. World Development, 53, 2–13. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2013.01.002
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Boston, MA: Pearson Education.
Cameron, A. C., & Miller, D. L. (2015). A practitioner’s guide to cluster-robust inference. Journal of Human Resources, 50(2), 317–372. https://doi.org/10.3368/jhr.50.2.317
de Renzio, P., & Wehner, J. (2017). The impacts of fiscal openness. World Development, 98, 171–183. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2017.05.003
Hausman, J. A. (1978). Specification tests in econometrics. Econometrica, 46(6), 1251–1271. https://doi.org/10.2307/1913827
Arellano, M. (1987). Computing robust standard errors for within-groups estimators. Oxford Bulletin of Economics and Statistics, 49(4), 431–434. https://doi.org/10.1111/j.1468-0084.1987.mp49004006.x.
Published
2025-12-15
Section
Article