Potensi Tiga Formulasi Kurkumin Sinergis sebagai Adjuvan TBC: Strategi mengatasi Hepatotoksisitas OAT
The Potential of Three Synergistic Curcumin Formulations as TB Adjuvants: A Strategy to Overcome Anti-TB Drug Hepatotoxicity
Abstract
Tuberkulosis (TBC), yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, tetap menjadi krisis kesehatan global dengan beban kasus yang sangat tinggi di Indonesia. Meskipun regimen Obat Anti Tuberkulosis (OAT) lini pertama telah tersedia, pengobatan standar masih menghadapi tantangan berupa durasi terapi yang panjang, risiko hepatotoksisitas, dan meningkatnya resistensi obat. Tinjauan literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi peran dan efektivitas kurkumin, senyawa polifenol bioaktif dari Curcuma longa, sebagai terapi adjuvan dalam penatalaksanaan TBC, serta menganalisis perbandingan kinerja berbagai formulasi sinergisnya. Tinjauan ini merupakan sintesis literatur naratif yang menunjukkan bahwa kurkumin memiliki aktivitas antimikroba, anti-inflamasi, imunomodulator, dan hepatoprotektif yang krusial dalam konteks TBC. Namun, bioavailabilitas oral kurkumin sangat rendah akibat penyerapan yang buruk, metabolisme dan eliminasi yang cepat. Optimalisasi formulasi, seperti kombinasi kurkumin dengan piperin sebagai bioenhancer yang menghambat glukuronidasi, terbukti dapat meningkatkan bioavailabilitas. Selain itu, formulasi dengan gula merah dapat meningkatkan penyerapan usus dan menyediakan nutrisi mikro penting, sementara pengembangan kurkumin dan kitosan atau teknologi nano mampu meningkatkan stabilitas kelarutan, dan penargetan kurkumin. kesimpulannya kurkumin mendukung pengobatan OAT melalui peran hepatoprotektifnya, memitigasi risiko kerusakan hati yang diinduksi OAT serta meningkatkan keamanan pengobatan. Secara keseluruhan, formulasi sinergis yang optimal menjadikan kurkumin sebagai adjuvan yang menjanjikan untuk meningkatkan efikasi pengobatan TBC dan memperbaiki prognosis pasien.
References
Faisal EG, Amirah S, Maulana S, Komariah M, Platini H. Role of Curcumin as a Potential Immunomodulator to Adjunct Tuberculosis Treatment in Indonesia. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences. 2022;10(F):326-31. Doi: 10.3889/oamjms.2022.8981.
Gabriella B, Febriyanti K. Efek Suplementasi Kurkumin Terhadap Respon Imun Tubuh: Tinjauan Literatur. MEDIC NUTRICIA Jurnal Ilmu Kesehatan. 2025;15(4). Doi: 10.5455/mnj.v1i2.644.
Ikhsan MA, Baradatu MS, Revonadi AA. Potensi Senyawa Kurkumin pada Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Hepatoprotektor pada Terapi Obat Antituberkulosis. Jurnal Kesehatan dan Agromedicine. 2024;11(1):45–53. Available from: https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/ [Accessed 16th November 2025].
Lara-Espinosa, et al. Effect of Curcumin in Experimental Pulmonary Tuberculosis: Antimycobacterial Activity in the Lungs and Anti-Inflammatory Effect in the Brain. International Journal of Molecular Sciences. 2022;23(4):1964. Doi: 10.3390/ijms23041964.
Putri WR. Peranan Sistem Imunitas Melawan Infeksi Tuberkulosis Paru-paru. Meditory. 2023;11(1):9–16. Available from: http://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/M [Accessed 16th November 2025].
Rimporok A, Budiarso F, Fatimawali. Uji Anti Bakteri Ekstrak Daun Tanaman Kaki Kuda (Centella asiatica L. Urban) sebagai Tumbuhan Obat Anti Tuberkulosis. Jurnal Biomedik. 2020;12(1):31–7. Doi: 10.35790/jbm.12.1.2020.27003.
Yusuf HY, Sjamsudin E, Yuza AT, Maulina T. Efektivitas Penggunaan Kurkumin Terhadap Peningkatan Sistem Imun Tubuh. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. 2023;12(1):40–45.






