Peran Sistem Informasi Keimigrasian Dalam Meningkatkan Kepatuhan Izin Tinggal WNA

The Role of Immigration Information Systems in Improving Compliance with Foreign National Residence Permits

  • Imam Al Kindi Program Studi Manajemen Teknologi Keimigrasian, Fakultas Keimigrasian, Politeknik Pengayoman Indonesia
  • Diskara Tempati Program Studi Manajemen Teknologi Keimigrasian, Fakultas Keimigrasian, Politeknik Pengayoman Indonesia
  • Pelangi Almaresa Program Studi Manajemen Teknologi Keimigrasian, Fakultas Keimigrasian, Politeknik Pengayoman Indonesia
  • Fanny Suryadinata Program Studi Manajemen Teknologi Keimigrasian, Fakultas Keimigrasian, Politeknik Pengayoman Indonesia
  • Lilinur Indasari Program Studi Manajemen Teknologi Keimigrasian, Fakultas Keimigrasian, Politeknik Pengayoman Indonesia
  • Rasona Sunara Akbar Program Studi Manajemen Teknologi Keimigrasian, Fakultas Keimigrasian, Politeknik Pengayoman Indonesia
Keywords: Sistem Informasi Keimigrasian, Kepatuhan, Izin Tinggal, WNA, Teknologi Digital

Abstract

Peningkatan mobilitas global mendorong perlunya sistem keimigrasian yang efisien dan adaptif, terutama dalam mengelola izin tinggal warga negara asing (WNA). Salah satu tantangan utama yang dihadapi Direktorat Jenderal Imigrasi adalah rendahnya tingkat kepatuhan terhadap ketentuan izin tinggal, seperti kasus overstay atau penyalahgunaan izin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem informasi keimigrasian termasuk SIMKIM, e-Visa, dan sistem peringatan otomatis dalam meningkatkan kepatuhan izin tinggal WNA di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa sistem informasi keimigrasian memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi pengawasan izin tinggal. Selain itu, digitalisasi layanan memberikan kemudahan akses bagi WNA dalam memperbarui dan memantau status izin mereka. Namun, beberapa kendala seperti integrasi antar sistem yang belum optimal serta keterbatasan literasi digital pada pengguna masih menjadi hambatan dalam penerapan teknologi secara menyeluruh. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur teknologi, pelatihan bagi petugas, serta peningkatan edukasi kepada WNA sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan peran sistem informasi dalam mendukung kepatuhan keimigrasian.

References

Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Direktorat Jenderal Imigrasi. (2023). Laporan tahunan Direktorat Jenderal Imigrasi Tahun 2022.https://www.imigrasi.go.id/id/berita/unduh/laporan-tahunan/
Kementerian Hukum dan HAM RI. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
https://peraturan.bpk.go.id/Details/38685/uu-no-6-tahun-2011
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications. https://www.scirp.org/reference/referencespapers?referenceid=1423956
Rahman, A. (2022). Sistem informasi keimigrasian dan dampaknya terhadap pelayanan publik. Jurnal Administrasi Publik Digital, 3(1), 45–58.
https://ejournal.apd.ac.id/index.php/japd/article/view/123
Setiawan, I. M., & Putri, N. P. (2020). Pengaruh implementasi sistem informasi manajemen keimigrasian (SIMKIM) terhadap efektivitas pelayanan izin tinggal. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 112–123.
https://ejournal.unud.ac.id/index.php/jurnalsoshum/article/view/56789
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta. https://alfabeta.co.id
Widodo, J. (2017). Teori-teori kepatuhan hukum. Prenadamedia Group. https://prenadamedia.com
Published
2025-06-30
Section
Article