Dialektika Makna Hakikat dan Majaz serta Sharih dan Kinayah dalam Metodologi Ushul Fikih Kontemporer
Dialectics of the Meaning of Essence and Majaz as well as Sharih and Kinayah in Contemporary Ushul Fiqh Methodology
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i8.12600Keywords:
Majaz, Sharih, KinayahAbstract
Kajian mengenai hakikat dan majaz serta sharih dan kinayah merupakan bagian penting dalam metodologi ushul fikih karena berkaitan erat dengan proses penafsiran nash syariat dalam menghasilkan hukum Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Artikel ini bertujuan menganalisis dialektika makna hakikat dan majaz serta sharih dan kinayah dalam perspektif ushul fikih kontemporer dengan menyoroti penerapannya pada berbagai persoalan hukum modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap literatur klasik ushul fikih dan pemikiran kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap makna hakikat dan majaz tidak lagi dipandang sebagai pertentangan antara makna literal dan makna kiasan semata, melainkan sebagai instrumen hermeneutis yang memungkinkan teks syariat tetap relevan dalam menjawab dinamika sosial. Demikian pula, konsep sharih dan kinayah berfungsi sebagai perangkat interpretatif untuk menentukan tingkat kejelasan suatu lafaz dalam menetapkan konsekuensi hukum, khususnya pada persoalan akad digital, transaksi elektronik, komunikasi melalui media sosial, serta penyelesaian sengketa keluarga yang memanfaatkan teknologi informasi. Dialektika antara kedua konsep tersebut memperlihatkan bahwa penetapan hukum tidak hanya bergantung pada struktur kebahasaan, tetapi juga mempertimbangkan konteks, tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), serta kemaslahatan masyarakat.
References
Al-Amidi, Sayf al-Din Abu al-Hasan Ali ibn Abi Ali. (2003). Al-Ihkam fi Usul al-Ahkam. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad. (1993). Al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Juwayni, Imam al-Haramayn Abd al-Malik ibn Abdullah. (1997). Al-Burhan fi Usul al-Fiqh. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Qarafi, Shihab al-Din Abu al-Abbas Ahmad ibn Idris. (1998). Al-Furuq. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Razi, Fakhr al-Din Muhammad ibn ‘Umar. (1997). Al-Mahsul fi ‘Ilm Usul al-Fiqh. Beirut: Mu’assasah al-Risalah.
Al-Syafi‘i, Muhammad ibn Idris. (2001). Al-Risalah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Zuhaili, Wahbah. (2006). Usul al-Fiqh al-Islami. Damaskus: Dar al-Fikr.
Al-Zuhaili, Wahbah. (2011). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.
Auda, Jasser. (2022). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought.
Bahrudin, A., Anisah, N., Noviani, D., & Sukriadi. (2022). Hakikat dan majaz dalam Al-Qur’an. Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 137–150. https://doi.org/10.53649/symfonia.v2i2.23
Creswell, John W., & Poth, Cheryl N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Ibn Qudamah al-Maqdisi, Abdullah ibn Ahmad. (1997). Rawdat al-Nazir wa Junnat al-Munazir fi Usul al-Fiqh. Riyadh: Maktabah al-Rushd.
Ibn Taymiyyah, Ahmad ibn ‘Abd al-Halim. (1995). Majmu‘ al-Fatawa. Madinah: Mujamma‘ al-Malik Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Sharif.
Ibn Taymiyyah, Ahmad ibn Abd al-Halim. (1995). Majmu‘ al-Fatawa. Madinah: Mujamma‘ al-Malik Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Sharif.
Kamali, Mohammad Hashim. (2003). Principles of Islamic Jurisprudence. Cambridge: Islamic Texts Society.
Krippendorff, Klaus. (2019). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Moleong, Lexy J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasution, R. H. (2018). Talak menurut hukum Islam. Al-Hadi, 3(2), 707–718.
Yusuf, M. Y., Ramadhani, I. R., & Sya’roni. (2024). Hakikat, majas, sharih, kinayah. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(10), 804–820.
