Rekonstruksi Historis Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah
Historical Reconstruction of the Main Principles of Ahmadiyya Teachings
Abstract
urnal ini mengkaji tentang asal usul gerakan Ahmadiyah dan ajaran intinya dari perspektif historis-teologis. Ahmadiyah muncul di India pada akhir abad ke-19, periode kritis di mana umat Muslim mengalami kemunduran politik setelah runtuhnya Kekaisaran Mughal, menghadapi tekanan dari aktivitas misionaris Kristen, dan bergulat dengan modernitas kolonial. Konteks sosial-politik yang rapuh ini membentuk respons Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah, yang menawarkan pembaharuan spiritual dan intelektual. Studi ini berpendapat bahwa doktrin inti Ahmadiyah terkait erat dengan kondisi zamannya. Melalui analisis isi dari sumber primer dan sekunder, artikel ini mengidentifikasi dua aspek kunci: pertama, analisis kontekstual latar belakang munculnya Ahmadiyah sebagai reaksi terhadap kolonialisme, Kristenisasi, dan fragmentasi internal umat Muslim di India; Kedua, studi ini meneliti tujuh ajaran teologisnya yang paling kontroversial, terutama interpretasi tentang Nabi Penutup, klaim Mirza Ghulam Ahmad sebagai Mesias dan Mahdi yang Dijanjikan, konsep jihad damai, dan kepercayaan pada kematian Yesus (saw). Studi ini menyimpulkan bahwa Ahmadiyah merupakan upaya untuk menafsirkan kembali Islam secara radikal untuk mengatasi tantangan zaman modern, tetapi sekaligus menciptakan perdebatan teologis yang mendalam tentang makna dengan Islam arus utama, menjadikannya salah satu gerakan paling kontroversial dalam sejarah Islam modern.
References
Fatoni, A. (2023). Penolakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap Ajaran Kenabian Ahmadiyah. Asy-Syari'ah: Jurnal Hukum Islam, 25(1), 112-128.
Hakim, L. (2024). Urgensi Kajian Komprehensif terhadap Sejarah dan Doktrin Ahmadiyah. Jurnal Riset Agama, 3(1), 1-15.
Hidayat, R. (2022). Gagasan Pembaruan Spiritual dan Moral Mirza Ghulam Ahmad dalam Kitab Barahin-e-Ahmadiyya. Jurnal Theologia, 33(2), 201-220.
Jamil, M. (2023). Narasi Internal Ahmadiyah: Ishlah, Perdamaian, dan Revitalisasi Agama. Jurnal Sosiologi Agama, 17(1), 55-72.
Karim, A. (2021). Kontroversi Teologis Klaim Kenabian dalam Gerakan Ahmadiyah. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 19(2), 134-152.
Kurniawan, A. (2024). Status Teologis Ahmadiyah dalam Perspektif Sunni: Sebuah Analisis Perbandingan. Jurnal Teologi Islam, 4(1), 45-62.
Maulana, I. (2024). Mirza Ghulam Ahmad dan Deklarasi Ahmadiyah di Qadian: Analisis Historiografis. Jurnal Kajian Sejarah dan Budaya, 18(2), 123-140.
Muzakki, A. (2021). Dampak Sosial dari Kontroversi Teologis: Studi Kasus Komunitas Ahmadiyah di Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia, 2(1), 89-102.
Nugroho, B. (2022). Respon Ulama India terhadap Modernitas dan Kolonialisme Barat. Jurnal Ulumuna: Studi Keislaman, 26(1), 155-175.
Pratama, R. (2023). Reinterpretasi Jihad dan Eskatologi dalam Doktrin Ahmadiyah. Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir, 8(1), 67-85.
Ramadhani, R. (2023). Pluralitas Pemikiran dan Gerakan Keagamaan dalam Studi Islam. Jurnal Ilmu Agama, 19(2), 201-220.
Rohman, A. (2021). Genealogi Gerakan Tajdid dalam Islam Modern. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 21(2), 312-330.
Saputra, A. (2020). Misi Kristen dan Debat Teologis sebagai Pemicu Kebangkitan Gerakan Islam di India. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 16(1), 78-95.
Sari, I. (2022). Komitmen Ahmadiyah terhadap Pendidikan, Sains, dan Dialog Lintas Agama. Journal of Islamic Education, 28(2), 233-250.
Setiawan, E. (2022). Ahmadiyah sebagai Cermin Dinamika Pemikiran Islam Era Kolonial. Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 7(1), 77-95.
Susanto, E. (2023). Ahmadiyah dalam Wacana Studi Islam Kontemporer. Jurnal Pemikiran Islam, 27(1), 98-115.
Wahyuni, S. (2023). Krisis dan Respons: Gerakan Pembaruan Islam di India Abad ke-19. Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 22(1), 89-110.
Yaqin, A., Faisyal, M., & Mahbub, M. (2022). Gerakan Ahmadiyah dalam Lintasan Sejarah Pemikiran Islam Modern. Jurnal Lektur Keagamaan, 20(2), 247-270.






