Determinan Keluhan Tendinitis Pada Pekerja Manual Handling

Determinants of Tendinitis Complaints Among Manual Handling Workers

Authors

  • Herlina Jusuf Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia
  • Putri Ayuningtias Mahdang Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia
  • Nikmatisni Arsad Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56338/jks.v9i9.12165

Keywords:

Tendinitis, Kebiasaan Merokok, Masa Kerja, Frekuensi Angkat

Abstract

Tendinitis merupakan salah satu gangguan musculoskeletal disorders yang ditandai dengan terjadi peradangan pada tendon, yaitu jaringan ikat kuat yang menghubungkan otot ke tulang. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penggunaan otot secara berlebihan, cedera, atau kondisi rematik lainnya. Aktivitas manual handling merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki risiko terhadap gangguan muskuloskeletal, termasuk tendinitis. Gerakan mengangkat, membawa, menarik, dan memindahkan beban yang dilakukan secara berulang dapat memberikan beban berlebih pada jaringan otot dan tendon. Gudang Beras Bulog Cabang Gorontalo merupakan salah satu tempat kerja yang masih mengandalkan aktivitas manual handling dalam berbagai proses distribusinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan tendinisi pada buruh yang melakukan aktivitas manual handling di pabrik beras perum bulog cabang Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metotode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dan desain cross-sectional. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 buruh angkut teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Variable yang akan diteliti adalah masa kerja, kebiasaan merokok dan frekuensi angkat. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Spearman Rank. Hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok (p = 0,003; r = 0,413), masa kerja (p = 0,001; r = 0,469, dan frekuensi angkat (p = 0,008; r = 0,373) dengan keluhan tendinitis. Kesimpulan bahwa kebiasaan merokok, masa kerja dan frekuensi angkat berhubungan signifikan dengan keluhan tendinitis. Disarankan adanya intervensi ergonomis dan pelatihan mengenai postur kerja yang benar sebagai upaya pencegahan terjadinya keluhan tendinitis pada buruh angkut.

Tendinitis is one of the musculoskeletal disorders characterized by inflammation of the tendon, a strong connective tissue that connects muscles to bones. This condition is commonly caused by overuse of the muscles, injury, or other rheumatic conditions. Manual handling activities are among the occupational tasks that pose a risk of musculoskeletal disorders, including tendinitis. Repetitive lifting, carrying, pulling, and moving of loads can place excessive stress on muscles and tendons. The Bulog Rice Warehouse, Gorontalo Branch, is a workplace that still relies heavily on manual handling activities in various distribution processes. This study aimed to analyze the factors associated with tendinitis complaints among workers performing manual handling activities at the Perum BULOG Rice Factory, Gorontalo Branch. This quantitative study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The study population and sample consisted of 50 manual material-handling workers, selected using a total sampling technique. The variables examined were smoking habits, length of employment, and lifting frequency. Statistical analysis was performed using the Spearman rank correlation test. The results showed significant associations between smoking habits (p = 0.003; r = 0.413), length of employment (p = 0.001; r = 0.469), and lifting frequency (p = 0.008; r = 0.373) and tendinitis complaints. In conclusion, smoking habits, length of employment, and lifting frequency were significantly associated with tendinitis complaints among manual handling workers. Ergonomic interventions and training on proper working postures are recommended as preventive measures to reduce the occurrence of tendinitis complaints among manual handling workers.

References

Aprianto B, Hidayatulloh AF, & Zuchri FN. (2021). Faktor Risiko Penyebab Musculoskeletal Disorders ( MSDs ) Pada Pekerja. A Systematic Review, 2(2), 16–25.
Azri N, & Susanti N. (2025). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Bagian Pengolahan Di Pabrik Kelapa Sawit PT. X. Indonesian Journal of Health Science, 5(5).
Fadhillah, E., Harahap, R., & Nanda, M. (2024). Hubungan Masa Kerja dan Durasi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Pemanen Sawit PT Abdi Budi Mulia Teluk Panji Labuhanbatu Selatan. HEALTH INFORMATION JURNAL PENELITIAN, 16(2).
Fitrah, N., Tarigan, S. F. N., & Mahdang, P. A. (2024a). Frekuensi Angkat Dan Postur Kerja Dengan Keluhan Thoracic Outlet Syndrome Buruh Kapal Pelabuhan. 6(2), 87–94.
Fitrah, N., Tarigan, S., & Mahdang, P. (2024b). Frekuensi Angkat Dan Postur Kerja Dengan Keluhan Thoracic Outlet Syndrome Buruh Kapal Pelabuhan. Jambura Health and Sport Journal, 6(2), 87–94.
Gupta R, Salibi G, & Tzenios N. (2024). Effects of Smoking on the Human Organism. Special Journal of the Medical Academy and Other Life Sciences, 2(5).
Hanif A. (2020). Hubungan Antara Umur Dan Kebiasaan Merokok Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Angkat Angkut Ud Maju Makmur Kota Surabaya. Medical Technology and Public Health Journal, 4(1).
Kusmindari, C. D., Indriani, P., Mutmainnah, S. M., Erina, I., & Nu, A. H. (2022). Analysis of the workload of Dock 16 Ilir workers sing Rapid Upper Limb Assessment , Ovako Working Analysis System , and Nordic Body Map Methods : A quantitative case study . Version 1 ; Peer Review : 1 Approved with Reservations, 1–16.
Mahestri, S., Jayanti, S., & Wahyuni, I. (2021). Hubungan Berat Beban, Frekuensi Angkat, Postur Kerja Dengan Keluhan Thoracic Outlet Syndrome Pada Penambang Pasir Tradisional Desa Banjarparakan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 72–78.
Shafira, A. D., & Rusmawarda, G. L. (2020). Identification of the Direction and Strength of Relationship between Complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) to Smoking Habits and Repetitive Movements of Informal Workers in Surabaya, Indonesia Using Spearman Correlation Test Methods. Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, 14(3), 1064–1069.
Subagio, H. B. (2023). Gambaran Gangguan Muskuloskeletal Pada Area Bahu Pada Guru Di Daerah Jabodetabek. 2(1).
Van der Molen HF, Foresti C, Daams JG, Frings-Dresen MHW, & Kuijer. (2020). Work-related risk factors for specific shoulder disorders: A systematic review and meta-analysis. Occupational and Environmental Medicine, 77(3), 1–9.
Zabrzyński, J., & Szukalski, J. (2019). Igarette Smoking Intensifies Tendinopathy Of The Lhb. 134–138.

Downloads

Published

2026-09-30