Politik Tubuh: Analisis Pengaruh Standar Kecantikan dan Kekuasaan Disipliner Michael Foucault terhadap Proses Rekrutmen Pegawai di Bank Mandiri Kota Kupang

The Politics of the Body: An Analysis of the Influence of Beauty Standards and Michael Foucault’s Concept of Disciplinary Power on the Employee Recruitment Process at Bank Mandiri in Kupang

Authors

  • Teklania Madung Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Yohanes Jimmy Nami Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Yonatan Hans Luter Lopo Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana Kupang

DOI:

https://doi.org/10.56338/jks.v9i9.11938

Keywords:

Tubuh, kekuasan Disipliner, Rekrutmen Bank., Body, Disciplinary Power, Bank Recruitment.

Abstract

Industri perbankan secara konsisten menerapkan standar penampilan fisik yang ketat bagi pekerja perempuan, sehingga memicu diskursus mengenai politik tubuh dan komodifikasi pekerja di sektor profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh standar kecantikan serta kekuasaan disipliner terhadap proses rekrutmen pegawai perempuan di bank. Teori yang digunakan adalah teori politik tubuh Michel Foucault untuk menganalisis pengaruh standar kecantikan dalam rekrutmen pegawai bank. Dalam kerangka ini, bank beroperasi sebagai institusi disipliner yang menggunakan mekanisme pengawasan dan normalisasi penampilan. Standar kecantikan dieksplorasi sebagai instrumen kekuasaan yang mendisiplinkan tubuh perempuan menjadi subjek yang patuh (docile bodies) sekaligus produktif demi kebutuhan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan desain eksplanatoris sekuensial. Pada tahap kuantitatif, menyebarkan kuesioner kepada pegawai perempuan sedangkan pada tahap kualitatif, wawancara mendalam dilakukan dengan pihak HRD untuk mengeksplorasi mekanisme pengawasan fisik. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa standar kecantikan (seperti berat badan proporsional, tinggi badan, dan kebersihan wajah) berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap kelulusan rekrutmen. Temuan kualitatif memperdalam hasil tersebut dengan mengungkap adanya praktik panoptisisme modern, di mana tubuh perempuan sengaja didisiplinkan menjadi docile bodies melalui regulasi visual yang ketat. Integrasi data menyimpulkan bahwa proses rekrutmen perbankan masih bias gender akibat adanya komodifikasi dan kapitalisasi tubuh perempuan yang terselubung di balik topeng profesionalisme.

 

The banking industry consistently enforces strict physical appearance standards for female employees, sparking discourse on the politics of the body and the commodification of workers in the professional sector. This study aims to analyze and demonstrate the influence of beauty standards and disciplinary power on the recruitment process for female bank employees. Michel Foucault’s theory of body politics is employed to analyze the impact of beauty standards on bank employee recruitment. Within this framework, banks operate as disciplinary institutions utilizing mechanisms of surveillance and appearance normalization. Beauty standards are explored as instruments of power that discipline female bodies into becoming both compliant ("docile bodies") and productive subjects to meet industry needs. A mixed-methods approach with a sequential explanatory design was used. In the quantitative phase, questionnaires were distributed to female employees, while the qualitative phase involved in-depth interviews with HR personnel to explore mechanisms of physical surveillance. Quantitative analysis results indicate that beauty standards (such as proportional weight, height, and facial complexion) have a positive and statistically significant impact on recruitment success. Qualitative findings deepen these results by revealing the existence of modern panopticism, wherein female bodies are deliberately disciplined into "docile bodies" through strict visual regulations. Data integration leads to the conclusion that banking recruitment processes remain gender-biased due to the commodification and capitalization of female bodies, masked by the guise of professionalism.

References

Arlin, A., & Kamaruddin, S. A. (2023). Sosiologi kritis teori sosiologi Michel Foucault. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 6(1), 1-8.
Baiti, K. N., Djumali, D., & Kustiyah, E. (2020). Produktivitas kerja karyawan ditinjau dari motivasi, disiplin kerja dan lingkungan pada PT Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. Jurnal Ilmiah Edunomika, 4(1).
Bhattacharyya, D. K. (2023). Recruitment and selection: A framework for human resource management. Oxford University Press.
Dewi, K. (2022). Perlindungan hukum terhadap pekerja perempuan. Jurnal Preferensi Hukum, 3(2).
Hardiyanta, S. P. (2023). Michel Foucault: Disiplin tubuh bengkel individu modern. LKIS.
Imanuel, A. A., & Riduwan, A. (2023). Strategi manajemen kerajaan Vietnam: Ulasan dari perspektif Foucault. Scopindo Media Pustaka.
Miatul, Wijayanti, & Rahmawati. (2022). Stereotip kecantikan karyawan perempuan perbankan Cabang Selong Kabupaten Lombok Timur. Prosiding Seminar Nasional Sosiologi. Universitas Mataram.
Patricya, M., & Samiyah. (2025). Proses rekrutmen dan seleksi tenaga kerja. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITDAR).
Rahayu, A., & Listyani, R. (2023). Komodifikasi tubuh perempuan pegawai bank (Studi pada Bank BTN Kantor Cabang Gresik). Jurnal Sosiologi. Universitas Negeri Surabaya.
Rosali, A., Syabira, A., & Arinia, I. (2026). Beauty privilege sebagai mekanisme ketidakadilan sosial: Tinjauan standar kecantikan dan gender pada perempuan. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Salvadila, & Yughi. (2025). Pengaruh motivasi dan punishment terhadap peningkatan kinerja karyawan Bank Syariah Indonesia Cabang Selong Lombok Timur. Jurnal Perbankan Syariah. Universitas Islam Negeri Mataram.
Siregar, M. (2021). Kritik terhadap teori kekuasaan-pengetahuan Foucault. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Susilo, & Kodir. (2023). Politik tubuh perempuan: Bumi, kuasa, dan perlawanan. Politik: Jurnal Ilmu Politik, 1(2), 51-70.
Swastini, Erviantono, & Noak. (2025). Politik tubuh perempuan antara kontrol sosial dan resistensi. Review, 2(3).
Tanjung, A., & Mardhiyah, A. (2023). Pengaruh kompensasi, disiplin kerja, dan motivasi terhadap produktivitas karyawan Bank Syariah Indonesia (Studi pada Bank Syariah Indonesia Kecamatan Kabanjahe). Universitas Sumatera Utara.
Zahid, A., Ayu, N. A. K., & Ikayanti, R. L. (2023). Kapitalisme tubuh perempuan: Sebuah pendisiplinan atau industrialisasi. RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 5(1), 115-131.
Zhafirah, H., & Damaiyanti, V. P. (2025). Harga yang harus dibayar: Fenomena beauty penalty pada mahasiswa Kota Banjarmasin. Huma: Jurnal Sosiologi, 4(3), 238-248.

Downloads

Published

2026-09-30