Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi, Status Gizi dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia Pada Mahasiswi Gizi Universitas Negeri Surabaya

The Relationship Between Nutritional Adequacy Level, Nutritional Status, and Menstrual Patterns with the Incidence of Anemia Among Nutrition Students at Surabaya State University

Authors

  • Prisma Amanda Syaharani Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, – Indonesia
  • Ratna Candra Dewi Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, – Indonesia
  • Cleonara Yanuar Dini Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, – Indonesia
  • Noor Rohmah Mayasari Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, – Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56338/jks.v9i7.11706

Keywords:

Anemia, Pola Menstruasi, Status Gizi, Tingkat Kecukupan Gizi, Anemia, Menstrual Patterns, Nutritional Status, Nutritional Adequacy

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada mahasiswi yang dipengaruhi oleh tingkat kecukupan gizi, status gizi, dan pola menstruasi. Kekurangan asupan energi, protein, dan zat besi serta pola menstruasi yang tidak normal dapat meningkatkan risiko anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan gizi, status gizi, dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswi Gizi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 78 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data tingkat kecukupan gizi diperoleh menggunakan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola menstruasi diperoleh melalui kuesioner menstruasi, dan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Easy Touch. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada variabel tingkat kecukupan protein dan pola menstruasi, serta uji Fisher's Exact Test pada variabel tingkat kecukupan energi, zat besi dan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi (p = 0,006), protein (p = 0,040), zat besi (p = 0,031) dan pola menstruasi (p = 0,039) dengan kejadian anemia, sedangkan status gizi (p = 1,000) tidak terdapat hubungan dengan kejadian anemia. Disimpulkan bahwa tingkat kecukupan gizi dan pola menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia, sedangkan status gizi tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada mahasiswi Gizi Universitas Negeri Surabaya.

ABSTRACT

Anemia remains a health problem among female students, influenced by nutritional adequacy, nutritional status, and menstrual patterns. Insufficient energy, protein, and iron intake, as well as abnormal menstrual patterns, can increase the risk of anemia. This study aims to determine the relationship between nutritional adequacy, nutritional status, and menstrual patterns with the incidence of anemia in female students of Nutrition Sciences at Surabaya State University. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study subjects were 78 female students selected using a simple random sampling technique. Data on nutritional adequacy were obtained using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) method, nutritional status was measured using Body Mass Index (BMI), menstrual patterns were obtained through a menstrual questionnaire, and hemoglobin levels were measured using the Easy Touch tool. Data analysis was performed using the Chi-Square test on the variables of protein adequacy and menstrual patterns, and the Fisher's Exact Test on the variables of energy, iron, and nutritional status. The results showed that there was a relationship between the level of energy adequacy (p = 0.006), protein (p = 0.040), iron (p = 0.031) and menstrual patterns (p = 0.039) with the incidence of anemia, while nutritional status (p = 1.000) had no relationship with the incidence of anemia. It was concluded that the level of nutritional adequacy and menstrual patterns were related to the incidence of anemia, while nutritional status was not related to the incidence of anemia in Nutrition students at Surabaya State University.

References

Agresti, A. (2018). An Introduction to Categorical Data Analysis (3rd ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Almatsier, S. (2019). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Annisa, R., Skripsiana, N. S., Muthmainah, N., Juhairina, J., & Heriyani, F. (2024). Hubungan tingkat konsumsi protein, zat besi, dan asam folat dengan kejadian anemia pada mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM. Homeostasis, 7(1).
Ansari, M. H., Heriyani, F., & Noor, M. S. (2020). Hubungan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 18 Banjarmasin. Homeostasis, 3(2), 209–216.
Astuti, H. P., & Pangesti, C. B. (2021). Hubungan pola makan dan konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada mahasiswa Program Studi Diploma 3 Kebidanan. Jurnal Profesi, 19(1).
Aulia, N. S., Wati, D. A., Lestari, L. A., & Abdullah. (2024). Hubungan tingkat kecukupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 dengan anemia remaja putri. Jurnal Riset Gizi, 13(2).
Choiriyah, D. N., & Sholihah, L. A. (2024). Hubungan asupan protein, zat besi (Fe), dan kualitas diet dengan kadar hemoglobin pada mahasiswi Program Studi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya (analisis data sekunder). Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 4(4), 811–819.
Dineti, A., Maryani, D., Purnama, Y., Asmariyah, & Dewiani, K. (2022). Hubungan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Jurnal Surya Medika (JSM), 8(3).
Farinendya, A., Muniroh, L., & Buanasita, A. (2019). Hubungan tingkat kecukupan zat gizi dan siklus menstruasi dengan anemia pada remaja putri. Amerta Nutrition, 3(4), 298–304.
Herlinadiyaningsih, & Susilo, R. P. (2022). Hubungan pola menstruasi dan tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Kebidanan Indonesia, 10(1).
Husnah, R., Fitriani, F., & Panjaitan, A. L. (2023). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja. Jurnal Ners, 7(2), 871–875.
Junita, D., & Wulansari, A. (2021). Pendidikan kesehatan tentang anemia pada remaja putri di SMA N 12 Kabupaten Merangin. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 3(1), 41–46.
Kamila, F. T., Handayani, R., & Handayani, Y. (2023). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 2 Situbondo. Skripsi. Universitas dr. Soebandi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Mulyani, N. S., & Sadrina, C. N. (2021). Asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia pada mahasiswi Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh. Gizido, 13(1), 33–41.
Notoatmodjo, S. (2012). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Permatasari, D. (2022). Literature review: Hubungan asupan protein terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Rahmawati, A. (2022). Hubungan dietary diversity dan tingkat kecukupan asupan energi dan protein dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.
Ridwan, D. I., & Werdiharini, A. E. (2024). Hubungan konsumsi protein hewani dan tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Tanggul. HARENA: Jurnal Gizi, 5(2).
Riska, W. (2016). Gambaran kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Bantul Yogyakarta. Skripsi. Stikes Achmad Yani Yogyakarta.
Riskesdas Jawa Timur. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar Jawa Timur 2018 (edisi 1). Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 27–29.
Sholihah, N., Andari, S., & Wirjatmadi, B. (2019). Hubungan tingkat konsumsi protein, vitamin C, zat besi dan asam folat dengan kejadian anemia pada remaja putri SMAN 4 Surabaya. Amerta Nutrition, 3(3), 135–141.
Sholikhah, A. S., dkk. (2021). Anemia di kalangan mahasiswi: prevalensi dan kaitannya dengan prestasi akademik. MTPH Journal, 5(1).
Sitoayu, L., Pertiwi, D. A., & Mulyani, E. Y. (2017). Kecukupan zat gizi makro, status gizi, stres, dan siklus menstruasi pada remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 13(3).
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Suhariyati, dkk. (2020). Hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswi Prodi Sarjana Kebidanan Unissula Semarang. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 9(2), 195–203.
Widyanthini, D. N., & Widyanthari, D. M. (2021). Analisis kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, tahun 2019. Buletin Penelitian Kesehatan, 49(2), 87–94.
World Health Organization. (2019). Worldwide prevalence of anaemia. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). Anaemia. Geneva: WHO.
Wulan, R. (2016). Gambaran kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Bantul Yogyakarta. Skripsi. Stikes Achmad Yani Yogyakarta.
Yunita, I. R., Hidayati, R. W., & Noviani, N. E. (2023). Hubungan status gizi, konsumsi tablet Fe, dan lama menstruasi terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, 1, 425–437.

Published

2026-08-13