Hubungan Pola Pemberian Makan dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi pada Balita Gizi Kurang dan Gizi Baik di Wilayah Kerja Puskesmas Sidotopo Wetan Kecamatan Kenjeran, Surabaya
Abstract
ABSTRAK
Prevalensi gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo Wetan pada Desember 2024 mencapai 10,6%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kota Surabaya. Gizi kurang dapat menimbulkan dampak jangka pendek berupa gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak, serta dampak jangka panjang seperti penurunan kemampuan kognitif, melemahnya daya tahan tubuh, dan meningkatnya risiko malnutrisi. Pola pemberian makan dan penyakit infeksi diduga berperan penting terhadap status gizi balita. Penelitian ini menggunakan desain case control yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Jumlah sampel sebanyak 76 balita, terdiri dari 38 balita gizi kurang sebagai kelompok kasus dan 38 balita gizi baik sebagai kelompok kontrol. Variabel independen meliputi pola pemberian makan dan riwayat penyakit infeksi, sedangkan variabel dependen adalah status gizi berdasarkan indikator BB/TB. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Mayoritas balita gizi kurang memiliki pola pemberian makan yang tidak tepat (63,2%), lebih tinggi dibandingkan balita gizi baik (21,1%). Penyakit infeksi yang paling banyak dialami balita gizi kurang adalah ISPA, diare, dan cacingan. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan status gizi balita (p = 0,001; OR = 0,156) serta antara riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita (p = 0,001; OR = 9,205). Pola pemberian makan dan penyakit infeksi berhubungan signifikan dengan status gizi balita. Upaya peningkatan edukasi gizi dan pencegahan penyakit infeksi perlu diperkuat untuk menurunkan prevalensi gizi kurang.
ABSTRACT
The prevalence of undernutrition among toddlers in the service area of the Sidotopo Wetan Community Health Center in December 2024 reached 10.6%, higher than the average for the city of Surabaya. Undernutrition can cause short-term effects such as impaired growth and brain development, as well as long-term effects such as reduced cognitive ability, weakened immunity, and an increased risk of malnutrition. Feeding patterns and infectious diseases are suspected to play a significant role in the nutritional status of infants. This study employed a case-control design conducted in the service area of the Sidotopo Wetan Community Health Center, Kenjeran Subdistrict, Surabaya. The sample consisted of 76 infants, comprising 38 malnourished infants as the case group and 38 well-nourished infants as the control group. Independent variables included feeding patterns and history of infectious diseases, while the dependent variable was nutritional status based on the weight-for-height (WHZ) indicator. Data were collected via questionnaires and anthropometric measurements, then analyzed using the Chi-Square test and Odds Ratio calculations. The majority of malnourished toddlers had inappropriate feeding patterns (63.2%), a higher proportion compared to well-nourished toddlers (21.1%). The most common infectious diseases experienced by malnourished toddlers were upper respiratory tract infections (URTI), diarrhea, and parasitic infections. There was a significant association between feeding patterns and the nutritional status of toddlers (p = 0.001; OR = 0.156) as well as between a history of infectious diseases and the nutritional status of toddlers (p = 0.001; OR = 9.205). Feeding patterns and infectious diseases are significantly associated with the nutritional status of infants and toddlers. Efforts to improve nutrition education and prevent infectious diseases need to be strengthened to reduce the prevalence of undernutrition.
References
Ahzani, Y., Erika, A. K., Arbianingsih, Rokhayah, Y., Gantini, D., & Sari, P. P. (2024). Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak (1st ed.). Nuansa Fajar Cemerlang.
Anggraini, D., & Kumala, O. (2022). Diare Pada Anak. Scientific Journal, 1, 311–319. https://doi.org/https://doi.org/10.56260/sciena.v1i4
Apriyanti, D., Ervina, A., Mafatihullah, E., La, U., & Mashiro, T. (2024). Hubungan Frekuensi Pemberian Makan Seimbang dengan Status Gizi Balita (BB/U). Jurnal Obstretika Scientia, 12(1), 201–215. https://doi.org/https://doi.org/10.55171/obs.v12i1.1328
Arrizky, M. H. I. A. (2021). Faktor Risiko Kejadian Infeksi Cacingan. Jurnal Medika Hutama, 02(04), 1181–1186.
Dainy, N. C., Kushargina, R., Anwar, K., & Herdiansyah, D. (2024). Edukasi Pengolahan Menu dan Porsi Makan Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Bogor. 5(1), 33–42.
Deka, S., Kalita, D., & Hazarika, N. K. (2022). Prevalence and Risk Factors of Intestinal Parasitic Infection in Under-Five Children With Malnutrition: A Hospital Based Cross-Sectional Study. Journal of Family Medicine and Primary Care, 11(6), 2794–2801. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_1742_21
Dwibarto, R. (2023). Hubungan Antara Frekuensi Makan Dengan Status Gizi Balita. Citra Delima Scientific Journal of Citra Internasional Institute, 7(1), 49–52. https://doi.org/10.33862/citradelima.v7i1.346
Hadi, D., Ahmad, P., & Basri, H. (2024). Efek perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dilakukan oleh ibu terhadap kejadian diare pada balita. Journal of Nursing and Midwifery Sciences, 3(2), 35–40.
Handriyanti, R. F., & Fitriani, A. (2021). Analisis Keragaman Pangan yang Dikonsumsi Balita terhadap Risiko Terjadinya Stunting di Indonesia. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF), 2(1), 32–42. https://doi.org/10.24853/mjnf.2.1.32-42
Hendriani, Junus, R., Robert, D., Ernita, Ranti, I. N., Taher, R., Rokot, A., Montol, A. B., Barangmanise, S. Y., Tomastola, Y. A., Widyayanti, O. A., Abdurrachim, R., Lestari, W. I., Adam, & Siagian, H. J. (2025). Gizi dan Penyakit (L. O. Alifariki (ed.); 1st ed.). Perkumpulan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Progres Ilmiah Kesehatan.
Kemenkes RI. (2025). SSGI (Survei Status Gizi Indonesia dalam Angka 2024). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Maynaputri, A. A., & Afifah, C. A. N. (2025). Hubungan Antara Pola Pemberian Makanan, Asupan Energi dan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Balita Usia 25–59 Bulan di Desa Karangasri Kabupaten Ngawi. Antigen?: Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Ilmu Gizi, 3(2), 186–199. https://doi.org/https://doi.org/10.57213/antigen.v3i2.663
Melati, F. S., & Linda, O. (2024). Hubungan Pengetahuan Ibu dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Balita di Posyandu Mawar A Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok Tahun 2023. Sehatmas: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 3(2), 322–329. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v3i2.3451
Munira, S. L. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. KementrianKesehatanRepublikIndonesia.
Nuradhiani, A. (2023). Faktor Risiko Masalah Gizi Kurang pada Balita di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Dan Sosial, 1(2), 17–25. https://doi.org/10.59024/jikas.v1i2.285
Nurhidayah, R., Latifah, N. S., & Evayanti, Y. (2024). Pengaruh Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Terhadap Pertumbuhan Berat Badan Bayi 7 Bulan Di Posyandu Dahlia Desa Datarajan Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus. Anjani Journal: Health Sciences Study, 4(2), 51–57. https://doi.org/https://doi.org/13.11114/anjani.1.x.x1-x2
Pamungkas, S. H. P. M., Hapsari, H. I., & Rizqiea, N. S. (2025). Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Eromoko I Wonogiri. Journal Getsempena Health Science, 4(1), 56–66.
Parikh, P., Semba, R., Manary, M., Swaminathan, S., Udomkesmalee, E., Bos, R., Poh, B. K., Rojroongwasinkul, N., Geurts, J., Sekartini, R., & Nga, T. T. (2021). Animal Source Foods, Rich in Essential Amino Acids, are Important for Linear Growth and Development of Young Children in Low- and Middle-Income Countries. Maternal and Child Nutrition, 18(1), 1–12. https://doi.org/10.1111/mcn.13264
Puhi, C. N., Sudirman, A. N., & Febriyona, R. (2023). Studi Literatur: Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Diare. Jurnal Nurse, 6(1), 39–50.
Puspitasari, M., & Herdiani, N. (2021). Literature Review: Penyakit Infeksi Terhadap Status Gizi Balita. In JurnalKesehatan (Vol. 14, Issue 1). https://doi.org/10.32763/juke.v13i
Rahmawati, D., Agustin, L., Sari, A. N., & Tofa’ati, T. N. (2024). Hubungan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita 1-5 Tahun. Jurnal Ilmu Kesehatan, 13(1), 81–87.
Ridwan, S. F., Rohima, W., Sudarsono, W., Septina, S. A., & Putri, S. R. (2021). Faktor Risiko Fisiologis Penyebab Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita: Literatur Riview. Jumantik (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 6(1), 85. https://doi.org/10.30829/jumantik.v6i1.9258
Ronald, Lubis, K., Yulianti, E., Mardiana, N., Desmawati, Hapsari, R. A., Amrinanto, A. H., Suharni, Rahayu, A., Putri, R. Y., Wardhani, Y. F., Rita, R. S., Andriani, E., Yanti, I., Marlina, R., & Sofiayanti, I. (2024). Gizi dan Kesehatan Anak Balita (T. Fathurrahman & N. I. Nasruddin (eds.); 1st ed.). CV. Eureka Media Aksara.
Salang, M., Talahatu, A. H., & Nur, M. L. (2025). Hubungan Asupan Gizi dan Riwayat Sakit dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Feapopi. Sehatmas: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 4(1), 140–152. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i1.3861
Sari, R. P., & Agustin, K. (2023). Analisis Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Pada Anak Balita Di Posyandu Wilayah Puskesmas Colomadu I. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 14(1), 171–178.
Simbolon, P. T., & Wulandari, R. A. (2023). Hubungan Lingkungan Fisik Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Perkotaan Indonesia Tahun 2018 (Analisis Data Riskesdas Tahun 2018). Jambura Journal of Health Science and Research, 5(2), 562–570.
Siregar, P. A. (2020). Buku Saku Pencegahan & Pengendalian ISPA.
Sulistianah, R., Handayani, D., & Farakhin, N. (2021). Gambaran Personal Hygiene dengan Gejala Cacingan pada Anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya. Jurnal Kesehatan, 14(2), 95–102.
Syah, J., Wahyuningsih, Robert, D., Kelabora, J., Fatimah, Legi, N. N., & Imbar, H. S. (2025). Permasalah Gizi Balita (L. O. Alifariki (ed.); 1st ed.). PT Media Pustaka Indo.
Tingginehe, R. M., & Tumbiri, E. A. N. (2023). Hubungan Pengetahuan Gizi, Pola Asuh, Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita Usia 12-59 Bulan. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 6(2), 80–85. https://doi.org/10.47539/jktp.v6i2.360
UNICEF. (2022). Gizi Mengatasi tiga beban malnutrisi di Indonesia. UNICEF Inodenesia.






