Edukasi Penggunaan Vitamin dan Pengenalan Profesi Apoteker Pada Tingkat Menengah Pertama Di SMP Negeri 40 Pekanbaru

Education on Vitamin Use and Introduction to the Pharmacist Profession at the Junior High School Level at SMP Negeri 40 Pekanbaru

  • Novia Sinata Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Meiriza Djohari Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Adriani Susanty Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Erin Katerina Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Fatimah Nur Afnita Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Febry Azizah H Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Fitri Yolanda Pratiwi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Geby Mardhotillah Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Hesti Rahmatia Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Irfan Sihombing Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Larasati Dinda Meditha Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Maulin Rahmawati Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Melia Oktavia Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
Keywords: Apoteker, Edukasi Kesehatan, Vitamin, Pharmacist; Health Education; Vitamins

Abstract

Apoteker memiliki peran penting dalam memberikan edukasi penggunaan obat dan vitamin secara rasional, namun pengetahuan masyarakat, khususnya pelajar, mengenai profesi apoteker masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan vitamin yang tepat dan aman serta memperkenalkan profesi apoteker sebagai tenaga kesehatan yang berperan dalam promosi dan pelayanan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 40 Pekanbaru pada tanggal 30 Oktober 2025, melibatkan 72 siswa kelas IX. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi edukatif melalui presentasi interaktif, pembagian leaflet, sesi tanya jawab, pengecekan golongan darah, dan pemberian vitamin gratis. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata pengetahuan siswa, dari 78,7 menjadi 98,5 di kelas 9A, 63,9 menjadi 98,1 di kelas 9B, dan 83,2 menjadi 99,2 di kelas 9C. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya konsumsi vitamin serta peran apoteker dalam menjaga kesehatan masyarakat. Selain berdampak positif pada siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman edukatif bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan komunikasi dan penyuluhan kesehatan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran hidup sehat sejak dini serta memperkuat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat.

ABSTRACT

Pharmacists play an essential role in providing education on the rational use of medicines and vitamins. However, public awareness particularly among students regarding the pharmacist profession and the importance of proper vitamin intake remains low. Early education is crucial to foster healthy lifestyle awareness and understanding of the pharmacist’s role in healthcare services. This activity aimed to increase students’ knowledge of the correct and safe use of vitamins and to introduce the pharmacist profession in junior high school environments. The community service program was conducted at SMP Negeri 40 Pekanbaru on October 30, 2025, involving 72 ninth-grade students. The methods included interactive presentations, distribution of educational leaflets, question-and-answer sessions, blood type screening, and free vitamin distribution. Pretest and posttest evaluations were used to measure students’ knowledge improvement. There was a significant increase in students’ knowledge after the program. The average pretest and posttest scores improved from 78.7 to 98.5 in class 9A, from 63.9 to 98.1 in class 9B, and from 83.2 to 99.2 in class 9C. Students showed high enthusiasm and a better understanding of the presented topics. The educational activity on vitamin use and pharmacist introduction effectively enhanced students’ awareness and understanding of health. The program also benefited pharmacy students as facilitators by improving their communication and community outreach skills. Similar activities are recommended in other schools to broaden the positive impact on cultivating healthy habits from an early age.

References

Azrimaidaliza, dkk. 2020. Buku Ajar: Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat. Sumatera Barat : LPPM – Universitas Andalas.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2024). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik. Jakarta: BPOM RI.
Darmaputra, I. (2022). Sinar Matahari dan Vitamin D. Yankes.Kemkes.Go.Id.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit. Jakarta : Mentri Kesehatan Republik Indonesia.
Fusaro, M., Cianciolo, G., Brandi, M. L., Ferrari, S., Nickolas, T. L., Tripepi, G., Plebani, M., Zaninotto, M., Iervasi, G., la Manna, G., Gallieni, M., Vettor, R., Aghi, A., Gasperoni, L., Giannini, S., Sella, S., & Cheung, A. M. (2020). Vitamin K and osteoporosis. Nutrients, 12(12), 1–13. https://doi.org/10.3390/nu12123625
Hakamifard, A., Soltani, R., Maghsoudi, A., Rismanbaf, A., Aalinezhad, M., Tarrahi, M. J., Mashayekhbakhsh, S., & Dolatshahi, K. (2022). The effect of vitamin E and vitamin C in patients with COVID-19 pneumonia; a randomized controlled clinical trial. Immunopathologia Persa, 8(1), 1–6. https://doi.org/10.34172/ipp.2022.08
Herlina Lin. (2019). Hubungan Motivasi Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Identifikasi Pasien Sebagai Bagian Dari Keselamatan Pasien Di Ruang Rawat Inap. Jurnal Kesehatan, 10(1), 19–24.
Idris, V., & Ahmad, I. (2024). Peran Apoteker dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas. Jurnal Riseta Soshum, 1(1), 05-13
Kemenkes RI No 9. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017. Studi Legislatif, Vol 13 No, 1–36.
Kemenkes RI. (2020). Pedoman Pelaksanaan Teknis Surveilans Gizi. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Kemenkes RI. (2020). Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Bagi Remaja Putri. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit
Kemenkes RI. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017 tentang apotek. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Kemenkes RI .2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasan di apotek. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Kurniawan, A., Sibuea, H. P., & Atmoko, D. (2023). Praktek profesi apoteker dalam perspektif asas negara hukum. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(3), 1363-1375
Liliandriani, A. (2021). Gambaran pengetahuan ibu tentang asupan vitamin A pada balita. Journal Peqguruang, 2(1), 6-9.
Mardalena, Ida. (2021). Dasar-Dasar Ilmu Gizi Dalam Keperawatan Konsep dan Penerapan pada Asuhan Keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Miftahurrohmah, N., Ariani, L., & Winarti, W. (2023). Pos Simulasi Profesi Interaktif untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar terhadap Profesi Apoteker. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 84–92.
National Institute Health (2016). Viamin E fact sheet for health professionals. US: Department of Health and Human Services.
Peterson, C.T., Rodionov, D.A., Osterman, A.L., Peterson, S.N. (2020). B vitamins and their role in immune regulation and cancer, Nutrients, 11(12), 3380.
Rachmawati, S. N., & Haristiani, R. (2021). Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia Article Review Kebutuhan Vitamin pada Ibu Hamil Selama Masa Pandemi Covid 19 Vitamin Necessity of Pregnant Women During The Pandemic Covid 19 Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia. 1(1), 9–22.
Sinala, S. (2019). Peranan Apoteker Dalam Pemberian Informasi Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Haji Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba. Media Farmasi Poltekkes Makassar, 13(2), 1–5.
Sumbono, A., 2021. Vitamin Seri Biokimia Pangan Dasar. [e-book] Yogyakarta: Deepublish
Supryadi, Ady & Oktaviani, Nur. "Tugas dan Tanggung Jawab Hukum Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian." Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 14 No. 1, April 2023.
Tumiwa, M. C. R., Kapantow, N. H., & Punuh, M. I. (2020). Gambaran Asupan Vitamin Larut Lemak Mahasiswa Semester Iv Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Pada Saat Pembatasan Sosial Pandemi Covid-19. Kesmas, 9(6), 101–106.
Published
2026-06-29
Section
Article

Most read articles by the same author(s)