Analisis Kebutuhan Tenaga Kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi

  • Ratna Sari Dewi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Khairil Armal Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Ril Aisyah Nurhawa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Elvi Nurjanah Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Maulin Rahmawati Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Salsabila Zahirah Ananda Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Abrar Hafidz Qalbi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Amanda Liesdia Putri Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Shakynna Suandha Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Rahmi Luffia Rezki Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Salsabila Alhamdania Balqis Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Rachel Margareta Ricini Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
Keywords: Rumah Sakit, Instalasi Farmasi, Sumber Daya Manusia, Beban Kerja, WISN., Hospitals, Pharmacy Departments, Human Resources, Workload, WISN.

Abstract

ABSTRAK

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna, termasuk pelayanan kefarmasian yang diselenggarakan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS). Pelayanan kefarmasian yang optimal memerlukan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang mampu baik dari segi jumlah maupun kompetensi. Perencanaan kebutuhan tenaga kefarmasian menjadi hal penting untuk menjamin efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu metode yang digunakan dalam perencanaan kebutuhan SDM kesehatan adalah metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN), yaitu metode perhitungan kebutuhan energi berdasarkan beban kerja nyata. Metode ini dinilai lebih rasional, realistis, dan mudah diterapkan dalam menentukan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan aktivitas pelayanan yang dilakukan. Dengan penerapan metode WISN, rumah sakit dapat mengetahui keseimbangan antara jumlah tenaga kefarmasian dengan beban kerja yang ada sehingga dapat meminimalisir terjadinya kekurangan maupun kelebihan tenaga kerja. Oleh karena itu, analisis kebutuhan tenaga kefarmasian menggunakan metode WISN penting dilakukan guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian serta mendukung tercapainya tujuan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

 

ABSTRACT

Hospitals, as healthcare institutions, play a vital role in providing comprehensive healthcare services, including pharmaceutical services delivered by the Hospital Pharmacy Department (IFRS). Optimal pharmaceutical services require the support of human resources (HR) that are adequate in both number and competence. Planning for pharmaceutical staffing needs is essential to ensure the effectiveness and efficiency of healthcare services in hospitals. One method used in planning healthcare HR needs is the Workload Indicators of Staffing Need (WISN) method, which calculates staffing requirements based on actual workload. This method is considered more rational, realistic, and easy to apply in determining the number of staff required based on the healthcare activities performed. By implementing the WISN method, hospitals can determine the balance between the number of pharmacy staff and the existing workload, thereby minimizing staff shortages or surpluses. Therefore, analyzing pharmaceutical staffing needs using the WISN method is essential to improve the quality of pharmaceutical services and support the achievement of healthcare objectives within the hospital.

 

References

Ilyas, Yaslis. (2004). Perencanaan SDM Rumah Sakit. Jakarta: FKM UI.
Keputusan Menteri Kesehatan, Nomor: 81/Menkes/SK/I/2004 tentang Pedoman Penyusunan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, serta Rumah Sakit
Purnamasari, I., & Kapalawi, I. (2013). Analisis proses manajemen sumber daya manusia di Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, Volume 9 No. 2, hal. 120-124.
Permenkes, 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Permenkes, 2020. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Rusli, 2016. Farmasi Rumah Sakit dan Klinik. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan
Yulaika, N. and Dzykryanka, S.M., 2018. Perencanaan tenaga teknis kefarmasian berdasarkan analisis beban kerja menggunakan metode WISN di RSIA KM. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, Volume 6 No. 1, hal. 46-52.
Published
2026-05-26
Section
Article